Problem Solving: Pengertian, Tujuan, dan Metode yang Efektif

25 June 2024

Problem Solving: Pengertian, Tujuan, dan Metode yang Efektif

Problem solving atau pemecahan masalah adalah kemampuan dan proses yang sering ditemui dalam kehidupan pribadi maupun kehidupan kerja. Dengan kemampuan ini, seseorang dapat mengidentifikasi masalah, menganalisis akar penyebabnya, dan mencari solusi yang efektif. Kemampuan kritis, kreatif, dan analitis dibutuhkan dalam proses problem solving agar mampu menyelesaikan suatu masalah dengan baik. Dalam dunia bisnis, kemampuan problem solving menjadi kunci sukses yang perlu dimiliki seorang pemimpin atau karyawan. 

Perusahaan membutuhkan proses pemecahan masalah agar operasional bisnis dapat berjalan lancar serta mampu mencapai tujuan yang diinginkan. Begitu pula dalam kehidupan sehari-hari, kemampuan problem solving sangat dibutuhkan untuk menghadapi berbagai tantangan dan situasi yang kompleks. Kenali lebih lanjut tentang apa itu problem solving, tujuan, metode, serta langkah problem solving yang efektif.

Apa yang Dimaksud dengan Problem Solving?

Pengertian problem solving atau pemecahan masalah artinya proses mencari jalan keluar untuk mengurangi atau menghilangkan hambatan yang menghalangi tercapainya tujuan. Problem solving bukan hanya sebuah proses, tetapi juga kemampuan untuk menemukan solusi terbaik dalam memecahkan sebuah masalah. Pada konteks bisnis, sebuah masalah memunculkan jarak antara hasil yang diinginkan dengan hasil yang sudah didapatkan. 

Pemecahan masalah yang efektif membutuhkan kemampuan seperti komunikasi aktif, pemikiran analitik dan kreatif, decision making, hingga kerja sama. Langkah-langkah problem solving mencakup identifikasi masalah, menentukan akar permasalahan, mengevaluasi pilihan solusi dan menentukan solusi terbaik, hingga menerapkan solusi tersebut. Problem solving yang efektif diyakini mampu mengatasi tantangan yang sedang dihadapi.

Apa Tujuan dari Problem Solving?

Tujuan utama dari problem solving adalah mengurangi atau menghapus masalah yang menghambat terwujudnya hasil yang diinginkan. Pendekatan problem solving di dalam organisasi juga penting untuk menangani masalah yang perlu diselesaikan dengan cepat atau tergolong kompleks. Misalnya, seorang pengusaha baru kesulitan meningkatkan kredibilitas bisnis karena alamat bisnisnya yang kurang profesional. Solusi dari proses pemecahan masalah tersebut adalah memilih layanan sewa kantor atau virtual office untuk meningkatkan reputasi bisnisnya

Pemecahan masalah juga berkaitan erat dalam meningkatkan kualitas decision making. Hal ini tidak hanya mendorong efisiensi dan produktivitas perusahaan, tetapi juga membantu pemilihan solusi terbaik berdasarkan data dan analisis akurat. Dengan demikian, perusahaan bisa menghasilkan solusi paling efektif dengan meminimalisir dampak buruk yang mungkin terjadi.

Metode Apa yang Digunakan dalam Pemecahan Masalah?

Beberapa teknik problem solving digunakan untuk memecahkan berbagai jenis masalah, yaitu:

  • Trial and Error: Teknik ini berfokus pada mencoba berbagai alternatif solusi dalam menghadapi suatu masalah. Solusi dari trial and error bisa tidak berhasil di kesempatan pertama, sehingga solusi yang gagal disingkirkan hingga mencapai solusi terbaik.
  • Analisis SWOT: SWOT terdiri atas strength (kekuatan), weakness (kelemahan), opportunity (kesempatan), dan threat (ancaman). Analisis SWOT dapat menunjukkan kekuatan dan kelemahan dari tiap solusi dalam problem solving.
  • Analisis 5W: Pendekatan problem solving 5W atau 5 why (mengapa) mempermudah proses identifikasi akar masalah. Artinya, Anda mempertanyakan mengapa masalah ini terjadi sebanyak 5 kali hingga menemukan akar permasalahan tersebut. 
  • Analisis 5W+1H: Metode ini menekankan 6 pertanyaan untuk memecahkan sebuah masalah, yaitu what (apa), who (siapa), where (di mana), when (kapan), why (mengapa), how (bagaimana).
  • Linear Thinking: Teknik ini adalah pendekatan problem solving terstruktur untuk menangani masalah tertentu. Linear thinking bergantung pada pemikiran logis dan analisis data. Masalah yang cocok dipecahkan dengan linear thinking adalah masalah dengan penyebab yang jelas dan alternatif solusi yang siap dipilih.
  • Diagram Tulang Ikan: Jenis diagram ini digunakan untuk mengidentifikasi akar permasalahan dengan membuat struktur analisis tulang ikan berisi kategori faktor penyebab terjadinya masalah. Contoh kategori yang umum adalah faktor orang, proses atau metode, mesin atau alat, bahan, pengukuran, dan lingkungan.

Bagaimana Tahapan Pemecahan Masalah?

Guna membantu pemecahan masalah yang efektif, Anda dapat mengikuti langkah-langkah problem solving berikut ini:

Identifikasi Masalah

Langkah pertama dalam pemecahan masalah yang efektif adalah mengidentifikasi masalah yang perlu diselesaikan serta menentukan akar permasalahan. Pada langkah ini, penting untuk memisahkan fakta dari opini serta mengumpulkan data sebanyak-banyaknya. Anda dapat menggunakan teknik seperti 5W atau 5W+1H untuk melihat akar permasalahan dari hambatan yang dihadapi. Langkah ini akan memandu Anda dalam proses pemecahan masalah dan menemukan solusi terbaik.

Lakukan Brainstorming

Brainstorming merupakan langkah problem solving kolaboratif dengan mengumpulkan berbagai solusi inovatif untuk memecahkan sebuah masalah. Semua pihak yang terlibat dalam diskusi problem solving dapat menyampaikan ide secara bebas dan terbuka untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. Dalam langkah ini, penting untuk menghasilkan ide atau solusi potensial sebanyak-banyaknya agar lebih banyak alternatif solusi untuk dipilih.

Buat Daftar Alternatif Solusi

Langkah berikutnya adalah mempertimbangkan semua alternatif solusi yang dimiliki. Pada proses ini, Anda perlu melihat perspektif berbeda pada tiap alternatif solusi yang ada. Solusi yang dimiliki tidak harus memberikan dampak langsung, tetapi memberikan efek pada jangka panjang. Saat menentukan solusi, pertimbangkan juga dampak terhadap masalah serta sumber daya, waktu, dan usaha yang dibutuhkan untuk menerapkan solusi tersebut.

Evaluasi Alternatif Solusi yang Ada

Selanjutnya, persempit alternatif solusi Anda dan lakukan evaluasi terhadap solusi tersebut. Anda dapat mempertimbangkan berbagai faktor, seperti misalnya apakah solusi ini sejalan dengan tujuan yang diinginkan, apakah solusi ini realistis dan bisa diterapkan dengan sumber daya yang ada, atau memastikan apakah solusi ini bisa memecahkan masalah tanpa memicu masalah baru. 

Terapkan Solusi dan Lakukan Pemantauan

Setelah menentukan solusi yang tepat, langkah selanjutnya adalah mengembangkan strategi untuk menerapkan solusi tersebut. Penting untuk memastikan semua pihak yang terlibat dalam memahami peran dan tanggung jawab masing-masing di dalam strategi tersebut. Tidak hanya itu, Anda juga perlu memantau apakah solusi berjalan efektif dalam menyelesaikan masalah tersebut. Lakukan penyesuaian atau modifikasi jika diperlukan untuk meningkatkan efektivitas dari solusi tersebut.

Effist Suite: Tempat Ideal untuk Berdiskusi dan Menyelesaikan Masalah dengan Tim Anda!

Proses berdiskusi dan menyelesaikan masalah secara efektif adalah salah satu kunci mendukung keberhasilan dalam jangka panjang. Dalam hal ini, Effist Suite Office hadir sebagai solusi ideal bagi Anda yang mencari tempat nyaman untuk memfasilitasi diskusi pemecahan masalah yang kondusif.

Effist Suite Office menyediakan layanan meeting room dengan kapasitas yang bervariasi sesuai dengan kebutuhan meeting Anda, mulai dari ruang kecil untuk diskusi tim hingga ruang besar untuk presentasi atau workshop. Kami juga memastikan meeting Anda berjalan lancar dengan fasilitas lengkap dan memadai, seperti LCD proyektor, peralatan video konferensi, hingga internet berkecepatan tinggi. Kami juga menyediakan berbagai paket meeting yang mencakup makan siang gratis, coffee break, air mineral, catatan, dan permen untuk memastikan kenyamanan dan produktivitas Anda selama pertemuan.

Jangan ragu untuk memanfaatkan layanan meeting room Effist untuk memfasilitasi meeting Anda. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi email contact@effist.com atau kunjungi halaman “Book Tour”. 

Editor: Cardila Ladini

5 Kesalahan Fatal dalam Decision Making yang Harus Dihindari

21 June 2024

5 Kesalahan Fatal dalam Decision Making yang Harus Dihindari

Decision making atau pengambilan keputusan adalah tindakan yang sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kehidupan pribadi hingga kehidupan kerja. Dalam lingkup bisnis, decision making dapat menjadi faktor penentu kesuksesan atau kegagalan sebuah perusahaan. Akan tetapi, pengambilan keputusan bukanlah hal yang mudah. Tidak jarang berbagai kesalahan dilakukan dalam proses menentukan keputusan. 

Kesalahan dalam decision making seringkali tidak hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga orang lain. Hal ini tentunya berlaku pada proses pengambilan keputusan di perusahaan. Kenali lebih lanjut tentang apa itu decision making, kesalahan fatal yang dapat terjadi pada proses decision making, hingga cara mengambil keputusan yang benar.

Apa yang Dimaksud dengan Decision Making?

Decision making atau pengambilan keputusan adalah serangkaian proses yang dilakukan seorang individu atau organisasi untuk menentukan pilihan terbaik dalam menghadapi suatu kondisi atau masalah tertentu. Tujuan dilakukannya pengambilan keputusan adalah untuk memilih opsi terbaik di antara berbagai alternatif yang ada, sehingga dapat mencapai hasil yang diinginkan. Dalam konteks bisnis, proses pengambilan keputusan di dalam organisasi sangat penting untuk mendukung keberlangsungan operasional bisnis hingga keberhasilan bisnis. 

Apa Saja Prinsip dalam Decision Making?

Prinsip dalam decision making adalah panduan untuk membantu individu maupun organisasi dalam membuat keputusan yang tepat dan efektif. Prinsip-prinsip tersebut adalah:

  • Konsistensi: Prinsip decision making ini memastikan keputusan yang dibuat konsisten dengan kebijakan atau nilai-nilai perusahaan serta dapat diterapkan dengan baik.
  • Rasional: Keputusan yang efektif adalah keputusan yang rasional serta berdasarkan informasi akurat dan relevan. Setiap faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan harus dipertimbangkan untuk mencapai keputusan yang rasional.
  • Terbuka: Proses decision making haruslah transparan kepada pihak-pihak yang terlibat maupun terdampak dari keputusan yang dibuat.
  • Waktu: Pengambilan keputusan yang efektif memerlukan waktu yang cukup dan tidak terburu-buru. Waktu ini dibutuhkan untuk mempertimbangkan opsi-opsi yang ada hingga memilih opsi terbaik sebagai sebuah keputusan.
  • Dampak Keputusan: Segala keputusan yang dibuat dapat membawa dampak positif maupun negatif. Dalam mengambil keputusan, Anda perlu memilih opsi dengan dampak yang bisa diantisipasi dan ditangani.

Mengapa Decision Making Penting bagi Suatu Organisasi?

Perusahaan melakukan decision making setiap harinya untuk menunjang pertumbuhan bisnis berkelanjutan. Proses pengambilan keputusan dapat bersifat jangka pendek atau jangka panjang serta berhubungan erat dengan aktivitas bisnis sehari-hari. Jenis pengambilan keputusan yang dilakukan perusahaan mencakup keputusan strategis, finansial, operasional, teknologi, hingga kebijakan. 

Keputusan yang sudah dibuat dapat berdampak positif atau negatif pada kondisi perusahaan beserta karyawannya, tergantung dari kualitas keputusan yang dihasilkan. Jadi, sangat penting untuk melakukan riset mendalam agar menghasilkan keputusan terbaik di antara berbagai alternatif pilihan yang ada. Keputusan yang baik dapat membantu sebuah organisasi untuk mencapai target bisnis atau meraih peluang bisnis strategis yang menguntungkan. Sedangkan keputusan buruk berisiko menghambat perkembangan bisnis hingga memicu terjadinya kegagalan bisnis.

Apa Saja Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Proses Decision Making?

Beberapa faktor dapat mempengaruhi kualitas pengambilan keputusan, termasuk kualitas keputusan yang buruk. Berikut ini adalah contoh kesalahan yang sering dijumpai saat melakukan pengambilan keputusan:

Berasumsi dan Terburu-buru dalam Mengambil Kesimpulan

Sikap berasumsi saat melakukan decision making adalah ketika Anda berasumsi masalah yang terjadi saat ini mirip dengan masalah yang pernah dialami sebelumnya. Jadi, Anda mengambil tindakan sendiri berdasarkan pengalaman atau sudut pandang pribadi tanpa mencari tahu fakta di balik masalah tersebut. 

Maka dari itu, berasumsi juga dapat membuat Anda terburu-buru dalam mengambil keputusan. Akibatnya, kekeliruan dalam mengidentifikasi akar permasalahan pun dapat muncul. Jika terjadi, keputusan yang dibuat berisiko tidak mampu menyelesaikan masalah karena dianggap tidak relevan.

Tidak Bersikap Realistis

Sikap tidak realistis dalam proses decision making terjadi saat Anda ingin menghadapi suatu masalah atau situasi dengan solusi yang terlalu idealis. Hal ini dapat menyulitkan Anda dalam mencapai hasil yang diinginkan. Tidak hanya itu, sikap tidak realistis membuat Anda cenderung berfokus pada dampak positif dan mengabaikan dampak negatif yang berpotensi muncul. Risiko kegagalan saat implementasi keputusan pun menjadi lebih besar karena tidak mampu untuk memenuhi ekspektasi dari keputusan yang tidak realistis.

Membiarkan Mayoritas Menentukan Keputusan

Salah satu cara pengambilan keputusan yang populer dilakukan adalah dengan mengambil suara terbanyak untuk menentukan suatu keputusan. Meskipun terkesan adil, cara ini juga memiliki kekurangan, seperti memakan waktu lebih lama hingga dorongan untuk memilih opsi karena peer pressure. Selain itu, jika mayoritas memiliki persepsi yang bias atau tidak sesuai fakta, maka keputusan yang dihasilkan berisiko kurang bagus. 

Terlalu Bergantung Pada Intuisi

Intuisi atau bisikan hati seringkali menjadi faktor penentu dalam proses pengambilan keputusan. Namun, jika terlalu bergantung pada intuisi, keputusan yang dibuat berisiko tidak relevan dengan fakta dan akar permasalahan yang ada. Terlebih lagi, intuisi mudah dipengaruhi oleh faktor emosional dan bias pribadi, sehingga dapat menghasilkan keputusan yang tidak rasional.

Membuat Keputusan di Tengah Tekanan

Decision making yang tepat haruslah dilakukan dalam kondisi tenang dan tanpa tekanan. Hal ini bertujuan agar Anda mampu berpikir jernih dan kritis dalam menganalisis situasi atau masalah yang sedang dihadapi. Dengan demikian, Anda dapat menghasilkan keputusan yang tepat. Anda juga memerlukan waktu yang cukup dalam mempertimbangkan opsi terbaik untuk mengambil keputusan terbaik.

Bagaimana Proses Decision Making yang Benar?

Ikuti tahapan decision making berikut ini untuk menerapkan teknik pengambilan keputusan yang benar:

  • Tentukan Tujuan Anda: Decision making yang efektif bermula dari penetapan tujuan yang jelas. Artinya, Anda harus mengetahui apa yang ingin dicapai dari keputusan yang dibuat. Dengan adanya tujuan, proses decision making akan lebih terarah dan mudah saat membandingkan opsi-opsi yang ada.
  • Kumpulkan Informasi yang Dibutuhkan: Riset dan analisis mendetail adalah kunci pengambilan keputusan yang akurat. Maka dari itu, dibutuhkan informasi sebanyak-banyaknya untuk menunjang proses decision making yang berkualitas.
  • Pertimbangkan Dampak dari Keputusan yang Dibuat: Segala keputusan akan memiliki dampak positif dan negatif tersendiri. Mempertimbangkan dampak dari tiap opsi yang ada akan membantu Anda dalam mengantisipasi risiko kegagalan.
  • Buat Strategi: Selanjutnya, kembangkan strategi untuk mengeksekusi keputusan yang sudah dibuat. Strategi ini perlu mencakup semua kemungkinan saat eksekusi, termasuk skenario terburuk, agar siap menghadapi risiko yang muncul.
  • Evaluasi Keputusan yang Sudah Dibuat: Evaluasi dilakukan untuk mengukur dampak keputusan terhadap operasional bisnis dan performa implementasinya. Evaluasi ini menjadi acuan untuk pengambilan keputusan di masa depan

Effist Suite Office: Tempat Ideal untuk Menyelenggarakan Rapat Bisnis Anda

Salah satu cara untuk melakukan decision making yang efektif adalah dengan memanfaatkan fasilitas yang memadai serta lingkungan yang kondusif. Fasilitas seperti meeting room yang tenang dan nyaman dapat membantu proses pengambilan keputusan yang relevan dan rasional. Dalam hal ini, layanan meeting room dari Effist Suite Office menawarkan solusi ideal untuk menyelenggarakan rapat bisnis serta mendiskusikan keputusan terbaik yang menunjang kesuksesan bisnis Anda. 

Meeting room Effist dilengkapi dengan perlengkapan seperti proyektor LCD, internet berkecepatan tinggi, fasilitas video konferensi, serta beragam paket meeting untuk mendukung efisiensi rapat bisnis Anda.

Bagi Anda yang akan merencanakan rapat untuk pengambilan keputusan bisnis penting, segera kunjungi halaman meeting room Effist atau hubungi email contact@effist.com untuk informasi lebih lanjut seputar layanan meeting room.

Editor: Cardila Ladini

5 Taktik Perusahaan Wujudkan Work-Life Balance Bagi Karyawan

18 June 2024

5 Taktik Perusahaan Wujudkan Work-Life Balance Bagi Karyawan

Pernahkah Anda membawa pekerjaan di kantor untuk dikerjakan di rumah? Atau bekerja melebihi jam kerja yang ditentukan? Kedua situasi tersebut adalah contoh buruknya manajemen work-life balance. Istilah ini telah menjadi konsep yang sering digaungkan oleh para Gen-Z. 

Konsep work-life balance lebih dari sekedar membatasi jam kerja dari kehidupan pribadi, tetapi bagaimana mengembangkan strategi manajemen waktu yang lebih baik. Upaya work-life balance tidak hanya dilakukan dari sisi karyawan, tetapi juga dari sisi perusahaan. Kenali lebih lanjut tentang apa itu work-life balance serta bagaimana perusahaan dapat menerapkannya untuk ciptakan lingkungan kerja yang nyaman.

Apa itu Work-Life Balance?

Work-life balance (WLB) adalah kemampuan seorang individu dalam mengelola waktu dan energi yang dimiliki untuk menjalani kehidupan kerja dan pribadi dengan efektif. Mencapai work-life balance artinya memenuhi komitmen dalam kehidupan kerja dan pribadi dengan tetap mengutamakan kebahagiaan dan kesejahteraan diri. Keseimbangan ini merupakan bagian dari lingkungan kerja yang sehat dan produktif karena berdampak langsung pada kesejahteraan karyawan.

Manajemen perusahaan dapat berkontribusi dalam mewujudkan work-life balance melalui pengaturan kerja yang fleksibel. Perusahaan yang menerapkan work-life balance dapat membangun reputasi positif karena memperhatikan kesehatan fisik dan mental karyawannya. Hal ini akan berdampak pada tenaga kerja yang lebih produktif dan fokus dalam menyelesaikan pekerjaannya.

Apa Saja Indikator Work-Life Balance?

Situasi work-life balance dapat ditunjukkan melalui beberapa indikator berikut ini:

  • Terpenuhinya Semua Aspek dalam Hidup: Seseorang tidak hanya hidup sebagai karyawan, tetapi juga anak, ibu/ayah, suami/istri, dan lain-lain. Kata “balance” atau seimbang dalam WLB artinya mampu memenuhi semua peran dalam kehidupan kerja dan pribadi tanpa harus mengorbankan salah satunya. 
  • Adanya Aktivitas Lain di Luar Pekerjaan: WLB artinya tidak memfokuskan seluruh waktu hanya pada bekerja. Jadi, karyawan setidaknya mampu meluangkan waktu, tenaga, dan biaya untuk menjalani aktivitas lain yang disukai di luar pekerjaan. 
  • Tidur yang Cukup:  WLB memungkinkan seseorang memiliki jam tidur yang cukup, sehingga proses mengembalikan energi menjadi lebih optimal. Hal ini akan mendukung performa kerja dan kesehatan yang lebih baik.
  • Memiliki Hubungan yang Baik: WLB tidak hanya tentang menjalin hubungan profesional di lingkup pekerjaan, tetapi juga hubungan pribadi yang baik dengan keluarga maupun teman-teman dekat.

Mengapa Perusahaan Harus Menerapkan Work-Life Balance?

Pengaruh work-life balance sangatlah signifikan terhadap performa kerja karyawan. Hal ini disebabkan oleh perannya dalam membentuk tenaga kerja yang produktif serta lingkungan kerja yang sehat. WLB memungkinkan seorang karyawan untuk mengatur kehidupan kerja dan kehidupan pribadi secara seimbang. Setelah jam kerja berakhir, karyawan dapat menyudahi pekerjaannya untuk melakukan hal-hal lain, seperti berkumpul dengan keluarga atau teman, menjalani hobi, hingga beristirahat yang cukup.

Penerapan WLB seperti ini berguna untuk mencegah terjadinya stres dan hilangnya motivasi bekerja, yang mana dapat memicu penurunan produktivitas. Hasilnya, karyawan dapat kembali bekerja keesokan harinya dengan fisik dan pikiran yang segar untuk memulai hari yang produktif.

Hal yang tidak kalah penting adalah bahwa penerapan WLB menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap kehidupan pribadi karyawannya. Perusahaan pun dapat membangun reputasi positif karena pengaturan kerja yang manusiawi. Karyawan pun lebih termotivasi untuk bekerja dan merasa puas dengan pekerjaannya, sehingga meningkatkan angka retensi karyawan.

Apa Dampaknya Jika Perusahaan Tidak Memperhatikan Work-Life Balance?

Berikut adalah beberapa dampak buruk yang dapat terjadi jika perusahaan tidak memperhatikan work-life balance karyawannya:

Menurunnya Produktivitas

Beban kerja yang berlebihan dapat memicu terjadinya burnout, di mana karyawan merasa kelelahan serta kurang termotivasi untuk bekerja. Kondisi ini akan berdampak pada menurunnya produktivitas serta performa kerja karyawan. 

Terganggunya Kesehatan Fisik dan Mental

Kurangnya WLB seringkali membuat karyawan mengabaikan waktu untuk sekedar beristirahat. Kurang tidur berisiko meningkatkan rasa cemas, depresi, hingga melemahkan sistem imun tubuh. Jika dibiarkan lebih lanjut, risiko penyakit seperti stroke dapat muncul. Hal ini juga dapat memicu karyawan untuk sering absen karena kondisi kesehatan yang memburuk.

Angka Turnover yang Tinggi

Burnout serta beban kerja yang berlebihan seringkali menjadi alasan karyawan untuk keluar dari perusahaan. Jika WLB tidak kunjung diterapkan di lingkungan kantor, jumlah karyawan yang mengundurkan diri akan semakin meningkat. Angka turnover karyawan yang tinggi dapat menjadi bukti pengaturan kerja yang tidak sehat di perusahaan tersebut, sehingga berisiko memperburuk reputasi dan kredibilitas.

Bagaimana Cara Perusahaan Mewujudkan Work-Life Balance Bagi Karyawannya?

Perusahaan Anda dapat mengikuti beberapa tips berikut ini untuk membantu karyawan mencapai work-life balance (WLB):

Hormati Jam Kerja Karyawan

Setiap perusahaan menetapkan jam kerja yang perlu diikuti karyawannya. Jadi, setelah jam kerja berakhir, karyawan perlu didorong untuk mengakhiri pekerjaan sesuai jam kerja tersebut. Tidak hanya itu, karyawan juga tidak boleh diganggu terkait pekerjaan di luar jam atau hari kerja, seperti misalnya saat weekend atau cuti. Cara ini akan memudahkan karyawan dalam mencapai WLB dengan adanya waktu untuk menjalani kehidupan pribadinya.

Tawarkan Pengaturan Kerja yang Fleksibel

Pengaturan kerja seperti hybrid dan remote working memberikan keleluasaan bagi karyawan dalam mengelola kehidupan kerja dan pribadinya. Fleksibilitas kerja ini memungkinkan karyawan untuk memilih sendiri lingkungan kerja yang produktif bagi dirinya. Tidak hanya itu, pengaturan kerja seperti ini dapat menghindarkan karyawan dari risiko stres akibat berkendara dan kemacetan lalu lintas.

Jangan Glorifikasi Kerja Berlebihan

Bekerja melebihi jam kerja tidak selalu diartikan sebagai loyalitas kepada perusahaan. WLB menekankan manajemen waktu yang baik dengan tidak bekerja melebihi waktu yang sudah ditentukan. Terlebih lagi, istirahat yang cukup dapat menentukan kualitas hasil kerja yang optimal. Maka dari itu, sangat penting bagi perusahaan untuk mendorong sikap kerja sesuai jam kerja, selesai tepat waktu, hingga mengutamakan kesehatan pribadi.

Berikan Contoh Kepada Karyawan

Jajaran pimpinan dan manajer dapat memulai implementasi WLB untuk selanjutnya diikuti oleh karyawan. Contoh tindakan yang bisa dilakukan adalah dengan membatasi overtime hingga bekerja hanya sesuai jam dan hari kerja yang ditentukan. Ketika karyawan melihat pimpinan mereka menyisihkan waktu untuk menjalani kehidupan pribadi, karyawan pun akan terdorong untuk melakukan hal serupa.

Permudah Pengambilan Cuti

Cara lainnya untuk mendukung WLB adalah dengan mempermudah pengambilan cuti. Perusahaan dapat menerapkan kebijakan jumlah cuti yang bebas diambil untuk segala jenis alasan. Jadi, karyawan tidak harus izin sakit atau keperluan pribadi untuk mengambil cuti, tetapi bisa juga untuk beristirahat atau berlibur. 

Tingkatkan Fleksibilitas dan Efisiensi Kerja Anda dengan Beralih ke Virtual Office!

Salah satu cara efektif untuk mengoptimalkan work-life balance adalah dengan memanfaatkan layanan virtual office dari Effist Suite Office. Layanan kami mendukung fleksibilitas selama bekerja melalui pengaturan kerja secara virtual dan remote. Anda juga akan mendapatkan keuntungan berupa:

  • Bekerja dari Mana Saja: Dapatkan akses kantor virtual Anda dari mana saja di dunia dengan koneksi internet.
  • Meningkatkan Produktivitas: Tingkatkan fokus dan efisiensi Anda dengan lingkungan kerja yang bebas gangguan.
  • Menghemat Waktu dan Biaya: Perusahaan dapat menghemat biaya untuk sewa kantor fisik, sementara karyawan dapat menghemat waktu dan biaya untuk transportasi.
  • Mencapai Work-Life Balance: Ciptakan lebih banyak waktu untuk keluarga dan teman dengan bekerja dari rumah atau lokasi fleksibel lainnya melalui ruang kerja virtual.

Kami menawarkan fasilitas lengkap untuk menunjang kebutuhan bisnis Anda, mulai dari alamat bisnis prestisius, business lounge, ruang meeting, hingga tim administrasi dan sekretaris profesional. 

Effist Suite Office siap membantu perusahaan Anda menciptakan lingkungan kerja yang mendukung work-life balance bagi karyawan Anda. Untuk informasi lebih lanjut seputar layanan virtual office, Anda dapat menghubungi email contact@effist.com

Editor: Cardila Ladini

5 Strategi Ciptakan Komunikasi Efektif di Tempat Kerja

14 June 2024

5 Strategi Ciptakan Komunikasi Efektif di Tempat Kerja

Lingkungan kerja produktif dan harmonis tidak terlepas dari adanya komunikasi efektif di tempat kerja. Menciptakan komunikasi yang baik memungkinkan tim untuk bekerja dengan lebih efisien, meminimalisir konflik yang muncul, hingga membangun relasi yang baik antar rekan kerja. Aspek-aspek ini turut berkontribusi pada operasional bisnis yang efisien hingga keberhasilan bisnis yang berkelanjutan. 

Komunikasi internal yang efektif juga akan berdampak pada komunikasi yang memuaskan dengan pihak eksternal, seperti mitra bisnis atau pelanggan. Maka dari itu, penting bagi perusahaan untuk mengetahui cara menciptakan proses komunikasi yang efektif di lingkungan kerja. Simak lebih lanjut tentang apa itu komunikasi di tempat kerja dan cara membuatnya lebih efektif untuk lingkungan kerja yang lebih kolaboratif dan suportif.

Apa yang Dimaksud dengan Komunikasi di Tempat Kerja?

Komunikasi di tempat kerja adalah segala upaya pertukaran informasi dan ide yang terjadi antara karyawan di sebuah lingkungan kerja. Proses melakukan komunikasi di tempat kerja meliputi pembicaraan tatap muka, melalui email, konferensi video, telepon, chatting melalui platform komunikasi, dan lain-lain.

Dunia kerja bukan hanya tentang bekerja seorang diri untuk mencapai tujuan pribadi, melainkan bekerja sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan bersama yang lebih besar. Maka dari itu, menjalankan komunikasi yang efektif di tempat kerja sangatlah penting untuk mendukung keberhasilan kerja sama yang tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga rekan kerja yang lain.

Mengapa Komunikasi Efektif di Tempat Kerja Sangat Penting?

Komunikasi efektif di tempat kerja, baik itu komunikasi internal maupun komunikasi eksternal, adalah salah satu kunci operasional bisnis yang berjalan efisien. Komunikasi efektif diartikan sebagai upaya pertukaran informasi yang dilakukan dengan cara yang efisien dan efektif. Dengan demikian, informasi tidak hanya tersampaikan, tetapi juga dapat dimengerti oleh lawan bicara.

Komunikasi yang baik juga dapat mencegah terjadinya konflik di tempat kerja. Karyawan dapat mendiskusikan berbagai masalah yang muncul dan membicarakan solusinya bersama-sama. Cara ini juga berguna untuk meningkatkan keterlibatan karyawan di tempat kerja, sehingga tidak ada karyawan yang merasa diabaikan. 

Hal yang tidak kalah penting adalah bagaimana komunikasi efektif berkontribusi dalam menciptakan lingkungan kerja yang ideal dan positif. Komunikasi terbuka berperan penting meningkatkan rasa percaya antar karyawan, sehingga hubungan kerja dapat terjaga dengan baik. 

Komunikasi efektif di internal perusahaan akan berdampak pada eksternal perusahaan, seperti mitra bisnis hingga klien. Dengan mampu memberikan informasi secara jelas dan responsif kepada mitra bisnis maupun pelanggan, perusahaan dapat meningkatkan loyalitas pelanggan hingga reputasi yang baik.

Apa Saja yang Menghambat Komunikasi Efektif di Tempat Kerja?

Beberapa faktor dapat menjadi masalah yang menghambat terwujudnya komunikasi efektif di tempat kerja, seperti:

  • Perbedaan Budaya: Karyawan dari berbagai daerah dapat menganut norma sosial yang berbeda-beda, termasuk cara berkomunikasi dan mengekspresikan diri. Hal ini seringkali dapat menghambat terjadinya komunikasi yang baik di tempat kerja.
  • Terlalu Banyak Informasi: Saat seseorang menerima terlalu banyak informasi, besar kemungkinan orang tersebut kewalahan dan tidak mampu memahami maksud informasi yang disampaikan. 
  • Informasi yang Tidak Jelas: Menyampaikan pesan yang tidak jelas, baik secara verbal maupun tertulis, dapat memicu terjadinya kesalahpahaman. 
  • Kurangnya Kemampuan Mendengarkan: Komunikasi bukan hanya tentang berbicara, tetapi juga mendengarkan lawan bicara dengan aktif. Hal ini bertujuan untuk memahami serta berempati dengan lawan bicara.
  • Perbedaan Bahasa: Hambatan seperti perbedaan bahasa sering terjadi di perusahaan internasional dengan karyawan dari berbagai belahan dunia. Meskipun memakai bahasa universal seperti bahasa Inggris, aspek seperti logat dan intonasi juga dapat menghambat komunikasi efektif.

Bagaimana Cara Melakukan Komunikasi Efektif di Tempat Kerja?

Komunikasi efektif sangat penting untuk menciptakan lingkungan kerja positif, sehingga dapat meningkatkan kepuasan karyawan hingga mengoptimalkan performa kerja karyawan. Beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menerapkan komunikasi efektif di lingkungan kerja adalah:

Lakukan Komunikasi Dua Arah

Komunikasi dua arah adalah proses di mana penyampaian pesan dilakukan oleh masing-masing pihak. Dalam hal ini, ketika satu pihak menyampaikan sesuatu, maka pihak lainnya perlu merespon sesuai dengan pesan yang disampaikan. Untuk melakukannya, tidak hanya diperlukan kemampuan berkomunikasi yang baik, tetapi juga kemampuan mendengarkan secara aktif. Komunikasi dua arah sangat penting dalam lingkungan kerja yang kolaboratif karena memungkinkan semua ide dan masukan dari karyawan dapat didengar dengan baik.

Bangun Kemampuan Komunikasi yang Baik

Komunikasi yang efektif dapat terwujud melalui kemampuan berkomunikasi yang baik. Kemampuan ini meliputi penyampaian informasi dengan konteks yang jelas serta memakai bahasa yang mudah dipahami untuk menghindari kesalahpahaman. Tidak hanya itu, Anda juga perlu menjaga etika komunikasi yang baik di tempat kerja dengan tidak memakai kata-kata yang kasar dan selalu bersikap sopan setiap saat, bahkan ketika menghadapi konflik.

Usahakan Berbicara Secara Langsung

Salah satu cara paling ampuh untuk menghindari miskomunikasi di tempat kerja adalah dengan berbicara secara tatap muka. Jika pengaturan kerja tidak memungkinkan untuk hal ini, seperti misalnya hybrid atau remote working, Anda dapat memakai video calling dengan kamera yang dinyalakan. Dengan berbicara secara langsung, lawan bicara tidak hanya mendengar apa yang Anda sampaikan, tetapi juga merasakannya melalui gestur seperti tatapan mata serta nada bicara. Cara ini juga penting untuk memastikan lawan bicara mengerti pesan yang disampaikan.

Perhatikan Gestur Tubuh dan Nada Bicara

Komunikasi efektif bukan hanya tentang apa yang Anda sampaikan, tetapi juga bagaimana Anda menyampaikannya. Saat berbicara secara langsung, gestur tubuh dan nada bicara menjadi lebih jelas di mata lawan bicara. Komunikasi efektif dapat diwujudkan melalui gestur tubuh seperti tatapan mata, ekspresi wajah yang ramah, postur duduk atau berdiri tegak, hingga posisi tangan terbuka. Pastikan juga nada bicara Anda tetap tenang dan stabil untuk menjaga komunikasi tetap kondusif.

Manfaatkan Aplikasi Komunikasi

Kecanggihan teknologi modern telah memungkinkan komunikasi dalam jarak jauh. Untuk perusahaan yang menerapkan pengaturan kerja hybrid atau remote working, aplikasi komunikasi sangat penting untuk menunjang komunikasi kerja sehari-hari. Mulai dari komunikasi tertulis melalui email dan chatting hingga komunikasi melalui telepon dan konferensi video, semua aplikasi ini bisa dimanfaatkan untuk mendukung penyampaian informasi yang efektif. 

Optimalkan Komunikasi dan Kolaborasi Tim Anda! Reservasi Ruang Meeting Effist Sekarang!

Komunikasi efektif di tempat kerja merupakan pondasi untuk membangun lingkungan kerja kolaboratif dan nyaman bagi semua karyawan. Salah satu penerapan komunikasi efektif bisa ditemukan saat melakukan meeting, baik dengan tim hingga dengan klien. Maka dari itu, sangat penting untuk memilih ruang meeting tepat demi menunjang komunikasi yang kondusif. 

Bagi Anda yang mencari ruang meeting profesional dan memadai, Effist Suite Office menawarkan layanan meeting room yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan komunikasi dan kolaborasi sehari-hari. Effist memastikan kelancaran meeting Anda dengan peralatan yang lengkap dan berkualitas tinggi, seperti proyektor LCD, akses internet berkecepatan tinggi, hingga fasilitas video konferensi. 

Effist juga menyediakan ruang meeting dalam berbagai ukuran untuk mewadahi semua partisipan dalam diskusi Anda. Tidak hanya itu, Anda dapat memilih berbagai paket ruang meeting dengan fasilitas beragam, mulai dari fasilitas makan siang, coffee break, air, mints, dan catatan gratis. 

Jangan ragu memilih layanan meeting room Effist Suite Office optimalkan komunikasi dan kolaborasi efektif di tempat kerja! Untuk informasi lebih lanjut seputar layanan meeting room, segera hubungi melalui email contact@effist.com

Editor: Cardila Ladini

7 Strategi Ampuh Kurangi Turnover Karyawan

11 June 2024

7 Strategi Ampuh Kurangi Turnover Karyawan

Keluar masuknya karyawan dari suatu perusahaan adalah hal yang normal terjadi. Namun, hal ini juga turut menggambarkan lingkungan kerja dan situasi perusahaan tersebut. Pergantian karyawan yang diukur melalui banyaknya karyawan yang keluar disebut sebagai turnover karyawan. 

Perusahaan dengan angka turnover yang tinggi sering dinilai sebagai perusahaan dengan lingkungan yang tidak sehat, sehingga banyak karyawannya yang tidak betah dan memutuskan untuk keluar. Maka dari itu, penting untuk memahami apa itu turnover karyawan serta strategi untuk mengatasi angka turnover agar tidak terlalu tinggi.

Apa yang Dimaksud Turnover Karyawan?

Pengertian turnover karyawan merujuk pada jumlah karyawan yang meninggalkan perusahaan pada periode waktu tertentu, biasanya dalam kurun satu tahun. Hal ini mencakup kepergian dari sisi karyawan atau penghentian dari sisi perusahaan, seperti pengunduran diri, pemutusan hubungan kerja, hingga pensiun. Angka turnover memberikan insight berharga tentang kesejahteraan karyawan selama bekerja di perusahaan tersebut.

Angka turnover karyawan yang tinggi artinya banyaknya karyawan yang meninggalkan perusahaan, sedangkan angka turnover yang rendah menunjukkan bahwa banyak karyawan yang bertahan dengan pekerjaannya saat ini. 

Apa Penyebab Terjadinya Turnover Karyawan?

Terdapat beberapa faktor yang membuat karyawan meninggalkan perusahaan, yaitu:

  • Gaji dan Tunjangan: Jika perusahaan menawarkan gaji dan tunjangan yang tidak setara dengan beban kerja, besar kemungkinan karyawan memilih untuk mencari perusahaan lain dengan kompensasi yang lebih baik.
  • Kurangnya Peluang Perkembangan Karir: Banyak karyawan menginginkan perkembangan karir selama bekerja di suatu perusahaan. Kurangnya peluang untuk mengembangkan karir, seperti misalnya promosi, menjadi penyebab terjadinya turnover.
  • Lingkungan Kerja yang Buruk: Lingkungan kerja ini dapat berupa lingkungan fisik (kebersihan kantor hingga kualitas fasilitas kantor) hingga rekan kerja. Karyawan dapat memutuskan untuk keluar jika lingkungan kerjanya buruk dan tidak suportif. 
  • Kurangnya Pengakuan/Feedback: Kurangnya pengakuan atau feedback dari atasan dan rekan kerja dapat membuat karyawan merasa tidak dihargai dan tidak dilibatkan dalam tim. 
  • Burnout: Burnout adalah rasa kelelahan yang disebabkan oleh stres berlebihan. Hal ini dapat disebabkan oleh beban kerja berlebihan, kurangnya dukungan, hingga lingkungan yang kurang suportif.

Bagaimana Cara Menghitung Turnover Karyawan?

Perhitungan turnover karyawan dapat dilakukan menurut periode waktu bulanan atau tahunan. Rumus pertama untuk menghitung turnover bulanan adalah:

Turnover Bulanan = (Jumlah Karyawan yang Berhenti Kerja / Rata-rata Jumlah Karyawan) x 100

Jumlah karyawan yang berhenti bekerja dalam rumus ini adalah jumlah karyawan yang tidak bekerja dalam kurun waktu satu bulan. Untuk menghitung rata-rata jumlah karyawan, Anda dapat memakai rumus:

Rata-rata Jumlah Karyawan = (Jumlah Karyawan Akhir Bulan – Jumlah Karyawan Awal Bulan)/2

Sementara rumus perhitungan turnover untuk periode tahunan adalah sebagai berikut:

Turnover Tahunan = (Total  Karyawan yang Berhenti Kerja / (Total Karyawan Awal Tahun + Akhir Tahun) / 2) x 100

Apa Dampak Terjadinya Turnover Karyawan yang Tinggi Bagi Perusahaan?

Meskipun turnover karyawan adalah hal yang normal terjadi, perusahaan perlu menjaga angka turnover agar tidak terlalu tinggi. Beberapa dampak yang terjadi jika perusahaan Anda memiliki angka turnover karyawan yang tinggi adalah:

  • Menghabiskan Biaya dan Waktu: Merekrut dan melatih karyawan baru untuk menggantikan karyawan yang keluar membutuhkan biaya dan waktu yang tidak sedikit. Turnover karyawan yang tinggi membuat kegiatan ini dilakukan cukup sering, sehingga berpotensi menghabiskan sumber daya waktu dan biaya yang dimiliki perusahaan.
  • Produktivitas Menurun: Turnover karyawan yang tinggi dapat memicu peningkatan beban kerja dari karyawan yang keluar untuk karyawan yang masih bekerja di perusahaan tersebut. Hal ini dapat menyebabkan menurunnya produktivitas operasional bisnis. Bahkan, karyawan dapat terpacu untuk ikut keluar karena tingginya angka turnover.
  • Rasa Takut: Angka turnover yang tinggi dapat menimbulkan rasa takut di antara karyawan yang masih bekerja di perusahaan tersebut, terutama rasa takut tentang keamanan pekerjaan mereka. Hal ini dapat menghambat fokus karyawan selama bekerja.
  • Kesulitan Merekrut: Perusahaan dengan angka turnover yang tinggi dapat merusak reputasi dan kredibilitas yang dibangun, sehingga sulit untuk merekrut calon karyawan yang kompeten. 

Bagaimana Cara Mengurangi Turnover Karyawan?

Beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi angka turnover agar berada dalam persentase yang normal adalah:

Rekrut Orang yang Tepat

Saat proses perekrutan calon karyawan baru, sangat penting untuk memilih karyawan yang tepat untuk perusahaan Anda, seperti memiliki kompetensi yang dibutuhkan serta nilai yang sejalan dengan perusahaan. Rekruter juga harus menjabarkan budaya perusahaan serta ekspektasi terhadap posisi yang sedang dibuka kepada calon karyawan. 

Tawarkan Kompensasi yang Sebanding

Kompensasi berupa gaji dan tunjangan adalah salah satu motivasi karyawan untuk bekerja optimal. Sangat penting bagi perusahaan untuk memantau tren gaji untuk posisi pekerjaan tertentu serta melengkapi tunjangan yang dapat ditawarkan kepada calon karyawan. Kompensasi yang kompetitif serta sebanding dengan beban kerja dapat menarik talenta terbaik untuk bergabung dengan perusahaan Anda.

Berikan Penghargaan dan Pengakuan

Penghargaan dan pengakuan atas pekerjaan yang sudah dilakukan dapat meningkatkan moral kerja karyawan di perusahaan. Karyawan pun akan merasa dihargai dan berkontribusi pada perkembangan perusahaan. Ucapan sederhana seperti “terima kasih” hingga catatan kecil sebagai bentuk apresiasi dapat diberikan sebagai bentuk penghargaan kepada karyawan Anda.

Kembangkan Budaya Perusahaan yang Positif

Karyawan dapat bekerja produktif jika berada di lingkungan kerja yang nyaman dan suportif. Dalam hal ini, Anda dapat mendorong budaya untuk berkomunikasi dan mendengarkan secara aktif antar rekan kerja maupun antara atasan dan bawahan. Budaya kerja yang positif juga dapat berupa kesempatan untuk mengembangkan karir, hingga pengaturan kerja yang fleksibel seperti remote atau hybrid working.

Utamakan Work-Life Balance

Work-life balance adalah salah satu upaya untuk mencegah burnout selama bekerja. Pengaturan kerja seperti jadwal kerja fleksibel hingga remote dan hybrid working adalah beberapa cara yang ditawarkan perusahaan untuk mencapai work-life balance yang lebih baik bagi karyawan. 

Berikan Kesempatan untuk Pengembangan Karir

Salah satu penyebab karyawan meninggalkan perusahaan adalah tidak adanya peluang untuk mengembangkan karir. Untuk mengatasi angka turnover yang tinggi, Anda perlu menetapkan alur perkembangan karir yang jelas. Perkembangan ini dapat meliputi tanggung jawab yang lebih rumit, kompensasi yang lebih baik, hingga posisi yang lebih prestisius. 

Lakukan Exit Interview

Exit interview adalah jenis wawancara antara perusahaan dengan karyawan yang akan keluar dari perusahaan. Tujuan dari exit interview adalah untuk mengumpulkan feedback, pengalaman positif dan negatif karyawan selama bekerja, hingga alasan keluarnya karyawan dari perusahaan. Cara ini akan membantu perusahaan untuk meningkatkan kualitas operasional bisnis serta mengidentifikasi akar masalah dari turnover karyawan.

Dorong Semangat Kerja Karyawan Anda dengan Kantor yang Nyaman dan Inspiratif di Effist Suite Office!

Lingkungan kerja yang nyaman dan inspiratif turut berkontribusi dalam mengurangi angka turnover karyawan. Maka dari itu, Effist Suite Office dengan layanan serviced office hadir sebagai solusi dengan menyediakan ruang kerja yang dirancang khusus untuk meningkatkan semangat dan produktivitas karyawan. Fasilitas kantor kami meliputi ruang kerja profesional dan kondusif, internet berkecepatan tinggi, lounge, pantry, hingga ruang meeting dalam berbagai ukuran untuk mewadahi diskusi aktif dengan klien maupun tim kerja Anda. 

Memilih layanan sewa kantor Effist Suite Office adalah investasi jangka panjang untuk memaksimalkan kenyamanan kerja karyawan Anda. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi email contact@effist.com.

Editor: Cardila Ladini

5 Tips Terbaik Mengalahkan Prokrastinasi

07 June 2024

5 Tips Terbaik Mengalahkan Prokrastinasi

Pernahkah Anda lebih memilih bermain media sosial dibandingkan harus menyelesaikan suatu tugas atau pekerjaan? Atau pernahkah Anda lebih memilih untuk mengucap “nanti” daripada harus melakukan suatu pekerjaan sekarang juga? Hal-hal seperti ini adalah contoh dari sikap menunda-nunda atau prokrastinasi. Semua orang dari berbagai kalangan usia maupun jenis kelamin dapat mengalami situasi prokrastinasi dalam hidup mereka.

Jika dibiarkan terus-menerus, prokrastinasi dapat menyulitkan diri sendiri hingga menghambat perkembangan diri. Kenali lebih lanjut tentang apa itu prokrastinasi, faktor penyebabnya, dampak, serta strategi untuk mengalahkan sikap menunda-nunda ini.

Apa itu Prokrastinasi?

Prokrastinasi adalah tindakan menunda tugas atau pekerjaan hingga detik-detik terakhir atau melewati tenggat waktu. Tindakan ini dilakukan oleh banyak orang tanpa memandang usia maupun jenis kelamin. Sikap menunda sesuatu ini dapat dilakukan dengan sengaja maupun tidak disengaja. Terkadang, orang yang melakukan prokrastinasi mencari distraksi meskipun mengetahui akibat dari melakukan tindakan tersebut. 

Prokrastinasi banyak dikaitkan dengan stres, depresi, rasa bersalah, rendahnya rasa percaya diri, hingga rasa kurang mampu. Prokrastinasi lebih dari sekedar rasa malas, melainkan mekanisme diri untuk menghindari sesuatu dibandingkan harus menghadapinya. 

Apa Saja Ciri-Ciri Orang yang Melakukan Prokrastinasi?

Seseorang yang melakukan prokrastinasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Merasa memiliki banyak waktu untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, sehingga memilih untuk menundanya hingga detik terakhir.
  • Merasa kewalahan dengan tugas-tugas yang perlu dikerjakan.
  • Merasa membutuhkan banyak waktu untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan.
  • Tidak yakin atau percaya diri dengan kemampuan diri sendiri saat akan mengerjakan suatu pekerjaan.
  • Memilih untuk menunda-nunda dalam mengerjakan suatu pekerjaan.
  • Memilih kegiatan lain yang tidak penting dibandingkan mengerjakan tugas yang perlu diselesaikan.
  • Menyia-nyiakan waktu hanya untuk memikirkan cara paling mudah dalam melakukan suatu pekerjaan.

Apa Penyebab Orang Melakukan Prokrastinasi?

Prokrastinasi dapat disebabkan oleh beberapa faktor berikut:

  • Sifat Perfeksionis: Seseorang memilih menunda pekerjaannya karena takut tidak mampu memenuhi standar atau takut membuat kesalahan. Sifat perfeksionis ini membuat pekerjaan menjadi terhambat demi mencapai kesempurnaan.
  • Takut Gagal: Takut akan kegagalan dapat membuat seseorang menghindari pekerjaannya dibandingkan harus menghadapinya. Faktor ini berkaitan dengan rasa percaya diri atau sifat perfeksionis.
  • Rendahnya Rasa Percaya Diri: Rasa percaya diri yang rendah membuat seseorang merasa tidak mampu menyelesaikan suatu pekerjaan atau memenuhi ekspektasi, sehingga memilih untuk menunda pekerjaan.
  • Kecemasan dan Stres: Kondisi seperti kecemasan dan stres dapat membuat seseorang merasa mudah kewalahan saat mengerjakan sebuah pekerjaan, sehingga memicu terjadinya prokrastinasi.
  • Depresi: Depresi sering membuat seseorang tidak tertarik untuk melakukan sesuatu, sehingga menyebabkan terjadinya prokrastinasi.
  • Kurangnya Motivasi: Seseorang yang merasa tidak termotivasi untuk menyelesaikan pekerjaan akan memilih untuk menundanya hingga detik-detik terakhir. Hal ini biasa dikaitkan dengan pekerjaan yang terlalu repetitif atau mengalami burnout.

Apa Saja Dampak dari Prokrastinasi?

Semua orang melakukan prokrastinasi dengan cara yang berbeda-beda. Tetapi, jika dibiarkan terus-menerus, sikap menunda-nunda ini akan berdampak pada produktivitas dan kebahagiaan dalam hidup. Beberapa dampak yang dapat ditimbulkan dari prokrastinasi adalah:

Karir yang Hancur

Karyawan direkrut oleh perusahaan bersama dengan serangkaian ekspektasi yang diberikan untuk mewujudkan perkembangan bisnis berkelanjutan. Akan tetapi, sikap menunda-nunda seringkali menyulitkan karyawan untuk memenuhi ekspektasi tersebut. Prokrastinasi juga dapat membuat karyawan merasa kewalahan saat mengerjakan pekerjaan lainnya. Hal ini berpotensi menghancurkan karir yang sudah dibangun.

Menurunnya Rasa Percaya Diri

Salah satu penyebab terjadinya prokrastinasi adalah rendahnya rasa percaya diri, di mana seseorang merasa tidak mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Maka dari itu, selalu menunda-nunda hanya akan meningkatkan keraguan terhadap diri sendiri. Maka dari itu, prokrastinasi merupakan sebuah siklus jahat yang dapat menghambat diri menuju kesuksesan.

Rusaknya Reputasi Pribadi

Bayangkan Anda diminta untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, tetapi Anda tidak melakukannya karena memilih untuk menunda-nunda hingga menit terakhir. Sikap menunda seperti ini berisiko menghancurkan reputasi diri sendiri di mata orang lain. Anda akan dinilai tidak bisa diandalkan dan tidak dapat bekerja dengan baik. Orang lain akan sulit mempercayakan Anda dengan pekerjaan atau kesempatan baru karena sikap menunda ini.

Membahayakan Kesehatan Mental dan Fisik

Terlalu sering melakukan prokrastinasi berpotensi menimbulkan stres hingga rasa kecemasan. Pada akhirnya, Anda akan mudah merasa kewalahan saat mengerjakan sesuatu. Puncaknya, Anda berisiko mengalami depresi. Semakin Anda merasa depresi, maka akan semakin sulit untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Kondisi seperti ini juga berisiko merusak kesehatan fisik.

Melewatkan Kesempatan Bagus

Anda mungkin familiar dengan istilah “kesempatan hanya datang sekali”. Nyatanya, kesempatan bagus tidak selalu datang saat Anda membutuhkannya. Kesempatan tersebut juga sulit untuk datang dua kali. Anda mungkin tidak menyadari bahwa kesempatan itu dapat mengubah hidup Anda. Maka dari itu, prokrastinasi dapat membuat Anda menyia-nyiakan berbagai kesempatan yang muncul dalam hidup. 

Bagaimana Cara Mengatasi Prokrastinasi?

Ikuti strategi berikut ini untuk mengatasi prokrastinasi dalam kehidupan sehari-hari:

Hilangkan Distraksi

Prokrastinasi terjadi ketika Anda lebih memilih distraksi daripada menyelesaikan pekerjaan yang ada di depan mata. Maka dari itu, langkah pertama dalam mengatasi sikap menunda-nunda adalah dengan menghilangkan distraksi yang muncul. Misal, jika Anda terdistraksi oleh handphone, maka Anda bisa menyingkirkan handphone saat mulai mengerjakan sesuatu. Hal ini akan membantu Anda lebih fokus saat menyelesaikan suatu pekerjaan.

Ubah Mindset Anda

Prokrastinasi berkaitan erat dengan mindset, terutama mindset negatif yang menghambat motivasi Anda untuk menyelesaikan sesuatu. Dalam hal ini, penting untuk mengubah mindset Anda menjadi lebih positif dan meyakini diri sendiri bahwa Anda mampu menyelesaikan tersebut tanpa harus menunda-nunda. Buat monolog kecil di dalam kepala untuk memotivasi diri dalam menghadapi pekerjaan yang perlu diselesaikan.

Buat To-Do List

Jika prokrastinasi Anda disebabkan oleh rasa kewalahan, Anda dapat membuat rencana atau to-do list berisi pekerjaan yang ingin dikerjakan dalam satu hari. To-do list akan membantu Anda memetakan pekerjaan menjadi tugas-tugas kecil yang mudah diselesaikan. Cara ini juga membantu Anda dalam mengalokasikan waktu untuk tiap pekerjaan, sehingga lebih mudah untuk menciptakan ekspektasi yang realistis untuk diri sendiri.

Ciptakan Lingkungan yang Membantu Konsentrasi

Lingkungan akan sangat mempengaruhi bagaimana Anda menyelesaikan suatu pekerjaan. Misal, dikelilingi oleh orang-orang yang mengajak berbicara hanya akan menyulitkan Anda dalam berfokus menyelesaikan pekerjaan. Lingkungan kerja yang ideal dapat memotivasi Anda untuk segera menyelesaikan pekerjaan. Sebagai contoh, jika orang-orang di sekitar Anda fokus untuk mengerjakan suatu pekerjaan, Anda mungkin termotivasi untuk melakukan hal yang sama.

Tentukan Hadiah Sebagai Bentuk Motivasi

Prokrastinasi berkaitan erat dengan kurangnya motivasi dalam menyelesaikan pekerjaan. Maka dari itu, Anda dapat menentukan hadiah sebagai penghargaan untuk diri sendiri setelah menuntaskan sebuah tugas. Misal, Anda berjanji untuk membeli makanan favorit atau menonton film favorit setelah selesai mengerjakan suatu tugas. Bentuk antisipasi ini dapat mendorong Anda untuk melawan prokrastinasi.

Shared Desk: Ruang Kerja Nyaman, Tenang, dan Kondusif untuk Fokus Bekerja!

Salah satu cara untuk mengalahkan prokrastinasi adalah dengan berada di lingkungan yang produktif untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Dengan demikian, Anda dapat membangun motivasi untuk segera menuntaskan pekerjaan secara optimal. Maka dari itu, layanan shared desk dari Effist Suite Office dapat menjadi solusi sebagai ruang kerja yang tenang dan kondusif untuk bekerja.

Layanan shared desk memungkinkan Anda untuk berbagi ruang kerja dengan karyawan dari perusahaan lain. Dengan shared desk, Anda akan lebih mudah melakukan networkin  dan menjalin relasi bisnis dengan orang-orang produktif. Anda juga akan mendapatkan sarana dan prasarana lengkap untuk menunjang produktivitas sehari-hari, mulai dari ruang kantor modern, pantry, lounge, serta lingkungan kerja yang bersih dan nyaman. 

Jangan ragu untuk memilih layanan shared desk dari Effist Suite Office untuk tingkatkan performa kerja dan mengatasi prokrastinasi selama bekerja. Untuk informasi lebih lanjut seputar layanan shared desk, segera hubungi kami melalui email contact@effist.com

Editor: Cardila Ladini