News and Article

5 Tips Optimalkan Penerapan Fleksibilitas Kerja

Dunia kerja modern menyaksikan kebutuhan untuk menyeimbangkan kehidupan profesional dan pribadi yang kian meningkat. Salah satu langkah untuk mewujudkan kebutuhan ini adalah melalui fleksibilitas kerja. Cara ini memungkinkan karyawan untuk mengatur sendiri jam, tempat, serta bagaimana melakukan pekerjaan yang diberikan. 

Konsep fleksibilitas kerja adalah sebuah pendekatan baru yang meninggalkan sistem kerja tradisional, di mana karyawan harus bekerja di kantor selama 9 jam dalam 5 hari kerja. Namun, penting untuk mengetahui cara mengelola fleksibilitas kerja agar memberikan hasil nyata dan sama efektifnya seperti bekerja di kantor. Dengan demikian, perusahaan dapat mempercayai karyawan untuk bekerja optimal tanpa pengawasan ketat.

Mengapa Fleksibilitas Kerja Penting Bagi Karyawan?

Sistem kerja yang fleksibel merupakan sebuah keuntungan yang diharapkan banyak karyawan. Dua contoh dari penerapan fleksibilitas kerja adalah sistem remote atau hybrid working. Penerapan sistem kerja ini dapat mengurangi stres karena kemacetan jalan saat pulang pergi bekerja atau karena jadwal kerja yang padat. Hasilnya, karyawan akan lebih bahagia, sehingga meningkatkan efisiensi kerja dan memberikan hasil yang lebih berkualitas.

Keseimbangan Kerja dan Kehidupan Pribadi

Work-life balance atau keseimbangan kehidupan profesional dan pribadi merujuk pada cara mengelola waktu dan energi untuk menjalankan komitmen di kehidupan profesional dan pribadi. Sistem kerja yang fleksibel dapat mewujudkan keseimbangan ini. Fleksibilitas kerja membebaskan karyawan untuk mengatur sendiri jadwal kerja mereka, sehingga lebih mudah dalam mengelola kegiatan pribadi tanpa mengganggu jam kerja yang sudah dibuat. 

Meningkatkan Produktivitas dan Kreativitas

Sistem kerja yang fleksibel memberikan karyawan kontrol lebih terhadap pekerjaan mereka. Pemilihan waktu dan tempat untuk bekerja dapat menciptakan suasana positif, sehingga meningkatkan produktivitas dan mengurangi stres atau burnout. Jadwal kerja yang lebih fleksibel juga memudahkan karyawan untuk mengeksplorasi ide-ide baru tanpa harus terikat oleh jadwal kerja yang kaku.

Mengurangi Stres dan Meningkatkan Kepuasan Kerja

Tidak jarang pekerjaan dapat menimbulkan stres bagi karyawan. Penyebabnya dapat berupa beban kerja yang berlebihan, lingkungan kerja yang tidak sehat, rekan kerja yang kurang suportif, bahkan hiruk pikuk kemacetan di jalan. Stres akan berdampak pada menurunnya produktivitas dan kualitas hasil kerja. 

Pengaturan kerja yang fleksibel cenderung menyesuaikan dengan kondisi karyawan, sehingga berpotensi mendorong kepuasan karyawan. Karyawan yang puas dan bahagia akan lebih produktif dalam menyelesaikan pekerjaan, sehingga efisiensi kerja dapat meningkat secara signifikan.

Apa Saja Hambatan yang Mungkin Dihadapi dalam Mencapai Fleksibilitas Kerja?

Fleksibilitas kerja seringkali ditolak untuk diterapkan di sebuah organisasi karena kurangnya kepercayaan kepada karyawan hingga kesulitan melacak kinerja karyawan. Hal ini dapat menghambat penerapan fleksibilitas kerja. Hambatan lainnya yang mungkin dihadapi adalah:

Kesulitan dalam Menjaga Batas Antara Kerja dan Kehidupan Pribadi

Fleksibilitas kerja sering mendorong karyawan untuk bekerja di luar jam kerja karena kemudahan bekerja kapan saja dan di mana saja. Hasilnya, pekerjaan terasa tidak kenal waktu, sehingga karyawan tidak memiliki cukup waktu untuk beristirahat. Fleksibilitas yang seharusnya memberikan kemudahan selama bekerja justru menjadi kesulitan yang mendatangkan stres.

Komunikasi yang Kurang Efektif dalam Lingkungan Kerja Fleksibel

Lingkungan kerja fleksibel melepaskan karyawan untuk bekerja dengan jadwal tersendiri tanpa pengawasan. Tidak jarang karyawan menjadi sulit dihubungi terkait pekerjaan di jam kerja. Hal ini dapat disebabkan oleh karyawan yang seringkali tidak hadir atau tidak siap untuk dihubungi. Komunikasi pun menjadi kurang efektif dan berpotensi menimbulkan miskomunikasi hingga mengurangi bonding di dalam tim.

Tips untuk Mengelola Fleksibilitas Kerja dengan Baik

Sistem kerja fleksibel memberikan kenyamanan dan kemudahan dalam melakukan pekerjaan. Namun, penting untuk mengetahui bagaimana mengelola fleksibilitas kerja dengan baik agar mendapatkan hasil kerja yang optimal. Simak tips di bawah ini untuk memaksimalkan produktivitas saat menerapkan fleksibilitas kerja:

Komunikasi yang Teratur

Remote atau hybrid working pada sistem kerja fleksibel membuat karyawan tidak aktif berkomunikasi seperti di kantor. Namun, bukan hal yang mustahil untuk menerapkan komunikasi yang teratur. Banyaknya opsi teknologi untuk komunikasi secara online, seperti Slack dan Zoom, tidak lagi menjadi alasan terjadinya miskomunikasi. Manfaatkan platform online untuk berdiskusi atau merencanakan meeting secara remote untuk memudahkan komunikasi antar karyawan. 

Tetapkan Kebijakan yang Pasti

Sebelum menerapkan fleksibilitas kerja, penting bagi perusahaan untuk menetapkan kebijakan yang jelas untuk mengatur bagaimana sistem kerja ini dapat berlangsung. Dengan demikian, karyawan dapat menyesuaikan jadwal kerja sesuai dengan kebijakan yang ada. Misalnya adalah menetapkan jumlah jam kerja, seperti 8 jam kerja per hari. Karyawan dapat mengatur jam kerja sendiri dengan tetap memenuhi peraturan jumlah jam kerja tersebut. Kebijakan ini juga meliputi alur kerja yang perlu diikuti karyawan agar tetap terorganisir.

Buat Batasan yang Jelas

Tanpa batasan yang jelas dalam sistem kerja fleksibel, karyawan dapat menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja, bahkan merampas waktu untuk mengelola keperluan pribadi. Hal ini justru berdampak pada meningkatnya stres. Batasan ini dapat berupa penetapan jam kerja, di mana karyawan mengoptimalkan kinerja di jam-jam tersebut. Di sisi lain, setelah jam kerja berakhir, karyawan tidak dapat diganggu lagi terkait pekerjaan. Batasan ini bermanfaat untuk mengurangi risiko burnout dan menyimpan energi lebih untuk melakukan kegiatan lain.

Gunakan Teknologi yang Mengakomodasi Fleksibilitas Kerja

Saat ini, teknologi modern berperan dalam memudahkan berbagai proses operasional bisnis. Jika Anda ingin menerapkan lingkungan kerja yang fleksibel, penting untuk mempertimbangkan software untuk mewadahi proses operasional bisnis secara online, seperti software berbasis cloud atau platform online untuk berkomunikasi. Dengan demikian, karyawan Anda dapat melakukan pekerjaan di mana saja dan kapan saja menggunakan perangkat dengan koneksi internet. 

Fokus dalam Mengukur Hasil Kerja

Sistem kerja yang fleksibel tidak lagi memusingkan bagaimana karyawan menyelesaikan pekerjaan, melainkan seperti apa kualitas output yang dihasilkan. Hal ini dapat menjadi  tolak ukur untuk menilai performa karyawan dalam lingkungan yang lebih bebas. Anda juga bisa mengukur keberhasilan penerapan fleksibilitas kerja melalui aspek peningkatan produktivitas, kepuasan karyawan, hingga kualitas output yang dihasilkan.

Ingin Bekerja dari Mana Saja dan Kapan Saja? Virtual Office Solusinya!

Fleksibilitas kerja tidak hanya menguntungkan karyawan, tetapi juga perusahaan. Kemudahan untuk bekerja di mana saja dan kapan saja membuat perusahaan tidak perlu memiliki kantor fisik, sehingga mengurangi budget yang diperlukan untuk mengelola sebuah kantor. Maka dari itu, virtual office dari Effist Suite Office dapat menjadi solusi untuk memfasilitasi fleksibilitas kerja. 

Walaupun tidak memiliki kantor fisik, virtual office memungkinkan Anda dalam menjalankan bisnis secara profesional, seperti dengan layanan administrasi yang memadai, fasilitas ruang meeting, hingga alamat resmi di lokasi strategis untuk meningkatkan reputasi perusahaan. Mengandalkan virtual office dari Effist Suite Office akan mendukung perusahaan dalam mewujudkan budaya kerja baru yang lebih memperhatikan kesejahteraan karyawan, sehingga mengoptimalkan produktivitas secara signifikan.

Bagi Anda yang ingin menerapkan sistem kerja fleksibel melalui virtual office, segera hubungi Effist Suite Office pada email contact@effist.com untuk informasi lebih lanjut.

Editor: Cardila Ladini