News and Article

5 Tips Terbaik Mengalahkan Prokrastinasi

Pernahkah Anda lebih memilih bermain media sosial dibandingkan harus menyelesaikan suatu tugas atau pekerjaan? Atau pernahkah Anda lebih memilih untuk mengucap “nanti” daripada harus melakukan suatu pekerjaan sekarang juga? Hal-hal seperti ini adalah contoh dari sikap menunda-nunda atau prokrastinasi. Semua orang dari berbagai kalangan usia maupun jenis kelamin dapat mengalami situasi prokrastinasi dalam hidup mereka.

Jika dibiarkan terus-menerus, prokrastinasi dapat menyulitkan diri sendiri hingga menghambat perkembangan diri. Kenali lebih lanjut tentang apa itu prokrastinasi, faktor penyebabnya, dampak, serta strategi untuk mengalahkan sikap menunda-nunda ini.

Apa itu Prokrastinasi?

Prokrastinasi adalah tindakan menunda tugas atau pekerjaan hingga detik-detik terakhir atau melewati tenggat waktu. Tindakan ini dilakukan oleh banyak orang tanpa memandang usia maupun jenis kelamin. Sikap menunda sesuatu ini dapat dilakukan dengan sengaja maupun tidak disengaja. Terkadang, orang yang melakukan prokrastinasi mencari distraksi meskipun mengetahui akibat dari melakukan tindakan tersebut. 

Prokrastinasi banyak dikaitkan dengan stres, depresi, rasa bersalah, rendahnya rasa percaya diri, hingga rasa kurang mampu. Prokrastinasi lebih dari sekedar rasa malas, melainkan mekanisme diri untuk menghindari sesuatu dibandingkan harus menghadapinya. 

Apa Saja Ciri-Ciri Orang yang Melakukan Prokrastinasi?

Seseorang yang melakukan prokrastinasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Merasa memiliki banyak waktu untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, sehingga memilih untuk menundanya hingga detik terakhir.
  • Merasa kewalahan dengan tugas-tugas yang perlu dikerjakan.
  • Merasa membutuhkan banyak waktu untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan.
  • Tidak yakin atau percaya diri dengan kemampuan diri sendiri saat akan mengerjakan suatu pekerjaan.
  • Memilih untuk menunda-nunda dalam mengerjakan suatu pekerjaan.
  • Memilih kegiatan lain yang tidak penting dibandingkan mengerjakan tugas yang perlu diselesaikan.
  • Menyia-nyiakan waktu hanya untuk memikirkan cara paling mudah dalam melakukan suatu pekerjaan.

Apa Penyebab Orang Melakukan Prokrastinasi?

Prokrastinasi dapat disebabkan oleh beberapa faktor berikut:

  • Sifat Perfeksionis: Seseorang memilih menunda pekerjaannya karena takut tidak mampu memenuhi standar atau takut membuat kesalahan. Sifat perfeksionis ini membuat pekerjaan menjadi terhambat demi mencapai kesempurnaan.
  • Takut Gagal: Takut akan kegagalan dapat membuat seseorang menghindari pekerjaannya dibandingkan harus menghadapinya. Faktor ini berkaitan dengan rasa percaya diri atau sifat perfeksionis.
  • Rendahnya Rasa Percaya Diri: Rasa percaya diri yang rendah membuat seseorang merasa tidak mampu menyelesaikan suatu pekerjaan atau memenuhi ekspektasi, sehingga memilih untuk menunda pekerjaan.
  • Kecemasan dan Stres: Kondisi seperti kecemasan dan stres dapat membuat seseorang merasa mudah kewalahan saat mengerjakan sebuah pekerjaan, sehingga memicu terjadinya prokrastinasi.
  • Depresi: Depresi sering membuat seseorang tidak tertarik untuk melakukan sesuatu, sehingga menyebabkan terjadinya prokrastinasi.
  • Kurangnya Motivasi: Seseorang yang merasa tidak termotivasi untuk menyelesaikan pekerjaan akan memilih untuk menundanya hingga detik-detik terakhir. Hal ini biasa dikaitkan dengan pekerjaan yang terlalu repetitif atau mengalami burnout.

Apa Saja Dampak dari Prokrastinasi?

Semua orang melakukan prokrastinasi dengan cara yang berbeda-beda. Tetapi, jika dibiarkan terus-menerus, sikap menunda-nunda ini akan berdampak pada produktivitas dan kebahagiaan dalam hidup. Beberapa dampak yang dapat ditimbulkan dari prokrastinasi adalah:

Karir yang Hancur

Karyawan direkrut oleh perusahaan bersama dengan serangkaian ekspektasi yang diberikan untuk mewujudkan perkembangan bisnis berkelanjutan. Akan tetapi, sikap menunda-nunda seringkali menyulitkan karyawan untuk memenuhi ekspektasi tersebut. Prokrastinasi juga dapat membuat karyawan merasa kewalahan saat mengerjakan pekerjaan lainnya. Hal ini berpotensi menghancurkan karir yang sudah dibangun.

Menurunnya Rasa Percaya Diri

Salah satu penyebab terjadinya prokrastinasi adalah rendahnya rasa percaya diri, di mana seseorang merasa tidak mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik. Maka dari itu, selalu menunda-nunda hanya akan meningkatkan keraguan terhadap diri sendiri. Maka dari itu, prokrastinasi merupakan sebuah siklus jahat yang dapat menghambat diri menuju kesuksesan.

Rusaknya Reputasi Pribadi

Bayangkan Anda diminta untuk menyelesaikan suatu pekerjaan, tetapi Anda tidak melakukannya karena memilih untuk menunda-nunda hingga menit terakhir. Sikap menunda seperti ini berisiko menghancurkan reputasi diri sendiri di mata orang lain. Anda akan dinilai tidak bisa diandalkan dan tidak dapat bekerja dengan baik. Orang lain akan sulit mempercayakan Anda dengan pekerjaan atau kesempatan baru karena sikap menunda ini.

Membahayakan Kesehatan Mental dan Fisik

Terlalu sering melakukan prokrastinasi berpotensi menimbulkan stres hingga rasa kecemasan. Pada akhirnya, Anda akan mudah merasa kewalahan saat mengerjakan sesuatu. Puncaknya, Anda berisiko mengalami depresi. Semakin Anda merasa depresi, maka akan semakin sulit untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Kondisi seperti ini juga berisiko merusak kesehatan fisik.

Melewatkan Kesempatan Bagus

Anda mungkin familiar dengan istilah “kesempatan hanya datang sekali”. Nyatanya, kesempatan bagus tidak selalu datang saat Anda membutuhkannya. Kesempatan tersebut juga sulit untuk datang dua kali. Anda mungkin tidak menyadari bahwa kesempatan itu dapat mengubah hidup Anda. Maka dari itu, prokrastinasi dapat membuat Anda menyia-nyiakan berbagai kesempatan yang muncul dalam hidup. 

Bagaimana Cara Mengatasi Prokrastinasi?

Ikuti strategi berikut ini untuk mengatasi prokrastinasi dalam kehidupan sehari-hari:

Hilangkan Distraksi

Prokrastinasi terjadi ketika Anda lebih memilih distraksi daripada menyelesaikan pekerjaan yang ada di depan mata. Maka dari itu, langkah pertama dalam mengatasi sikap menunda-nunda adalah dengan menghilangkan distraksi yang muncul. Misal, jika Anda terdistraksi oleh handphone, maka Anda bisa menyingkirkan handphone saat mulai mengerjakan sesuatu. Hal ini akan membantu Anda lebih fokus saat menyelesaikan suatu pekerjaan.

Ubah Mindset Anda

Prokrastinasi berkaitan erat dengan mindset, terutama mindset negatif yang menghambat motivasi Anda untuk menyelesaikan sesuatu. Dalam hal ini, penting untuk mengubah mindset Anda menjadi lebih positif dan meyakini diri sendiri bahwa Anda mampu menyelesaikan tersebut tanpa harus menunda-nunda. Buat monolog kecil di dalam kepala untuk memotivasi diri dalam menghadapi pekerjaan yang perlu diselesaikan.

Buat To-Do List

Jika prokrastinasi Anda disebabkan oleh rasa kewalahan, Anda dapat membuat rencana atau to-do list berisi pekerjaan yang ingin dikerjakan dalam satu hari. To-do list akan membantu Anda memetakan pekerjaan menjadi tugas-tugas kecil yang mudah diselesaikan. Cara ini juga membantu Anda dalam mengalokasikan waktu untuk tiap pekerjaan, sehingga lebih mudah untuk menciptakan ekspektasi yang realistis untuk diri sendiri.

Ciptakan Lingkungan yang Membantu Konsentrasi

Lingkungan akan sangat mempengaruhi bagaimana Anda menyelesaikan suatu pekerjaan. Misal, dikelilingi oleh orang-orang yang mengajak berbicara hanya akan menyulitkan Anda dalam berfokus menyelesaikan pekerjaan. Lingkungan kerja yang ideal dapat memotivasi Anda untuk segera menyelesaikan pekerjaan. Sebagai contoh, jika orang-orang di sekitar Anda fokus untuk mengerjakan suatu pekerjaan, Anda mungkin termotivasi untuk melakukan hal yang sama.

Tentukan Hadiah Sebagai Bentuk Motivasi

Prokrastinasi berkaitan erat dengan kurangnya motivasi dalam menyelesaikan pekerjaan. Maka dari itu, Anda dapat menentukan hadiah sebagai penghargaan untuk diri sendiri setelah menuntaskan sebuah tugas. Misal, Anda berjanji untuk membeli makanan favorit atau menonton film favorit setelah selesai mengerjakan suatu tugas. Bentuk antisipasi ini dapat mendorong Anda untuk melawan prokrastinasi.

Shared Desk: Ruang Kerja Nyaman, Tenang, dan Kondusif untuk Fokus Bekerja!

Salah satu cara untuk mengalahkan prokrastinasi adalah dengan berada di lingkungan yang produktif untuk menyelesaikan suatu pekerjaan. Dengan demikian, Anda dapat membangun motivasi untuk segera menuntaskan pekerjaan secara optimal. Maka dari itu, layanan shared desk dari Effist Suite Office dapat menjadi solusi sebagai ruang kerja yang tenang dan kondusif untuk bekerja.

Layanan shared desk memungkinkan Anda untuk berbagi ruang kerja dengan karyawan dari perusahaan lain. Dengan shared desk, Anda akan lebih mudah melakukan networkin  dan menjalin relasi bisnis dengan orang-orang produktif. Anda juga akan mendapatkan sarana dan prasarana lengkap untuk menunjang produktivitas sehari-hari, mulai dari ruang kantor modern, pantry, lounge, serta lingkungan kerja yang bersih dan nyaman. 

Jangan ragu untuk memilih layanan shared desk dari Effist Suite Office untuk tingkatkan performa kerja dan mengatasi prokrastinasi selama bekerja. Untuk informasi lebih lanjut seputar layanan shared desk, segera hubungi kami melalui email contact@effist.com

Editor: Cardila Ladini