News and Article

Pengertian Bisnis Agency dan Cara Mendirikannya

07 April 2025

Pengertian Bisnis Agency dan Cara Mendirikannya

Perusahaan agency menjadi salah satu tren bisnis yang populer dirintis di kalangan pengusaha muda. Popularitas ini didorong oleh semakin meningkatnya kebutuhan perusahaan untuk fokus pada kegiatan bisnis utama mereka, sementara aspek lain dalam bisnis ditangani oleh tenaga ahli yang lebih berpengalaman. Kerja sama dengan bisnis agency merupakan cara perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengalokasikan sumber daya mereka dengan lebih baik. Kenali lebih lanjut tentang apa itu bisnis agency, jenis-jenisnya, serta strategi memulai bisnis agency.

Apa Itu Bisnis Agency?

Bisnis agency adalah jenis perusahaan yang menyediakan layanan keahlian jasa kepada klien mereka. Agency umumnya menawarkan layanan mereka kepada sebuah perusahaan untuk menangani segmen tertentu di dalam bisnis mereka, seperti misalnya menangani bagian marketing atau public relations. Dibandingkan menjual produk, model bisnis agency menjual keahlian dan jasa untuk membantu perusahaan mencapai tujuan bisnis mereka. 

Bagaimana Cara Kerja Bisnis Agency?

Agency beroperasi dengan menyediakan layanan spesialisasi untuk perusahaan klien, di mana mereka menangani aktivitas bisnis tertentu yang diperlukan perusahaan klien. Cara kerja agency dimulai dengan memahami kebutuhan dan tujuan klien serta merancang strategi yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. Setelah tahap perencanaan, agency akan mulai melaksanakan strategi yang telah disusun. Hal ini mencakup pengaturan proyek, pengelolaan sumber daya, serta pemantauan progress untuk memastikan bahwa semua aspek berjalan sesuai rencana. Agency akan berkoordinasi dengan berbagai tim yang terlibat di dalam proyek, seperti tim kreatif atau developer. Dengan pengelolaan yang efisien, agency berupaya mencapai hasil optimal untuk klien. Agency juga perlu beradaptasi jika terjadi perubahan dalam kebutuhan atau muncul kendala selama proyek berlangsung.Setelah proyek selesai, agency akan melakukan evaluasi untuk menilai keberhasilan proyek dan dampaknya terhadap klien. Agency akan mengumpulkan feedback dari klien untuk mengetahui area yang perlu ditingkatkan. Langkah ini sangat penting untuk mengukur kualitas layanan yang sudah diberikan.

Apa Saja Jenis-Jenis Bisnis Agency?

Sebagai bisnis yang menawarkan layanan jasa kepada klien, perusahaan agency terbagi menjadi beberapa jenis dengan keahlian di bidang yang beragam. Adapun beberapa jenis bisnis agency tersebut adalah:
  • Digital Marketing Agency: Jenis agency ini berfokus dalam membantu perusahaan membangun eksistensi digital di platform online. Layanan mereka dapat termasuk web development, manajemen media sosial, hingga pay-per-click advertising. Banyak perusahaan bekerja sama dengan digital marketing agency untuk memperluas jangkauan mereka melalui platform digital.
  • Creative Agency: Jenis agency ini berfokus dalam mengembangkan konten inovatif dan kreatif untuk keperluan kampanye marketing perusahaan. Mereka bekerja sama dengan klien untuk merancang bahan branding serta konsep advertising yang unik.
  • Advertising Agency: Jenis agency ini mengelola kebutuhan advertising untuk klien. Hal ini termasuk merancang strategi dan kampanye di berbagai jenis media advertising. Advertising agency dapat menawarkan layanan penuh atau spesifik pada aspek tertentu, seperti branding, digital advertising, atau media buying.
  • Public Relations Agency: Jenis agency ini menangani keperluan public relations untuk individu atau perusahaan. Layanan public relations agency dapat mencakup public messaging, menulis press release, hingga memantau reputasi perusahaan untuk menjaga citra mereka di mata publik.
  • Human Resources Agency: Jenis agency ini berfokus dalam menangani berbagai keperluan human resources untuk perusahaan. Hal ini dapat mencakup proses rekrutmen, manajemen payroll, pengembangan diri karyawan, hingga compliance dan legal support.

Bagaimana Cara Memulai Bisnis Agency?

Layaknya saat mendirikan usaha, memulai bisnis agency juga memerlukan perencanaan dan pelaksanaan yang matang dan hati-hati. Berikut adalah beberapa cara untuk memulai bisnis agency:

Tentukan Niche Bisnis

Langkah pertama dalam menjalankan agency adalah menentukan niche usaha yang ingin dijalani. Dibandingkan menjadi ahli untuk semua jenis bidang, Anda dapat berfokus pada satu keahlian yang akan dijual kepada klien. Hal ini akan memberikan kesan bahwa bisnis Anda merupakan spesialisasi di bidang tersebut. Misal, Anda ingin berfokus pada digital marketing, advertising, atau public relations. Anda dapat memilih niche yang sudah dikuasai untuk mengurangi learning curve dan membangun kepercayaan dari calon klien.

Lakukan Riset Pasar

Riset pasar adalah langkah yang perlu dilakukan saat mendirikan bisnis apapun. Dalam riset pasar, Anda dapat menganalisis siapa target audiens yang dituju serta seperti apa persaingan bisnis agency dengan niche serupa. Buat customer profiling berisi kriteria klien ideal Anda, seperti ukuran perusahaan, jenis industri, lokasi, hingga model bisnis. Misal, Anda menyasar bisnis UMKM di industri food and beverage. Profil klien ideal ini akan memudahkan Anda dalam menyusun detail layanan maupun rentang harga yang ditawarkan.

Kembangkan Rencana Bisnis

Buat rencana bisnis yang menggambarkan visi, misi, layanan, strategi penetapan harga, serta struktur operasional bisnis agency Anda. Jika dibutuhkan, Anda dapat menambahkan proyeksi finansial dan kebutuhan pendanaan. Rencana ini akan memandu Anda dalam proses pengambilan keputusan serta berguna untuk mengamankan pendanaan atau partnership. 

Daftarkan Bisnis Anda

Langkah yang tidak boleh dilupakan adalah mendaftarkan bisnis Anda sebagai entitas legal ke lembaga terkait. Pastikan Anda sudah menentukan jenis usaha dan model bisnis yang akan diterapkan (PT, CV, dan lain sebagainya). Buat rekening bank khusus untuk mengelola keperluan finansial bisnis serta pastikan kepatuhan terhadap regulasi pajak.

Bangun Branding Bisnis

Kembangkan identitas bisnis yang kuat untuk memperkenalkan visi dan misi bisnis Anda kepada publik. Identitas bisnis ini mencakup pembuatan logo yang unik, website dan media sosial profesional, serta nada pesan yang konsisten. Manfaatkan website untuk menunjukkan keahlian Anda melalui studi kasus, testimoni, atau portofolio.

Kumpulkan Tim dan Mulai Operasional

Bentuk sebuah tim yang akan membantu Anda mengelola dan mengerjakan proyek klien. Pastikan anggota tim menganut visi dan misi yang sama serta memiliki keahlian yang dibutuhkan di dalam bisnis agency tersebut. Anda juga perlu membangun alur kerja yang efisien dengan memanfaatkan teknologi untuk project management, komunikasi, customer relationship management (CRM), dan sebagainya.

Layanan Virtual Office dari Effist: Solusi Memulai Bisnis Agency Tanpa Beban Kantor Fisik

Lokasi perusahaan yang strategis turut berkontribusi dalam membangun citra profesional bagi bisnis yang baru merintis, seperti misalnya bisnis agency. Guna menjawab kebutuhan ini, Effist Suite Office menawarkan layanan virtual office sebagai solusi kebutuhan kantor fleksibel serta hemat biaya untuk bisnis agency yang baru merintis. Dengan layanan virtual office, Anda dapat meningkatkan reputasi profesional tanpa perlu menyewa kantor fisik.Layanan virtual office dari Effist Suite Office mencakup berbagai fasilitas yang Anda butuhkan untuk meningkatkan kredibilitas hingga efisiensi operasional bisnis. Fasilitas kami mencakup alamat bisnis prestisius, layanan sekretaris dan administrasi profesional, ruang meeting dalam berbagai ukuran, building domicile letter, dan layanan mail handling. Jika Anda memiliki keperluan bekerja di kantor, Effist juga menyediakan layanan shared office yang bisa Anda gunakan secara harian. Untuk informasi lebih lanjut seputar layanan virtual office, hubungi kami melalui email contact@effist.com
Exploring First Mover Advantage: Key Benefits & Business Impact

01 April 2025

Exploring First Mover Advantage: Key Benefits & Business Impact

In today’s highly competitive market, being the first to introduce a product or service can be a game-changer. This strategy, known as the first-mover advantage, allows companies to establish brand recognition and set industry standards before competitors enter the scene.Gojek is one of the prime examples of this in the Indonesian market. Launched in 2010 as a motorcycle taxi (ojek) booking service, Gojek capitalized on the lack of organized and convenient ride-hailing solutions. By the time competitors like Grab and Uber entered the Indonesian market, Gojek had already built strong brand recognition and customer loyalty among Indonesian customers.Along with its benefits, first-mover advantage also poses several risks that may not guarantee the success of early entrants. Let’s delve deeper into what is a first-mover advantage and its benefits and risks.

What is the First-Mover Advantage?

First-mover advantage (FMA) is a competitive edge gained by a company by being the first to enter a new market or by introducing a new product or service to the market. This advantage helps companies establish brand recognition, customer loyalty, and secure resources earlier than their competitors. Generally, companies gain the first-mover advantage through rigorous marketing and advertising that positions their product not only as the first in its field but also as the best option for customers when competitors inevitably enter the market. 

What are the Examples of First-Mover Advantage?

Examples of the first-mover advantage can be found in various industries, showcasing how early entrants can shape markets and establish strong positions. Here are some notable examples of first-mover advantage:

Amazon

Despite not being the first-ever business to sell books online, Amazon has set the standard for e-commerce, establishing strong brand recognition and loyalty among its customer base. Amazon’s introduction of features like two-day shipping through Amazon Prime has become an industry norm in delivering customers’ goods, influencing customer expectations across the online retail sector.

Google

By being one of the original search engines, Google utilized first-mover advantage to gain control of the search engine industry. It revolutionized online search by implementing an effective ranking system for web pages based on relevance and popularity. Google was also able to build a reputation for quality and reliability by providing more accurate and pertinent search results than its rivals, allowing it to dominate the market.

Netflix

Starting out as a DVD rental business, Netflix then introduced a new way for customers to enjoy entertainment by offering subscription-based streaming services in 2007. This has helped Netflix gain a first-mover advantage in the streaming industry. It allowed Netflix to secure a place in customer’s minds, build a dedicated customer base, and gain market dominance, even as new streaming services emerged.

Why is the First Mover Advantage Important?

First-mover advantage is a strategic move for companies to differentiate themselves from their competitors. First-mover advantage is a benefit that companies can get by being the first in introducing an innovative product or service or entering a new market. This will help companies establish a strong foothold in the market early on, along with other benefits such as establishing early brand recognition and customer loyalty.As business competition remains an inevitable aspect of any industry, securing a market presence early through first-mover advantage is very important. By being pioneers, first-mover companies can capture a significant market share, making it challenging for later entrants to compete. First movers also often benefit from lower customer acquisition costs as they face fewer competitors in the initial stage.Additionally, first-mover companies can capitalize on the opportunity to learn from their initial experiences in the market. They can refine their products, understand customer preferences, and innovate based on real-world feedback. This will allow them to stay ahead of the competition and strengthen their market position.

What are the Benefits and Risks of First Mover Advantage?

Being a first-mover business offers significant advantages and several inherent risks that can be harmful if not handled carefully. We will explore both the advantages and potential drawbacks of being a first-mover:

Benefits of First-Mover Advantage

  • Brand Recognition: Being the first mover allows companies to establish strong brand awareness and loyalty among customers early on. This recognition can be leveraged for long-term success. This will make the process of building trust in the product or service easier as there are only a few competitors.
  • Setting Industry Standards: By being the first, companies can set industry standards for products and services, establishing benchmarks that later entrants must follow. This includes not only the product itself but also the manufacturing processes and marketing practices.
  • Higher Profit Margins: Early entrants often can set the prices for their products, which can create a pricing standard in the market. First movers often have the opportunity to set the price higher due to the lack of competition. This can result in higher profit margins.
  • Patents and Resource Control: First movers can secure patents and control scarce resources. This will create barriers for later entrance and enhance first movers’ competitive position.

Risks of First-Mover Advantage

  • High Development Costs: Being a first-mover often requires massive investments in research and development without any assurance of market demand. These initial costs can be burdensome, especially when the market is unproven and the products do not succeed.
  • Vulnerability to Competition: Later entrants can learn from the mistakes of first-movers, allowing them to introduce an improved version of existing products at a lower cost. This is called the “fast follower” strategy, which can erode the advantages held by the first-movers.
  • Customer Education Costs: The first movers are shouldering the burden of educating the customers about their new products or services. This process can be time and money-consuming, as potential customers may not initially understand the product’s value or functionality. In contrast, later entrants can capitalize on this situation without incurring similar expenses.
  • Complacency Risks: First-movers may become confident due to their early success, leading to stagnation in innovation. They will be unable to innovate or adapt to changing market conditions, making later entrants to outperform them.

Effist Suite Office: Your Trusted Office Solutions in Effortless Business Expansion to Indonesia

Effist Suite Office is your reliable partner in establishing a business presence in Indonesia. We offer comprehensive office solutions, including serviced offices and virtual offices that you can choose based on your business needs.In our serviced office, we offer fully-equipped office spaces with complete equipment, including ergonomic working station, high-speed internet, executive office equipment, meeting rooms in various sizes, business lounge, pantry, and secretarial and cleaning services. You can focus on your core business activities, while we handle your office needs.For businesses that are operating remotely, we offer virtual office solutions as a cost-effective and flexible choice to establish a local presence. Our virtual office service includes prestigious business addresses, professional secretarial support, meeting rooms of all sizes, building domicile letters, and mail handling services. We also provide shared office facilities as part of our virtual office to use as needed when you need a physical office. We are located in South Jakarta’s prime business hub, Gandaria 8 Office Tower and 88Office Kota Kasablanka.For more information regarding our serviced office and virtual office, contact us through email contact@effist.com or visit our “Book Tour” page.Editor: Irnadia Fardila
Shareholder: Definisi, Hak, dan Peran Terhadap Perusahaan

25 March 2025

Shareholder: Definisi, Hak, dan Peran Terhadap Perusahaan

Istilah “shareholder” merupakan komponen penting dalam dunia bisnis modern. Sebagai pemegang saham sebuah perusahaan, shareholder memiliki peranan penting dalam struktur dan pengambilan keputusan perusahaan. Mereka tidak hanya berfungsi sebagai penyedia modal, tetapi juga pengambil keputusan yang berpengaruh dalam pengelolaan dan arah masa depan perusahaan. Hak suara yang melekat pada kepemilikan saham membuat shareholder turut serta dalam menentukan kebijakan perusahaan.Shareholder tidak hanya berkontribusi terhadap stabilitas finansial perusahaan, tetapi juga terhadap tata kelola perusahaan yang baik. Kenali lebih jauh tentang apa itu shareholder serta perannya terhadap perusahaan.

Apa Itu Shareholder?

Shareholder, atau yang juga dikenal sebagai stockholder dan pemegang saham, adalah seorang individu atau perusahaan yang memiliki saham di sebuah perusahaan. Para shareholders umumnya memiliki hak seperti hak suara serta mendapatkan dividen dari profit perusahaan. Shareholders dengan saham lebih 50% disebut majority shareholders, sedangkan mereka dengan saham kurang dari 50% disebut minority shareholders.Shareholders dapat dikatakan sebagai pemilik perusahaan, tetapi mereka tidak selalu terlibat dalam operasional bisnis harian. Jika sebuah perusahaan dilikuidasi dan asetnya dijual, maka shareholders dapat menerima sebagian uang dari hasil penjualan tersebut. Pada situasi seperti ini, shareholder tidak berkewajiban menanggung utang dan kewajiban keuangan yang dikeluarkan perusahaan.

Apa Saja Jenis-Jenis Shareholder?

Terdapat dua jenis shareholder, yaitu common shareholders dan preferred shareholders. Keduanya memiliki porsi saham di perusahaan, tetapi memiliki hak dan keuntungan yang berbeda.

Common Shareholders

Common shareholders memiliki hak suara untuk berkontribusi pada pengambilan keputusan perusahaan. Mereka dapat berpartisipasi pada pemilihan board of directors maupun kebijakan perusahaan lainnya. Mereka juga mendapatkan dividen, meskipun pembagian ini tidak dijamin dan bergantung pada keputusan direksi perusahaan. Pada situasi likuidasi, mereka akan mendapatkan sisa aset perusahaan setelah semua kewajiban dan utang dilunasi.

Preferred Shareholders

Preferred shareholders umumnya tidak memiliki hak suara dan tidak biasa mempengaruhi keputusan perusahaan secara langsung. Namun, mereka menerima dividen tetap yang lebih tinggi dan dibayarkan sebelum dividen untuk common shareholders. Preferred shareholders juga memiliki prioritas lebih tinggi dibandingkan common shareholders dalam menerima aset perusahaan.

Apa Hak dan Tanggung Jawab Shareholder?

Sebagai pemegang saham perusahaan, shareholder memiliki hak dan tanggung jawabnya tersendiri di dalam perusahaan. Beberapa hak dan tanggung jawabnya adalah:

Hak Shareholder

  • Hak Suara: Shareholders berhak memberikan suara pada keputusan bisnis yang penting, seperti pemilihan direktur, merger, atau keputusan lainnya.
  • Hak Dividen: Shareholders berhak mendapatkan dividen jika diumumkan oleh perusahaan. Dividen ini mencerminkan bagian mereka dalam profit perusahaan.
  • Hak Pengecekan Dokumen: Shareholders dapat memeriksa dokumen dan catatan finansial perusahaan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dari manajemen perusahaan.
  • Hak Menghadiri Rapat: Shareholders dapat menghadiri rapat umum ataupun berpartisipasi dalam diskusi terkait keperluan perusahaan.
  • Hak Atas Hasil Likuidasi: Dalam kondisi likuiditas, shareholders berhak mendapatkan hasil likuidasi dari penjualan aset perusahaan setelah utang selesai dibayarkan.

Tanggung Jawab Shareholder

  • Partisipasi Aktif: Shareholders diharapkan berpartisipasi aktif dalam rapat atau pengambilan suara yang dapat mempengaruhi arah dan tata kelola perusahaan.
  • Kewajiban Finansial: Shareholders harus memenuhi kewajiban finansial yang berkaitan dengan saham mereka, seperti misalnya membayar saham yang mereka miliki di perusahaan.
  • Sikap Etis: Shareholders harus bertindak etis demi kepentingan perusahaan serta menghindari tindakan yang dapat merugikan stabilitas finansial dan reputasi perusahaan.
  • Patuh Terhadap Peraturan Perusahaan: Shareholders harus patuh terhadap peraturan dasar maupun peraturan lainnya yang berlaku.
  • Memantau Manajemen Perusahaan: Shareholders perlu memantau keputusan dan tindakan manajemen perusahaan, di mana mereka dapat bertindak jika diperlukan.

Stakeholder dan Shareholder, Apa Perbedaannya?

Perbedaan antara stakeholder dan shareholder terletak pada pengertian dan keterlibatannya di dalam perusahaan. Stakeholder atau pemangku kepentingan adalah individu atau kelompok yang memiliki kepentingan di dalam perusahaan. Orang-orang yang termasuk sebagai stakeholder dapat berupa pelanggan, karyawan, investor, hingga pemerintah. Stakeholder tidak selalu memiliki saham seperti shareholder.Sementara shareholder adalah individu atau kelompok yang memiliki saham di dalam perusahaan. Mereka berhak mendapatkan keuntungan seperti dividen dari profit perusahaan. Shareholders juga memiliki hak suara dalam pengambilan keputusan penting perusahaan. Fokus utama shareholders adalah pada peningkatan nilai perusahaan yang dikenal sebagai shareholder value added. Mereka berfokus memaksimalkan nilai investasi saham dan memastikan perusahaan tetap beroperasi dengan menghasilkan keuntungan.

Apa Saja Peran Shareholder dalam Perusahaan?

Shareholder berperan penting dalam tata kelola serta kondisi finansial sebuah perusahaan. Adapun beberapa peran shareholder di dalam perusahaan adalah:

Kepemilikan dan Dukungan Finansial

Shareholders merupakan pemilik perusahaan yang berperan menyediakan bantuan finansial sebagai investasi kepada perusahaan. Sebagai gantinya, shareholders mendapatkan dividen dan bagian dari profit perusahaan. Investasi shareholders dapat dilakukan melalui pembelian saham atau ikut serta dalam pendirian perusahaan.

Memberikan Hak Suara

Shareholders, terutama common shareholders, memiliki hak suara untuk memilih dalam keputusan penting perusahaan. Hal ini termasuk penunjukkan dan pencabutan direktur, perubahan peraturan perusahaan, hingga transaksi berskala besar. Hak suara ini memberikan shareholder kekuatan untuk mempengaruhi operasional bisnis perusahaan.

Pengawas Direktur

Shareholders berperan dalam mengawasi tindakan direktur perusahaan. Mereka bertanggung jawab dalam menyetujui gaji direktur dan memastikan para direktur bertindak demi kepentingan terbaik perusahaan. Hal ini termasuk meninjau laporan keuangan untuk mengevaluasi performa perusahaan.

Memberikan Masukan Strategis

Shareholders dapat memanfaatkan keahlian dan perspektif mereka untuk memberikan masukan strategis terhadap rencana bisnis perusahaan. Keterlibatan shareholder dapat meningkatkan proses pengambilan keputusan serta mendukung keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuan yang diinginkan.

Solusi Ruang Meeting Premium Effist untuk Pastikan Rapat Shareholder yang Produktif

Rapat shareholder akan membutuhkan lingkungan yang profesional dengan fasilitas lengkap untuk mendukung kelancaran diskusi dan pengambilan keputusan bisnis strategis. Guna menjawab kebutuhan ini, Effist Suite Office menghadirkan layanan ruang meeting premium sebagai solusi ideal untuk berbagai pertemuan Anda. Ruang meeting kami hadir dalam berbagai ukuran untuk memfasilitasi berbagai jenis rapat, mulai dari diskusi tim kecil hingga konferensi berskala besar.Fasilitas ruang meeting kami mencakup internet berkecepatan tinggi, layanan video conferencing, dan LCD proyektor siap pakai. Kami juga menyediakan berbagai paket meeting yang bisa dipilih berdasarkan kebutuhan Anda. Paket meeting kami dilengkapi dengan benefit seperti coffee break, lunch, air mineral, alat tulis, serta bantuan dari tim profesional kami untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran rapat Anda.Dengan suasana professional dan layanan terbaik, ruang meeting Effist Suite Office adalah pilihan tepat untuk memastikan rapat shareholder berjalan produktif dan sukses.Untuk informasi lebih lanjut seputar layanan ruang meeting, hubungi kami melalui email contact@effist.comEditor: Irnadia Fardila
Market Testing: Strategies to Validate Your Product Successfully

24 March 2025

Market Testing: Strategies to Validate Your Product Successfully

Market testing is an essential step for businesses looking to introduce their new products or services with minimal risks before a full-scale launch. For example, before launching a new product or feature, Netflix often relies on market testing to refine their offerings. Before implementing major updates, Netflix tests new features on small user groups to measure engagement and optimize the user experience. This ensures that only well-received updates reach a global audience.Let’s delve deeper into what market testing is and how businesses can effectively implement them in their products or services.

What is the Meaning of Market Testing?

Market testing is a strategic process used by businesses to assess the viability and potential success of a product or service in the marketplace before its full-scale launch. Market testing is crucial in new product development as it allows businesses to gather valuable insights that inform the final stages of product development. Businesses can also minimize the risks associated with launching a new product. The information gathered during the testing phase helps businesses align with customer needs and preferences. By thoroughly understanding the target market, businesses can strategically position their offerings for maximum impact upon release.

What are the Types of Market Testing?

Market testing involves various methods to evaluate the viability of a new product or service. Here are some common types of market testing:
  • Survey: Businesses collect feedback from a sample of target customers through structured questionnaires or interviews to gather insights about their behavior, preferences, and opinions.
  • Focus Group: Businesses gather a small group of individuals representing the target market to engage in guided discussions and exercises facilitated by a moderator. Focus group method allows for a thorough exploration of attitudes, perceptions, and reactions to a product or service.
  • Beta Testing: In this method, businesses systematically test the functionality and usability of a product or service with a small group of users. Feedback from users will be used to refine and iterate the product or service.
  • A/B Testing: A/B testing involves comparing two versions of a product, website, or design and testing them with different groups of customers to see which version performs better.

Test Marketing vs Market Testing, What are Their Differences?

While both test marketing and market testing are used by businesses to assess their new products or services before a full-scale launch, they differ in purpose, scope, and execution.Market testing focuses on evaluating a product’s viability and potential success. It helps determine customer demand while gathering feedback on features, pricing, and overall appeal. Common market testing techniques include surveys, focus groups, beta testing, and other feedback-driven approaches.Test marketing, on the other hand, takes a broader approach by assessing not only the product but also the entire marketing strategy. This includes pricing, advertising, and distribution. Test marketing often involves a soft launch in a controlled environment to observe actual sales performance and market response rather than relying solely on direct customer feedback.

Why is Market Testing Important?

Market testing plays an important role in the strategic development of products and services. It serves as a critical step before the actual market entry. Here are several reasons why market testing is important:

Minimize Risk

The possibility of an unsuccessful new product launch is driven by risks such as inaccurate target audience, intense competitive pressures, and the lack of demand. These risks can be costly and damaging to a company’s reputation. By doing market tests before committing resources to full-scale production, companies can identify issues and make necessary adjustments.

Gather Customer Feedback

Market tests provide valuable insights into customer behavior, preferences, and reactions. By actively listening to customers, businesses can refine their products to meet customer needs and expectations better. Businesses can also tailor their offerings more effectively for their customers. This not only helps in product development but also strengthens the relationship between the business and its customer base.

Assess Market Demand

Assessing market demand means evaluating whether the new products have potential buyers who are willing and able to purchase at various prices. Lack of market demand can cause the new product to fail in the market. Through market tests, businesses can gauge market demand and acceptance, ensuring there is a viable market for the product. This information is crucial to determine production levels and avoid overproduction.

How To Do Market Testing?

Before fully launching a product or service, it is necessary to gauge real-world interest and identify potential pitfalls. This is where market testing comes into play. But how exactly do you put your concept to the test and gather actionable feedback? Here are the steps involved in conducting effective market testing:

Establish Clear Goals

The first step is knowing what you want to achieve through market tests. For example, you aim to understand customer preferences, assess market demand, or evaluate pricing strategies. These goals serve as a guide throughout the testing phase and help determine the relevant metrics for success. 

Create a Prototype or Concept

Next, create a tangible representation of your product or service to be tested by users. It can be a prototype, sample, or mockup, depending on the complexity of the product and the resources available. This not only will facilitate a better understanding of customer reactions but also help in identifying potential areas for improvement.

Determine Pricing

Once the prototype is developed, determine pricing strategies that align with market expectations and customers’ willingness to pay. Compare your product to similar offerings in the market to establish a baseline price. You should also include production costs, such as equipment, shipping, and staffing, to ensure profitability.

Develop Testing Plans

In this step, you should choose the appropriate testing methods, such as surveys, focus groups, or beta testing based on your market test goals and resources. Segment your target audience by demographics, psychographics, or behavior to tailor your testing approach. In your testing plan, decide on testing locations, timelines, and promotional strategies.

Perform Testing and Analyze Results

After developing your testing plans, it’s time to perform the testing and gather the results. You can use structured methods to collect data and analyze it to identify patterns and trends. Based on the results, interpret your conclusions about market preferences, perceptions, and potential barriers to product adoption. Use these insights to refine and iterate your products.

Prime Locations, Premium Facilities: Explore Effist's Serviced Office Solutions

Choosing the right office space is crucial for market testing and business expansion. Effist Suite Office offers fully-equipped serviced offices located in Jakarta’s prime locations, Gandaria 8 Office Tower and 88Office Kota Kasablanka. Our office spaces are equipped with complete facilities such as ergonomic working stations, high-speed internet, meeting rooms of all sizes, business lounges, a pantry, and professional support services. You can start operating immediately without having to worry about furnishing or hiring a full administrative staff. You can enjoy a seamless work environment in a strategic business district surrounded by top dining and entertainment options. Contact us today at contact@effist.com to learn more about our serviced office or visit our "Book Tour" page.Editor: Irnadia Fardila
Brand Value: Kunci Kepercayaan dan Loyalitas Pelanggan

18 March 2025

Brand Value: Kunci Kepercayaan dan Loyalitas Pelanggan

Brand value atau nilai merek menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan suatu perusahaan. Nilai ini tidak hanya mencerminkan seberapa banyak sebuah merek dikenal, tetapi juga mencerminkan persepsi pelanggan terhadap kualitas dan reputasi bisnis tersebut. Semakin tinggi brand value, maka semakin besar loyalitas pelanggan dan daya saing di pasar.Membangun dan mempertahankan brand value tidak hanya bergantung pada produk yang berkualitas, tetapi juga strategi marketing, interaksi dengan pelanggan, serta eksistensi bisnis. Contoh brand value adalah Nike dengan slogan ikoniknya “Just Do It”. Nike telah membangun citra sebagai merek yang menginspirasi gaya hidup aktif dan menjadi pilihan utama bagi atlet dan pecinta olahraga di seluruh dunia.Kenali lebih lanjut tentang apa itu brand value, pentingnya bagi bisnis, dan strategi untuk membangun nilai merek.

Apa Itu Brand Value?

Brand value adalah nilai atau harga sebuah merek jika diukur dari segi finansial. Hal ini mencakup elemen berwujud (logo, desain produk, dan aset digital) dan elemen tidak berwujud (ekuitas merek serta persepsi dan loyalitas pelanggan). Nilai ini ditentukan oleh persepsi pelanggan serta kekuatan dan reputasi merek di pasar. Nilai tersebut bukan hanya sekedar angka, melainkan juga mencakup berbagai elemen yang berkontribusi terhadap reputasi perusahaan, termasuk kualitas produk, pelayanan pelanggan, hingga pengalaman pengguna.Perusahaan dengan brand value yang tinggi dapat dikatakan berharga “mahal” jika dijual ke perusahaan lain. Hal ini disebabkan oleh pengaruh value tersebut dalam menarik lebih banyak pelanggan dan mempertahankan loyalitas kepada perusahaan. Value ini juga menunjukkan bagaimana pelanggan bersedia memilih perusahaan tersebut dibandingkan kompetitor serta besar biaya yang bersedia mereka keluarkan untuk membeli produk perusahaan tersebut. 

Bagaimana Cara Mengukur Brand Value?

Pengukuran brand value dapat memberikan insight tentang kekuatan dan posisi merek di pasar. Beberapa metode yang digunakan untuk menghitung brand value adalah:
  • Cost-based Valuation: Metode ini menganalisis berapa banyak biaya yang dihabiskan untuk membangun sebuah merek. Biaya ini termasuk lisensi, pendaftaran merek dagang, promosi merek, dan sebagainya.
  • Market-based Valuation: Metode ini mengukur nilai merek melalui perbandingan dengan merek serupa di pasar. Perbandingan dilakukan dengan melihat harga jual dan performa saham dari tiap merek. Perusahaan juga dapat bertanya kepada perusahaan lain tentang besar biaya yang bersedia mereka keluarkan untuk membeli merek tersebut.
  • Income-based Valuation: Metode ini mengukur seberapa banyak keuntungan yang dihasilkan dari sebuah merek. Hal ini termasuk menghitung nilai merek berdasarkan cash flow atau pendapatan yang dihasilkan secara langsung oleh merek tersebut.

Apa Pentingnya Brand Value bagi Bisnis?

Brand value atau nilai merek berperan penting dalam menentukan posisi perusahaan dibandingkan kompetitor di pasar. Beberapa alasan mengapa nilai merek sangat penting bagi bisnis adalah:

Menjaga Loyalitas dan Retensi Pelanggan

Perusahaan dengan nilai merek tinggi menumbuhkan loyalitas pelanggan dengan menciptakan rasa percaya kepada perusahaan. Pelanggan yang loyal lebih cenderung melakukan pembelian berulang dan setia kepada perusahaan tersebut. Sebagai contoh, Apple memiliki nilai merek yang tinggi dan telah membangun loyalitas yang kuat di kalangan pelanggan mereka. Hasilnya, pelanggan loyal Apple bersedia membayar harga yang lebih mahal dan selalu menunggu rilisnya inovasi produk baru.

Mendukung Kekuatan Penetapan Harga

Nilai merek dapat mempengaruhi strategi penetapan harga secara signifikan. Perusahaan dengan nilai merek yang tinggi dapat menetapkan harga yang lebih mahal karena dipandang dapat memberikan kualitas dan prestise yang tinggi. Kekuatan penetapan harga ini memungkinkan perusahaan untuk menjaga margin keuntungan yang sehat.

Menciptakan Keunggulan Kompetitif

Nilai merek yang tinggi membuat perusahaan lebih unggul dibandingkan kompetitor. Hal ini dapat menghalangi pesaing baru dan memperkuat dominasi perusahaan di pasar. Contohnya adalah Apple yang memanfaatkan nilai merek mereka untuk bertahan sebagai industry leader di pasar teknologi.

Bagaimana Cara Membangun Brand Value Perusahaan?

Guna membangun brand value yang kuat di kalangan pelanggan, beberapa langkah yang dapat diterapkan adalah:

Tetapkan Identitas Merek

Langkah pertama adalah membangun visi, misi, dan core value perusahaan untuk menetapkan tujuan bisnis dalam jangka panjang. Buat brand positioning yang unik dengan menentukan apa yang membedakan perusahaan Anda dari kompetitor, seperti misalnya fitur inovatif, kualitas premium, hingga harga terjangkau. Langkah ini bertujuan untuk menetapkan pesan yang konsisten dan jelas kepada pelanggan Ada.

Optimalkan Marketing dan Iklan

Gunakan kampanye marketing yang strategis untuk meningkatkan brand awareness di kalangan pelanggan dan publik. Anda dapat memanfaatkan platform digital seperti media sosial, website, atau ads, maupun media fisik seperti flyer, baliho, atau banner. Pastikan penyampaian pesan yang konsisten di seluruh saluran komunikasi untuk membangun identitas bisnis dan kepercayaan pelanggan.

Tingkatkan Pengalaman Pelanggan

Persepsi pelanggan berkontribusi besar dalam membentuk brand value. Maka dari itu, penting untuk menghadirkan pengalaman pelanggan yang memuaskan di berbagai aspek bisnis, mulai dari kualitas produk hingga pelayanan dalam customer service. Interaksi yang positif akan membuahkan kepuasan pelanggan, yang nantinya berdampak pada loyalitas pelanggan.

Mulai Kolaborasi dengan Influencer

Selanjutnya, mulai berkolaborasi dengan influencer, artis, atau mitra bisnis dengan nilai yang sejalan dengan perusahaan Anda. Kerja sama bisnis ini dapat meningkatkan visibilitas perusahaan Anda di kalangan pelanggan maupun publik. Pelanggan pun akan mengaitkan merek Anda dengan kualitas bisnis yang baik jika bekerja sama dengan partner yang tepat.

Pertahankan Konsistensi

Selalu lakukan monitoring dan evaluasi setiap strategi yang telah dilakukan. Pastikan nada penyampaian maupun visual tetap konsisten dalam tiap aspek bisnis, seperti iklan, media sosial, website, hingga pelayanan customer service. Konsistensi ini akan memperkuat identitas bisnis Anda di kalangan pelanggan dan meningkatkan kepercayaan.

Tingkatkan Brand Value Anda dengan Ruang Kantor Premium di Lokasi Strategis Bersama Effist!

Lokasi perusahaan yang strategis dapat berperan penting dalam membangun reputasi dan brand value perusahaan. Guna menjawab kebutuhan ini, Effist Suite Office dengan layanan serviced office dan virtual office untuk membantu bisnis mendapatkan solusi ruang kantor yang tidak hanya fungsional, tetapi juga meningkatkan brand value perusahaan.Effist Suite Office dengan layanan serviced office menyediakan ruang kerja modern siap pakai untuk mendukung performa kerja optimal. Ruang kerja kami dilengkapi dengan fasilitas premium seperti meja dan kursi ergonomis, internet berkecepatan tinggi, ruang meeting dalam berbagai ukuran, business lounge, pantry, serta layanan resepsionis dan kebersihan. Anda dapat fokus pada strategi utama bisnis tanpa perlu memikirkan pengelolaan kantor.Effist Suite Office juga menyediakan layanan virtual office bagi Anda yang mengelola bisnis secara remote. Dengan alamat bisnis prestisius di lokasi strategis, Anda dapat meningkatkan reputasi bisnis tanpa perlu menyewa kantor fisik. Layanan kami mencakup call handling, mail handling, serta bantuan resepsionis dan sekretaris profesional. Anda juga dapat menikmati ruang meeting dalam berbagai ukuran untuk pertemuan bisnis Anda serta daily shared office untuk kebutuhan bekerja di kantor yang bisa dipakai harian.Kedua layanan kami berlokasi di pusat bisnis Jakarta Selatan, yaitu 88Office Kota Kasablanka dan Gandaria 8 Office Tower.Hubungi kami melalui email contact@effist.com atau kunjungi halaman “Book Tour” untuk informasi lebih lanjut seputar layanan serviced office dan virtual office.Editor: Irnadia Fardila
Global Mobility: Key Strategies for Successful Expansion

10 March 2025

Global Mobility: Key Strategies for Successful Expansion

Have you ever heard of digital nomads working remotely from anywhere or multinational corporations relocating their employees to overseas branches? These are examples of global mobility, a strategy that shapes the modern workforce and economy. Global mobility involves the movement of employees across international borders for purposes like business expansion or talent deployment. Let’s delve deeper into the meaning of global mobility, its benefits, and how to develop a successful mobility strategy.

What Does Global Mobility Mean?

Global mobility, also known as employee relocation, means strategies and processes companies implement to relocate employees across international borders for work purposes. The relocation can be classified as short-term, long-term, or permanent business travel. It encompasses various activities, including immigration compliance, tax management, logistical support, and cultural integration. Global mobility is not just about moving employees to another office; it's also about deploying talent to another region to achieve specific business goals, fostering cross-cultural understanding, and driving innovation. Companies also utilize global mobility to expand talent pools and enhance employee career development through international experience.

What are the Examples of a Global Mobility Strategy?

A well-defined global mobility strategy is essential for organizations seeking to optimize talent management across international borders. Here are some examples of global mobility implementation:
  • Short Trips to Another Country: Short trips can take 3–12 months for business purposes like networking, project negotiation, training, or conferences.
  • Long Trips to Another Country: Long trips can last 1–3 years and involve expanding the company’s reach into new markets or opening new facilities abroad.
  • Permanent Assignments Abroad: Permanent assignments refer to indefinitely relocating employees to another country. The employees, also called expatriate employees, will take up residency in the foreign country. 
  • Worldwide Travel as a Digital Nomad: With the rising popularity of remote working, many companies allow their employees to work indefinitely remotely from anywhere in the world without a fixed work location.

What are the Benefits of Global Mobility for Businesses?

Global mobility offers numerous advantages for businesses seeking to enhance their competitive edge in a global marketplace. Here are the key benefits:

Wider Talent Pool

A global mobility strategy allows companies to access diverse skills and experiences by tapping into talents from different countries. This helps companies fill critical skill gaps that may not be available in their countries and attract diverse perspectives that enhance innovation and problem-solving capabilities. This is particularly crucial in industries facing talent shortages.

Increased Competitiveness

Companies with global mobility policies can increase their competitiveness by fostering a diverse workforce. This can lead to more significant innovation and improve overall performance, as employees with varied backgrounds bring unique insights to the team. A global mobility strategy with a remote workforce allows companies to quickly deploy the right people to new markets, helping them capitalize on opportunities faster than competitors.

Build Stronger Relationships

Sending employees abroad helps companies build stronger and deeper relationships with their international clients and partners. A physical presence in different markets allows businesses to understand local customers better and tailor their offerings accordingly.

Enhanced Employee Engagement and Retention

A global mobility strategy can significantly enhance employee engagement and retention. Employees often seek opportunities for travel and relocation abroad, making companies offering such options more attractive. This strategy usually provides employees valuable experiences that contribute to their professional growth, making them more committed to the company.

How to Develop a Successful Global Mobility Strategy?

To create a successful global mobility strategy, companies must follow a structured approach that incorporates best practices and aligns with their business goals. Here are key steps you can consider:

Align with Business Strategy

The first step is determining how the global mobility strategy aligns with your business goals. For example, you should consider the problem that global mobility can solve, any additional benefits that this relocation will bring to your company, and which employees can participate. Engaging with leadership early on to secure buy-in is crucial to obtaining the necessary resources and support for the program.

Define Vision and Goals

Next, define the vision, goals, and expected outcomes of implementing global mobility. This includes determining the scope of the program, key regions for expansion, roles affected by mobility, and expected benefits such as talent acquisition and enhanced diversity.

Establish Policy Framework

Develop policies that guide relocation processes, eligibility criteria, and compliance with tax and local regulations. These policies should include guidelines for financial support, housing logistics, remote work policies, work permits, and visas. Ensure these policies are transparent and adaptable to meet the diverse needs of employees across different locations.

Define Operational Plan

After establishing a policy framework, define how the program will operate by assigning responsibilities to HR team members, mapping out processes for applications and approvals, and tracking outcomes. Consider incorporating technology solutions to streamline operations and enhance communication throughout the mobility processes.

Provide Pre-Assignment Support

Next, provide comprehensive support for employees preparing for international assignments. This support should include cultural training, language assistance, and clear communication of expectations to ensure they are well-prepared for their new roles and relocation.

Develop Continuous Feedback Mechanisms

Consider developing systems to gather feedback from employees abroad and stakeholders throughout the assignment lifecycle. This allows your company to implement ongoing improvements to the program based on real-life experiences and challenges faced by employees.

No Physical Office Needed: Expand to Indonesia Virtually with Effist Suite Office

The need for a traditional physical office no longer constraints today’s global mobility. With the virtual office solution provided by Effist Suite Office, foreign companies and expatriates can establish a strong presence in Indonesia without needing a physical office. Our solution includes prestigious business addresses, professional call handling, business lounge, meeting rooms of all sizes, and building domicile letter to ensure credibility and convenience for your business operations. Whether you’re expanding or just entering the market, our tailored solution provides flexibility and efficiency, especially for businesses that are operating remotely. Start your journey in Indonesia virtually and hassle-free with Effist Suite Office.For more information regarding our virtual office solution, kindly email us at contact@effist.comEditor: Irnadia Fardila
Pengertian Bisnis Agency dan Cara Mendirikannya

07 April 2025

Pengertian Bisnis Agency dan Cara Mendirikannya

Perusahaan agency menjadi salah satu tren bisnis yang populer dirintis di kalangan pengusaha muda. Popularitas ini didorong oleh semakin meningkatnya kebutuhan perusahaan untuk fokus pada kegiatan bisnis utama mereka, sementara aspek lain dalam bisnis ditangani oleh tenaga ahli yang lebih berpengalaman. Kerja sama dengan bisnis agency merupakan cara perusahaan untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengalokasikan sumber daya mereka dengan lebih baik. Kenali lebih lanjut tentang apa itu bisnis agency, jenis-jenisnya, serta strategi memulai bisnis agency.

Apa Itu Bisnis Agency?

Bisnis agency adalah jenis perusahaan yang menyediakan layanan keahlian jasa kepada klien mereka. Agency umumnya menawarkan layanan mereka kepada sebuah perusahaan untuk menangani segmen tertentu di dalam bisnis mereka, seperti misalnya menangani bagian marketing atau public relations. Dibandingkan menjual produk, model bisnis agency menjual keahlian dan jasa untuk membantu perusahaan mencapai tujuan bisnis mereka. 

Bagaimana Cara Kerja Bisnis Agency?

Agency beroperasi dengan menyediakan layanan spesialisasi untuk perusahaan klien, di mana mereka menangani aktivitas bisnis tertentu yang diperlukan perusahaan klien. Cara kerja agency dimulai dengan memahami kebutuhan dan tujuan klien serta merancang strategi yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. Setelah tahap perencanaan, agency akan mulai melaksanakan strategi yang telah disusun. Hal ini mencakup pengaturan proyek, pengelolaan sumber daya, serta pemantauan progress untuk memastikan bahwa semua aspek berjalan sesuai rencana. Agency akan berkoordinasi dengan berbagai tim yang terlibat di dalam proyek, seperti tim kreatif atau developer. Dengan pengelolaan yang efisien, agency berupaya mencapai hasil optimal untuk klien. Agency juga perlu beradaptasi jika terjadi perubahan dalam kebutuhan atau muncul kendala selama proyek berlangsung.Setelah proyek selesai, agency akan melakukan evaluasi untuk menilai keberhasilan proyek dan dampaknya terhadap klien. Agency akan mengumpulkan feedback dari klien untuk mengetahui area yang perlu ditingkatkan. Langkah ini sangat penting untuk mengukur kualitas layanan yang sudah diberikan.

Apa Saja Jenis-Jenis Bisnis Agency?

Sebagai bisnis yang menawarkan layanan jasa kepada klien, perusahaan agency terbagi menjadi beberapa jenis dengan keahlian di bidang yang beragam. Adapun beberapa jenis bisnis agency tersebut adalah:
  • Digital Marketing Agency: Jenis agency ini berfokus dalam membantu perusahaan membangun eksistensi digital di platform online. Layanan mereka dapat termasuk web development, manajemen media sosial, hingga pay-per-click advertising. Banyak perusahaan bekerja sama dengan digital marketing agency untuk memperluas jangkauan mereka melalui platform digital.
  • Creative Agency: Jenis agency ini berfokus dalam mengembangkan konten inovatif dan kreatif untuk keperluan kampanye marketing perusahaan. Mereka bekerja sama dengan klien untuk merancang bahan branding serta konsep advertising yang unik.
  • Advertising Agency: Jenis agency ini mengelola kebutuhan advertising untuk klien. Hal ini termasuk merancang strategi dan kampanye di berbagai jenis media advertising. Advertising agency dapat menawarkan layanan penuh atau spesifik pada aspek tertentu, seperti branding, digital advertising, atau media buying.
  • Public Relations Agency: Jenis agency ini menangani keperluan public relations untuk individu atau perusahaan. Layanan public relations agency dapat mencakup public messaging, menulis press release, hingga memantau reputasi perusahaan untuk menjaga citra mereka di mata publik.
  • Human Resources Agency: Jenis agency ini berfokus dalam menangani berbagai keperluan human resources untuk perusahaan. Hal ini dapat mencakup proses rekrutmen, manajemen payroll, pengembangan diri karyawan, hingga compliance dan legal support.

Bagaimana Cara Memulai Bisnis Agency?

Layaknya saat mendirikan usaha, memulai bisnis agency juga memerlukan perencanaan dan pelaksanaan yang matang dan hati-hati. Berikut adalah beberapa cara untuk memulai bisnis agency:

Tentukan Niche Bisnis

Langkah pertama dalam menjalankan agency adalah menentukan niche usaha yang ingin dijalani. Dibandingkan menjadi ahli untuk semua jenis bidang, Anda dapat berfokus pada satu keahlian yang akan dijual kepada klien. Hal ini akan memberikan kesan bahwa bisnis Anda merupakan spesialisasi di bidang tersebut. Misal, Anda ingin berfokus pada digital marketing, advertising, atau public relations. Anda dapat memilih niche yang sudah dikuasai untuk mengurangi learning curve dan membangun kepercayaan dari calon klien.

Lakukan Riset Pasar

Riset pasar adalah langkah yang perlu dilakukan saat mendirikan bisnis apapun. Dalam riset pasar, Anda dapat menganalisis siapa target audiens yang dituju serta seperti apa persaingan bisnis agency dengan niche serupa. Buat customer profiling berisi kriteria klien ideal Anda, seperti ukuran perusahaan, jenis industri, lokasi, hingga model bisnis. Misal, Anda menyasar bisnis UMKM di industri food and beverage. Profil klien ideal ini akan memudahkan Anda dalam menyusun detail layanan maupun rentang harga yang ditawarkan.

Kembangkan Rencana Bisnis

Buat rencana bisnis yang menggambarkan visi, misi, layanan, strategi penetapan harga, serta struktur operasional bisnis agency Anda. Jika dibutuhkan, Anda dapat menambahkan proyeksi finansial dan kebutuhan pendanaan. Rencana ini akan memandu Anda dalam proses pengambilan keputusan serta berguna untuk mengamankan pendanaan atau partnership. 

Daftarkan Bisnis Anda

Langkah yang tidak boleh dilupakan adalah mendaftarkan bisnis Anda sebagai entitas legal ke lembaga terkait. Pastikan Anda sudah menentukan jenis usaha dan model bisnis yang akan diterapkan (PT, CV, dan lain sebagainya). Buat rekening bank khusus untuk mengelola keperluan finansial bisnis serta pastikan kepatuhan terhadap regulasi pajak.

Bangun Branding Bisnis

Kembangkan identitas bisnis yang kuat untuk memperkenalkan visi dan misi bisnis Anda kepada publik. Identitas bisnis ini mencakup pembuatan logo yang unik, website dan media sosial profesional, serta nada pesan yang konsisten. Manfaatkan website untuk menunjukkan keahlian Anda melalui studi kasus, testimoni, atau portofolio.

Kumpulkan Tim dan Mulai Operasional

Bentuk sebuah tim yang akan membantu Anda mengelola dan mengerjakan proyek klien. Pastikan anggota tim menganut visi dan misi yang sama serta memiliki keahlian yang dibutuhkan di dalam bisnis agency tersebut. Anda juga perlu membangun alur kerja yang efisien dengan memanfaatkan teknologi untuk project management, komunikasi, customer relationship management (CRM), dan sebagainya.

Layanan Virtual Office dari Effist: Solusi Memulai Bisnis Agency Tanpa Beban Kantor Fisik

Lokasi perusahaan yang strategis turut berkontribusi dalam membangun citra profesional bagi bisnis yang baru merintis, seperti misalnya bisnis agency. Guna menjawab kebutuhan ini, Effist Suite Office menawarkan layanan virtual office sebagai solusi kebutuhan kantor fleksibel serta hemat biaya untuk bisnis agency yang baru merintis. Dengan layanan virtual office, Anda dapat meningkatkan reputasi profesional tanpa perlu menyewa kantor fisik.Layanan virtual office dari Effist Suite Office mencakup berbagai fasilitas yang Anda butuhkan untuk meningkatkan kredibilitas hingga efisiensi operasional bisnis. Fasilitas kami mencakup alamat bisnis prestisius, layanan sekretaris dan administrasi profesional, ruang meeting dalam berbagai ukuran, building domicile letter, dan layanan mail handling. Jika Anda memiliki keperluan bekerja di kantor, Effist juga menyediakan layanan shared office yang bisa Anda gunakan secara harian. Untuk informasi lebih lanjut seputar layanan virtual office, hubungi kami melalui email contact@effist.com
Exploring First Mover Advantage: Key Benefits & Business Impact

01 April 2025

Exploring First Mover Advantage: Key Benefits & Business Impact

In today’s highly competitive market, being the first to introduce a product or service can be a game-changer. This strategy, known as the first-mover advantage, allows companies to establish brand recognition and set industry standards before competitors enter the scene.Gojek is one of the prime examples of this in the Indonesian market. Launched in 2010 as a motorcycle taxi (ojek) booking service, Gojek capitalized on the lack of organized and convenient ride-hailing solutions. By the time competitors like Grab and Uber entered the Indonesian market, Gojek had already built strong brand recognition and customer loyalty among Indonesian customers.Along with its benefits, first-mover advantage also poses several risks that may not guarantee the success of early entrants. Let’s delve deeper into what is a first-mover advantage and its benefits and risks.

What is the First-Mover Advantage?

First-mover advantage (FMA) is a competitive edge gained by a company by being the first to enter a new market or by introducing a new product or service to the market. This advantage helps companies establish brand recognition, customer loyalty, and secure resources earlier than their competitors. Generally, companies gain the first-mover advantage through rigorous marketing and advertising that positions their product not only as the first in its field but also as the best option for customers when competitors inevitably enter the market. 

What are the Examples of First-Mover Advantage?

Examples of the first-mover advantage can be found in various industries, showcasing how early entrants can shape markets and establish strong positions. Here are some notable examples of first-mover advantage:

Amazon

Despite not being the first-ever business to sell books online, Amazon has set the standard for e-commerce, establishing strong brand recognition and loyalty among its customer base. Amazon’s introduction of features like two-day shipping through Amazon Prime has become an industry norm in delivering customers’ goods, influencing customer expectations across the online retail sector.

Google

By being one of the original search engines, Google utilized first-mover advantage to gain control of the search engine industry. It revolutionized online search by implementing an effective ranking system for web pages based on relevance and popularity. Google was also able to build a reputation for quality and reliability by providing more accurate and pertinent search results than its rivals, allowing it to dominate the market.

Netflix

Starting out as a DVD rental business, Netflix then introduced a new way for customers to enjoy entertainment by offering subscription-based streaming services in 2007. This has helped Netflix gain a first-mover advantage in the streaming industry. It allowed Netflix to secure a place in customer’s minds, build a dedicated customer base, and gain market dominance, even as new streaming services emerged.

Why is the First Mover Advantage Important?

First-mover advantage is a strategic move for companies to differentiate themselves from their competitors. First-mover advantage is a benefit that companies can get by being the first in introducing an innovative product or service or entering a new market. This will help companies establish a strong foothold in the market early on, along with other benefits such as establishing early brand recognition and customer loyalty.As business competition remains an inevitable aspect of any industry, securing a market presence early through first-mover advantage is very important. By being pioneers, first-mover companies can capture a significant market share, making it challenging for later entrants to compete. First movers also often benefit from lower customer acquisition costs as they face fewer competitors in the initial stage.Additionally, first-mover companies can capitalize on the opportunity to learn from their initial experiences in the market. They can refine their products, understand customer preferences, and innovate based on real-world feedback. This will allow them to stay ahead of the competition and strengthen their market position.

What are the Benefits and Risks of First Mover Advantage?

Being a first-mover business offers significant advantages and several inherent risks that can be harmful if not handled carefully. We will explore both the advantages and potential drawbacks of being a first-mover:

Benefits of First-Mover Advantage

  • Brand Recognition: Being the first mover allows companies to establish strong brand awareness and loyalty among customers early on. This recognition can be leveraged for long-term success. This will make the process of building trust in the product or service easier as there are only a few competitors.
  • Setting Industry Standards: By being the first, companies can set industry standards for products and services, establishing benchmarks that later entrants must follow. This includes not only the product itself but also the manufacturing processes and marketing practices.
  • Higher Profit Margins: Early entrants often can set the prices for their products, which can create a pricing standard in the market. First movers often have the opportunity to set the price higher due to the lack of competition. This can result in higher profit margins.
  • Patents and Resource Control: First movers can secure patents and control scarce resources. This will create barriers for later entrance and enhance first movers’ competitive position.

Risks of First-Mover Advantage

  • High Development Costs: Being a first-mover often requires massive investments in research and development without any assurance of market demand. These initial costs can be burdensome, especially when the market is unproven and the products do not succeed.
  • Vulnerability to Competition: Later entrants can learn from the mistakes of first-movers, allowing them to introduce an improved version of existing products at a lower cost. This is called the “fast follower” strategy, which can erode the advantages held by the first-movers.
  • Customer Education Costs: The first movers are shouldering the burden of educating the customers about their new products or services. This process can be time and money-consuming, as potential customers may not initially understand the product’s value or functionality. In contrast, later entrants can capitalize on this situation without incurring similar expenses.
  • Complacency Risks: First-movers may become confident due to their early success, leading to stagnation in innovation. They will be unable to innovate or adapt to changing market conditions, making later entrants to outperform them.

Effist Suite Office: Your Trusted Office Solutions in Effortless Business Expansion to Indonesia

Effist Suite Office is your reliable partner in establishing a business presence in Indonesia. We offer comprehensive office solutions, including serviced offices and virtual offices that you can choose based on your business needs.In our serviced office, we offer fully-equipped office spaces with complete equipment, including ergonomic working station, high-speed internet, executive office equipment, meeting rooms in various sizes, business lounge, pantry, and secretarial and cleaning services. You can focus on your core business activities, while we handle your office needs.For businesses that are operating remotely, we offer virtual office solutions as a cost-effective and flexible choice to establish a local presence. Our virtual office service includes prestigious business addresses, professional secretarial support, meeting rooms of all sizes, building domicile letters, and mail handling services. We also provide shared office facilities as part of our virtual office to use as needed when you need a physical office. We are located in South Jakarta’s prime business hub, Gandaria 8 Office Tower and 88Office Kota Kasablanka.For more information regarding our serviced office and virtual office, contact us through email contact@effist.com or visit our “Book Tour” page.Editor: Irnadia Fardila
Shareholder: Definisi, Hak, dan Peran Terhadap Perusahaan

25 March 2025

Shareholder: Definisi, Hak, dan Peran Terhadap Perusahaan

Istilah “shareholder” merupakan komponen penting dalam dunia bisnis modern. Sebagai pemegang saham sebuah perusahaan, shareholder memiliki peranan penting dalam struktur dan pengambilan keputusan perusahaan. Mereka tidak hanya berfungsi sebagai penyedia modal, tetapi juga pengambil keputusan yang berpengaruh dalam pengelolaan dan arah masa depan perusahaan. Hak suara yang melekat pada kepemilikan saham membuat shareholder turut serta dalam menentukan kebijakan perusahaan.Shareholder tidak hanya berkontribusi terhadap stabilitas finansial perusahaan, tetapi juga terhadap tata kelola perusahaan yang baik. Kenali lebih jauh tentang apa itu shareholder serta perannya terhadap perusahaan.

Apa Itu Shareholder?

Shareholder, atau yang juga dikenal sebagai stockholder dan pemegang saham, adalah seorang individu atau perusahaan yang memiliki saham di sebuah perusahaan. Para shareholders umumnya memiliki hak seperti hak suara serta mendapatkan dividen dari profit perusahaan. Shareholders dengan saham lebih 50% disebut majority shareholders, sedangkan mereka dengan saham kurang dari 50% disebut minority shareholders.Shareholders dapat dikatakan sebagai pemilik perusahaan, tetapi mereka tidak selalu terlibat dalam operasional bisnis harian. Jika sebuah perusahaan dilikuidasi dan asetnya dijual, maka shareholders dapat menerima sebagian uang dari hasil penjualan tersebut. Pada situasi seperti ini, shareholder tidak berkewajiban menanggung utang dan kewajiban keuangan yang dikeluarkan perusahaan.

Apa Saja Jenis-Jenis Shareholder?

Terdapat dua jenis shareholder, yaitu common shareholders dan preferred shareholders. Keduanya memiliki porsi saham di perusahaan, tetapi memiliki hak dan keuntungan yang berbeda.

Common Shareholders

Common shareholders memiliki hak suara untuk berkontribusi pada pengambilan keputusan perusahaan. Mereka dapat berpartisipasi pada pemilihan board of directors maupun kebijakan perusahaan lainnya. Mereka juga mendapatkan dividen, meskipun pembagian ini tidak dijamin dan bergantung pada keputusan direksi perusahaan. Pada situasi likuidasi, mereka akan mendapatkan sisa aset perusahaan setelah semua kewajiban dan utang dilunasi.

Preferred Shareholders

Preferred shareholders umumnya tidak memiliki hak suara dan tidak biasa mempengaruhi keputusan perusahaan secara langsung. Namun, mereka menerima dividen tetap yang lebih tinggi dan dibayarkan sebelum dividen untuk common shareholders. Preferred shareholders juga memiliki prioritas lebih tinggi dibandingkan common shareholders dalam menerima aset perusahaan.

Apa Hak dan Tanggung Jawab Shareholder?

Sebagai pemegang saham perusahaan, shareholder memiliki hak dan tanggung jawabnya tersendiri di dalam perusahaan. Beberapa hak dan tanggung jawabnya adalah:

Hak Shareholder

  • Hak Suara: Shareholders berhak memberikan suara pada keputusan bisnis yang penting, seperti pemilihan direktur, merger, atau keputusan lainnya.
  • Hak Dividen: Shareholders berhak mendapatkan dividen jika diumumkan oleh perusahaan. Dividen ini mencerminkan bagian mereka dalam profit perusahaan.
  • Hak Pengecekan Dokumen: Shareholders dapat memeriksa dokumen dan catatan finansial perusahaan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dari manajemen perusahaan.
  • Hak Menghadiri Rapat: Shareholders dapat menghadiri rapat umum ataupun berpartisipasi dalam diskusi terkait keperluan perusahaan.
  • Hak Atas Hasil Likuidasi: Dalam kondisi likuiditas, shareholders berhak mendapatkan hasil likuidasi dari penjualan aset perusahaan setelah utang selesai dibayarkan.

Tanggung Jawab Shareholder

  • Partisipasi Aktif: Shareholders diharapkan berpartisipasi aktif dalam rapat atau pengambilan suara yang dapat mempengaruhi arah dan tata kelola perusahaan.
  • Kewajiban Finansial: Shareholders harus memenuhi kewajiban finansial yang berkaitan dengan saham mereka, seperti misalnya membayar saham yang mereka miliki di perusahaan.
  • Sikap Etis: Shareholders harus bertindak etis demi kepentingan perusahaan serta menghindari tindakan yang dapat merugikan stabilitas finansial dan reputasi perusahaan.
  • Patuh Terhadap Peraturan Perusahaan: Shareholders harus patuh terhadap peraturan dasar maupun peraturan lainnya yang berlaku.
  • Memantau Manajemen Perusahaan: Shareholders perlu memantau keputusan dan tindakan manajemen perusahaan, di mana mereka dapat bertindak jika diperlukan.

Stakeholder dan Shareholder, Apa Perbedaannya?

Perbedaan antara stakeholder dan shareholder terletak pada pengertian dan keterlibatannya di dalam perusahaan. Stakeholder atau pemangku kepentingan adalah individu atau kelompok yang memiliki kepentingan di dalam perusahaan. Orang-orang yang termasuk sebagai stakeholder dapat berupa pelanggan, karyawan, investor, hingga pemerintah. Stakeholder tidak selalu memiliki saham seperti shareholder.Sementara shareholder adalah individu atau kelompok yang memiliki saham di dalam perusahaan. Mereka berhak mendapatkan keuntungan seperti dividen dari profit perusahaan. Shareholders juga memiliki hak suara dalam pengambilan keputusan penting perusahaan. Fokus utama shareholders adalah pada peningkatan nilai perusahaan yang dikenal sebagai shareholder value added. Mereka berfokus memaksimalkan nilai investasi saham dan memastikan perusahaan tetap beroperasi dengan menghasilkan keuntungan.

Apa Saja Peran Shareholder dalam Perusahaan?

Shareholder berperan penting dalam tata kelola serta kondisi finansial sebuah perusahaan. Adapun beberapa peran shareholder di dalam perusahaan adalah:

Kepemilikan dan Dukungan Finansial

Shareholders merupakan pemilik perusahaan yang berperan menyediakan bantuan finansial sebagai investasi kepada perusahaan. Sebagai gantinya, shareholders mendapatkan dividen dan bagian dari profit perusahaan. Investasi shareholders dapat dilakukan melalui pembelian saham atau ikut serta dalam pendirian perusahaan.

Memberikan Hak Suara

Shareholders, terutama common shareholders, memiliki hak suara untuk memilih dalam keputusan penting perusahaan. Hal ini termasuk penunjukkan dan pencabutan direktur, perubahan peraturan perusahaan, hingga transaksi berskala besar. Hak suara ini memberikan shareholder kekuatan untuk mempengaruhi operasional bisnis perusahaan.

Pengawas Direktur

Shareholders berperan dalam mengawasi tindakan direktur perusahaan. Mereka bertanggung jawab dalam menyetujui gaji direktur dan memastikan para direktur bertindak demi kepentingan terbaik perusahaan. Hal ini termasuk meninjau laporan keuangan untuk mengevaluasi performa perusahaan.

Memberikan Masukan Strategis

Shareholders dapat memanfaatkan keahlian dan perspektif mereka untuk memberikan masukan strategis terhadap rencana bisnis perusahaan. Keterlibatan shareholder dapat meningkatkan proses pengambilan keputusan serta mendukung keberhasilan perusahaan dalam mencapai tujuan yang diinginkan.

Solusi Ruang Meeting Premium Effist untuk Pastikan Rapat Shareholder yang Produktif

Rapat shareholder akan membutuhkan lingkungan yang profesional dengan fasilitas lengkap untuk mendukung kelancaran diskusi dan pengambilan keputusan bisnis strategis. Guna menjawab kebutuhan ini, Effist Suite Office menghadirkan layanan ruang meeting premium sebagai solusi ideal untuk berbagai pertemuan Anda. Ruang meeting kami hadir dalam berbagai ukuran untuk memfasilitasi berbagai jenis rapat, mulai dari diskusi tim kecil hingga konferensi berskala besar.Fasilitas ruang meeting kami mencakup internet berkecepatan tinggi, layanan video conferencing, dan LCD proyektor siap pakai. Kami juga menyediakan berbagai paket meeting yang bisa dipilih berdasarkan kebutuhan Anda. Paket meeting kami dilengkapi dengan benefit seperti coffee break, lunch, air mineral, alat tulis, serta bantuan dari tim profesional kami untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran rapat Anda.Dengan suasana professional dan layanan terbaik, ruang meeting Effist Suite Office adalah pilihan tepat untuk memastikan rapat shareholder berjalan produktif dan sukses.Untuk informasi lebih lanjut seputar layanan ruang meeting, hubungi kami melalui email contact@effist.comEditor: Irnadia Fardila
Market Testing: Strategies to Validate Your Product Successfully

24 March 2025

Market Testing: Strategies to Validate Your Product Successfully

Market testing is an essential step for businesses looking to introduce their new products or services with minimal risks before a full-scale launch. For example, before launching a new product or feature, Netflix often relies on market testing to refine their offerings. Before implementing major updates, Netflix tests new features on small user groups to measure engagement and optimize the user experience. This ensures that only well-received updates reach a global audience.Let’s delve deeper into what market testing is and how businesses can effectively implement them in their products or services.

What is the Meaning of Market Testing?

Market testing is a strategic process used by businesses to assess the viability and potential success of a product or service in the marketplace before its full-scale launch. Market testing is crucial in new product development as it allows businesses to gather valuable insights that inform the final stages of product development. Businesses can also minimize the risks associated with launching a new product. The information gathered during the testing phase helps businesses align with customer needs and preferences. By thoroughly understanding the target market, businesses can strategically position their offerings for maximum impact upon release.

What are the Types of Market Testing?

Market testing involves various methods to evaluate the viability of a new product or service. Here are some common types of market testing:
  • Survey: Businesses collect feedback from a sample of target customers through structured questionnaires or interviews to gather insights about their behavior, preferences, and opinions.
  • Focus Group: Businesses gather a small group of individuals representing the target market to engage in guided discussions and exercises facilitated by a moderator. Focus group method allows for a thorough exploration of attitudes, perceptions, and reactions to a product or service.
  • Beta Testing: In this method, businesses systematically test the functionality and usability of a product or service with a small group of users. Feedback from users will be used to refine and iterate the product or service.
  • A/B Testing: A/B testing involves comparing two versions of a product, website, or design and testing them with different groups of customers to see which version performs better.

Test Marketing vs Market Testing, What are Their Differences?

While both test marketing and market testing are used by businesses to assess their new products or services before a full-scale launch, they differ in purpose, scope, and execution.Market testing focuses on evaluating a product’s viability and potential success. It helps determine customer demand while gathering feedback on features, pricing, and overall appeal. Common market testing techniques include surveys, focus groups, beta testing, and other feedback-driven approaches.Test marketing, on the other hand, takes a broader approach by assessing not only the product but also the entire marketing strategy. This includes pricing, advertising, and distribution. Test marketing often involves a soft launch in a controlled environment to observe actual sales performance and market response rather than relying solely on direct customer feedback.

Why is Market Testing Important?

Market testing plays an important role in the strategic development of products and services. It serves as a critical step before the actual market entry. Here are several reasons why market testing is important:

Minimize Risk

The possibility of an unsuccessful new product launch is driven by risks such as inaccurate target audience, intense competitive pressures, and the lack of demand. These risks can be costly and damaging to a company’s reputation. By doing market tests before committing resources to full-scale production, companies can identify issues and make necessary adjustments.

Gather Customer Feedback

Market tests provide valuable insights into customer behavior, preferences, and reactions. By actively listening to customers, businesses can refine their products to meet customer needs and expectations better. Businesses can also tailor their offerings more effectively for their customers. This not only helps in product development but also strengthens the relationship between the business and its customer base.

Assess Market Demand

Assessing market demand means evaluating whether the new products have potential buyers who are willing and able to purchase at various prices. Lack of market demand can cause the new product to fail in the market. Through market tests, businesses can gauge market demand and acceptance, ensuring there is a viable market for the product. This information is crucial to determine production levels and avoid overproduction.

How To Do Market Testing?

Before fully launching a product or service, it is necessary to gauge real-world interest and identify potential pitfalls. This is where market testing comes into play. But how exactly do you put your concept to the test and gather actionable feedback? Here are the steps involved in conducting effective market testing:

Establish Clear Goals

The first step is knowing what you want to achieve through market tests. For example, you aim to understand customer preferences, assess market demand, or evaluate pricing strategies. These goals serve as a guide throughout the testing phase and help determine the relevant metrics for success. 

Create a Prototype or Concept

Next, create a tangible representation of your product or service to be tested by users. It can be a prototype, sample, or mockup, depending on the complexity of the product and the resources available. This not only will facilitate a better understanding of customer reactions but also help in identifying potential areas for improvement.

Determine Pricing

Once the prototype is developed, determine pricing strategies that align with market expectations and customers’ willingness to pay. Compare your product to similar offerings in the market to establish a baseline price. You should also include production costs, such as equipment, shipping, and staffing, to ensure profitability.

Develop Testing Plans

In this step, you should choose the appropriate testing methods, such as surveys, focus groups, or beta testing based on your market test goals and resources. Segment your target audience by demographics, psychographics, or behavior to tailor your testing approach. In your testing plan, decide on testing locations, timelines, and promotional strategies.

Perform Testing and Analyze Results

After developing your testing plans, it’s time to perform the testing and gather the results. You can use structured methods to collect data and analyze it to identify patterns and trends. Based on the results, interpret your conclusions about market preferences, perceptions, and potential barriers to product adoption. Use these insights to refine and iterate your products.

Prime Locations, Premium Facilities: Explore Effist's Serviced Office Solutions

Choosing the right office space is crucial for market testing and business expansion. Effist Suite Office offers fully-equipped serviced offices located in Jakarta’s prime locations, Gandaria 8 Office Tower and 88Office Kota Kasablanka. Our office spaces are equipped with complete facilities such as ergonomic working stations, high-speed internet, meeting rooms of all sizes, business lounges, a pantry, and professional support services. You can start operating immediately without having to worry about furnishing or hiring a full administrative staff. You can enjoy a seamless work environment in a strategic business district surrounded by top dining and entertainment options. Contact us today at contact@effist.com to learn more about our serviced office or visit our "Book Tour" page.Editor: Irnadia Fardila
Brand Value: Kunci Kepercayaan dan Loyalitas Pelanggan

18 March 2025

Brand Value: Kunci Kepercayaan dan Loyalitas Pelanggan

Brand value atau nilai merek menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan suatu perusahaan. Nilai ini tidak hanya mencerminkan seberapa banyak sebuah merek dikenal, tetapi juga mencerminkan persepsi pelanggan terhadap kualitas dan reputasi bisnis tersebut. Semakin tinggi brand value, maka semakin besar loyalitas pelanggan dan daya saing di pasar.Membangun dan mempertahankan brand value tidak hanya bergantung pada produk yang berkualitas, tetapi juga strategi marketing, interaksi dengan pelanggan, serta eksistensi bisnis. Contoh brand value adalah Nike dengan slogan ikoniknya “Just Do It”. Nike telah membangun citra sebagai merek yang menginspirasi gaya hidup aktif dan menjadi pilihan utama bagi atlet dan pecinta olahraga di seluruh dunia.Kenali lebih lanjut tentang apa itu brand value, pentingnya bagi bisnis, dan strategi untuk membangun nilai merek.

Apa Itu Brand Value?

Brand value adalah nilai atau harga sebuah merek jika diukur dari segi finansial. Hal ini mencakup elemen berwujud (logo, desain produk, dan aset digital) dan elemen tidak berwujud (ekuitas merek serta persepsi dan loyalitas pelanggan). Nilai ini ditentukan oleh persepsi pelanggan serta kekuatan dan reputasi merek di pasar. Nilai tersebut bukan hanya sekedar angka, melainkan juga mencakup berbagai elemen yang berkontribusi terhadap reputasi perusahaan, termasuk kualitas produk, pelayanan pelanggan, hingga pengalaman pengguna.Perusahaan dengan brand value yang tinggi dapat dikatakan berharga “mahal” jika dijual ke perusahaan lain. Hal ini disebabkan oleh pengaruh value tersebut dalam menarik lebih banyak pelanggan dan mempertahankan loyalitas kepada perusahaan. Value ini juga menunjukkan bagaimana pelanggan bersedia memilih perusahaan tersebut dibandingkan kompetitor serta besar biaya yang bersedia mereka keluarkan untuk membeli produk perusahaan tersebut. 

Bagaimana Cara Mengukur Brand Value?

Pengukuran brand value dapat memberikan insight tentang kekuatan dan posisi merek di pasar. Beberapa metode yang digunakan untuk menghitung brand value adalah:
  • Cost-based Valuation: Metode ini menganalisis berapa banyak biaya yang dihabiskan untuk membangun sebuah merek. Biaya ini termasuk lisensi, pendaftaran merek dagang, promosi merek, dan sebagainya.
  • Market-based Valuation: Metode ini mengukur nilai merek melalui perbandingan dengan merek serupa di pasar. Perbandingan dilakukan dengan melihat harga jual dan performa saham dari tiap merek. Perusahaan juga dapat bertanya kepada perusahaan lain tentang besar biaya yang bersedia mereka keluarkan untuk membeli merek tersebut.
  • Income-based Valuation: Metode ini mengukur seberapa banyak keuntungan yang dihasilkan dari sebuah merek. Hal ini termasuk menghitung nilai merek berdasarkan cash flow atau pendapatan yang dihasilkan secara langsung oleh merek tersebut.

Apa Pentingnya Brand Value bagi Bisnis?

Brand value atau nilai merek berperan penting dalam menentukan posisi perusahaan dibandingkan kompetitor di pasar. Beberapa alasan mengapa nilai merek sangat penting bagi bisnis adalah:

Menjaga Loyalitas dan Retensi Pelanggan

Perusahaan dengan nilai merek tinggi menumbuhkan loyalitas pelanggan dengan menciptakan rasa percaya kepada perusahaan. Pelanggan yang loyal lebih cenderung melakukan pembelian berulang dan setia kepada perusahaan tersebut. Sebagai contoh, Apple memiliki nilai merek yang tinggi dan telah membangun loyalitas yang kuat di kalangan pelanggan mereka. Hasilnya, pelanggan loyal Apple bersedia membayar harga yang lebih mahal dan selalu menunggu rilisnya inovasi produk baru.

Mendukung Kekuatan Penetapan Harga

Nilai merek dapat mempengaruhi strategi penetapan harga secara signifikan. Perusahaan dengan nilai merek yang tinggi dapat menetapkan harga yang lebih mahal karena dipandang dapat memberikan kualitas dan prestise yang tinggi. Kekuatan penetapan harga ini memungkinkan perusahaan untuk menjaga margin keuntungan yang sehat.

Menciptakan Keunggulan Kompetitif

Nilai merek yang tinggi membuat perusahaan lebih unggul dibandingkan kompetitor. Hal ini dapat menghalangi pesaing baru dan memperkuat dominasi perusahaan di pasar. Contohnya adalah Apple yang memanfaatkan nilai merek mereka untuk bertahan sebagai industry leader di pasar teknologi.

Bagaimana Cara Membangun Brand Value Perusahaan?

Guna membangun brand value yang kuat di kalangan pelanggan, beberapa langkah yang dapat diterapkan adalah:

Tetapkan Identitas Merek

Langkah pertama adalah membangun visi, misi, dan core value perusahaan untuk menetapkan tujuan bisnis dalam jangka panjang. Buat brand positioning yang unik dengan menentukan apa yang membedakan perusahaan Anda dari kompetitor, seperti misalnya fitur inovatif, kualitas premium, hingga harga terjangkau. Langkah ini bertujuan untuk menetapkan pesan yang konsisten dan jelas kepada pelanggan Ada.

Optimalkan Marketing dan Iklan

Gunakan kampanye marketing yang strategis untuk meningkatkan brand awareness di kalangan pelanggan dan publik. Anda dapat memanfaatkan platform digital seperti media sosial, website, atau ads, maupun media fisik seperti flyer, baliho, atau banner. Pastikan penyampaian pesan yang konsisten di seluruh saluran komunikasi untuk membangun identitas bisnis dan kepercayaan pelanggan.

Tingkatkan Pengalaman Pelanggan

Persepsi pelanggan berkontribusi besar dalam membentuk brand value. Maka dari itu, penting untuk menghadirkan pengalaman pelanggan yang memuaskan di berbagai aspek bisnis, mulai dari kualitas produk hingga pelayanan dalam customer service. Interaksi yang positif akan membuahkan kepuasan pelanggan, yang nantinya berdampak pada loyalitas pelanggan.

Mulai Kolaborasi dengan Influencer

Selanjutnya, mulai berkolaborasi dengan influencer, artis, atau mitra bisnis dengan nilai yang sejalan dengan perusahaan Anda. Kerja sama bisnis ini dapat meningkatkan visibilitas perusahaan Anda di kalangan pelanggan maupun publik. Pelanggan pun akan mengaitkan merek Anda dengan kualitas bisnis yang baik jika bekerja sama dengan partner yang tepat.

Pertahankan Konsistensi

Selalu lakukan monitoring dan evaluasi setiap strategi yang telah dilakukan. Pastikan nada penyampaian maupun visual tetap konsisten dalam tiap aspek bisnis, seperti iklan, media sosial, website, hingga pelayanan customer service. Konsistensi ini akan memperkuat identitas bisnis Anda di kalangan pelanggan dan meningkatkan kepercayaan.

Tingkatkan Brand Value Anda dengan Ruang Kantor Premium di Lokasi Strategis Bersama Effist!

Lokasi perusahaan yang strategis dapat berperan penting dalam membangun reputasi dan brand value perusahaan. Guna menjawab kebutuhan ini, Effist Suite Office dengan layanan serviced office dan virtual office untuk membantu bisnis mendapatkan solusi ruang kantor yang tidak hanya fungsional, tetapi juga meningkatkan brand value perusahaan.Effist Suite Office dengan layanan serviced office menyediakan ruang kerja modern siap pakai untuk mendukung performa kerja optimal. Ruang kerja kami dilengkapi dengan fasilitas premium seperti meja dan kursi ergonomis, internet berkecepatan tinggi, ruang meeting dalam berbagai ukuran, business lounge, pantry, serta layanan resepsionis dan kebersihan. Anda dapat fokus pada strategi utama bisnis tanpa perlu memikirkan pengelolaan kantor.Effist Suite Office juga menyediakan layanan virtual office bagi Anda yang mengelola bisnis secara remote. Dengan alamat bisnis prestisius di lokasi strategis, Anda dapat meningkatkan reputasi bisnis tanpa perlu menyewa kantor fisik. Layanan kami mencakup call handling, mail handling, serta bantuan resepsionis dan sekretaris profesional. Anda juga dapat menikmati ruang meeting dalam berbagai ukuran untuk pertemuan bisnis Anda serta daily shared office untuk kebutuhan bekerja di kantor yang bisa dipakai harian.Kedua layanan kami berlokasi di pusat bisnis Jakarta Selatan, yaitu 88Office Kota Kasablanka dan Gandaria 8 Office Tower.Hubungi kami melalui email contact@effist.com atau kunjungi halaman “Book Tour” untuk informasi lebih lanjut seputar layanan serviced office dan virtual office.Editor: Irnadia Fardila
Global Mobility: Key Strategies for Successful Expansion

10 March 2025

Global Mobility: Key Strategies for Successful Expansion

Have you ever heard of digital nomads working remotely from anywhere or multinational corporations relocating their employees to overseas branches? These are examples of global mobility, a strategy that shapes the modern workforce and economy. Global mobility involves the movement of employees across international borders for purposes like business expansion or talent deployment. Let’s delve deeper into the meaning of global mobility, its benefits, and how to develop a successful mobility strategy.

What Does Global Mobility Mean?

Global mobility, also known as employee relocation, means strategies and processes companies implement to relocate employees across international borders for work purposes. The relocation can be classified as short-term, long-term, or permanent business travel. It encompasses various activities, including immigration compliance, tax management, logistical support, and cultural integration. Global mobility is not just about moving employees to another office; it's also about deploying talent to another region to achieve specific business goals, fostering cross-cultural understanding, and driving innovation. Companies also utilize global mobility to expand talent pools and enhance employee career development through international experience.

What are the Examples of a Global Mobility Strategy?

A well-defined global mobility strategy is essential for organizations seeking to optimize talent management across international borders. Here are some examples of global mobility implementation:
  • Short Trips to Another Country: Short trips can take 3–12 months for business purposes like networking, project negotiation, training, or conferences.
  • Long Trips to Another Country: Long trips can last 1–3 years and involve expanding the company’s reach into new markets or opening new facilities abroad.
  • Permanent Assignments Abroad: Permanent assignments refer to indefinitely relocating employees to another country. The employees, also called expatriate employees, will take up residency in the foreign country. 
  • Worldwide Travel as a Digital Nomad: With the rising popularity of remote working, many companies allow their employees to work indefinitely remotely from anywhere in the world without a fixed work location.

What are the Benefits of Global Mobility for Businesses?

Global mobility offers numerous advantages for businesses seeking to enhance their competitive edge in a global marketplace. Here are the key benefits:

Wider Talent Pool

A global mobility strategy allows companies to access diverse skills and experiences by tapping into talents from different countries. This helps companies fill critical skill gaps that may not be available in their countries and attract diverse perspectives that enhance innovation and problem-solving capabilities. This is particularly crucial in industries facing talent shortages.

Increased Competitiveness

Companies with global mobility policies can increase their competitiveness by fostering a diverse workforce. This can lead to more significant innovation and improve overall performance, as employees with varied backgrounds bring unique insights to the team. A global mobility strategy with a remote workforce allows companies to quickly deploy the right people to new markets, helping them capitalize on opportunities faster than competitors.

Build Stronger Relationships

Sending employees abroad helps companies build stronger and deeper relationships with their international clients and partners. A physical presence in different markets allows businesses to understand local customers better and tailor their offerings accordingly.

Enhanced Employee Engagement and Retention

A global mobility strategy can significantly enhance employee engagement and retention. Employees often seek opportunities for travel and relocation abroad, making companies offering such options more attractive. This strategy usually provides employees valuable experiences that contribute to their professional growth, making them more committed to the company.

How to Develop a Successful Global Mobility Strategy?

To create a successful global mobility strategy, companies must follow a structured approach that incorporates best practices and aligns with their business goals. Here are key steps you can consider:

Align with Business Strategy

The first step is determining how the global mobility strategy aligns with your business goals. For example, you should consider the problem that global mobility can solve, any additional benefits that this relocation will bring to your company, and which employees can participate. Engaging with leadership early on to secure buy-in is crucial to obtaining the necessary resources and support for the program.

Define Vision and Goals

Next, define the vision, goals, and expected outcomes of implementing global mobility. This includes determining the scope of the program, key regions for expansion, roles affected by mobility, and expected benefits such as talent acquisition and enhanced diversity.

Establish Policy Framework

Develop policies that guide relocation processes, eligibility criteria, and compliance with tax and local regulations. These policies should include guidelines for financial support, housing logistics, remote work policies, work permits, and visas. Ensure these policies are transparent and adaptable to meet the diverse needs of employees across different locations.

Define Operational Plan

After establishing a policy framework, define how the program will operate by assigning responsibilities to HR team members, mapping out processes for applications and approvals, and tracking outcomes. Consider incorporating technology solutions to streamline operations and enhance communication throughout the mobility processes.

Provide Pre-Assignment Support

Next, provide comprehensive support for employees preparing for international assignments. This support should include cultural training, language assistance, and clear communication of expectations to ensure they are well-prepared for their new roles and relocation.

Develop Continuous Feedback Mechanisms

Consider developing systems to gather feedback from employees abroad and stakeholders throughout the assignment lifecycle. This allows your company to implement ongoing improvements to the program based on real-life experiences and challenges faced by employees.

No Physical Office Needed: Expand to Indonesia Virtually with Effist Suite Office

The need for a traditional physical office no longer constraints today’s global mobility. With the virtual office solution provided by Effist Suite Office, foreign companies and expatriates can establish a strong presence in Indonesia without needing a physical office. Our solution includes prestigious business addresses, professional call handling, business lounge, meeting rooms of all sizes, and building domicile letter to ensure credibility and convenience for your business operations. Whether you’re expanding or just entering the market, our tailored solution provides flexibility and efficiency, especially for businesses that are operating remotely. Start your journey in Indonesia virtually and hassle-free with Effist Suite Office.For more information regarding our virtual office solution, kindly email us at contact@effist.comEditor: Irnadia Fardila