News and Article

Panduan Lengkap Mendirikan Perseroan Terbatas

Sebagai badan usaha yang sah di mata hukum, PT atau Perseroan Terbatas adalah salah satu jenis badan usaha yang banyak digunakan di Indonesia. Resminya badan usaha PT di mata hukum membuat badan usaha ini dianggap memiliki kredibilitas tinggi di mata pelanggan dan mitra bisnis. Hal ini juga memudahkan PT dalam memperoleh fasilitas pendanaan dari lembaga keuangan. Kenali lebih lanjut tentang apa itu Perseroan Terbatas, syarat mendirikan, hingga prosedur mendirikan Perseroan Terbatas untuk bisnis Anda.

Apa Itu Perseroan Terbatas?

Pengertian perseroan Terbatas atau yang juga dikenal sebagai PT adalah badan hukum yang mendapatkan modal dari saham yang terkumpul. Guna mendapat status badan hukum, Perseroan Terbatas harus didirikan oleh setidaknya 2 (dua) orang atau lebih dengan akta notaris yang dibuat dalam bahasa Indonesia. Namun, khusus pengusaha dengan kriteria usaha mikro dan kecil (UMK), PT bisa didirikan hanya dengan 1 orang saja. 

Kriteria usaha mikro adalah memiliki modal di bawah Rp 1 miliar, sedangkan usaha kecil memiliki modal di atas Rp 1 miliar sampai Rp 5 miliar. Sementara PT berskala menengah memiliki modal di atas Rp 5 miliar. Besar modal PT ditentukan berdasarkan keputusan pendiri PT. Namun, modal dasar harus ditempatkan dan disetor minimal 25% serta dibuktikan dengan bukti penyetoran yang sah.

Apa Bedanya Perseroan Terbatas dengan CV?

Terdapat beberapa perbedaan antara Perseroan Terbatas (PT) dan CV, khususnya pada definisi sebagai sebuah badan usaha. PT, sebagai singkatan dari Perseroan Terbatas, merupakan jenis badan usaha yang dilindungi hukum serta diatur menurut UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Sementara CV adalah badan usaha yang tidak berbadan hukum, sehingga tidak ada peraturan tertentu yang mengatur jenis badan usaha ini.

Perbedaan lainnya adalah batasan kegiatan usaha. Mengingat PT disahkan secara hukum, PT dapat berbisnis sesuai dengan tujuan pendiriannya. Sedangkan CV terbatas pada sektor perdagangan, kontraktor sampai grade 4, perindustrian, perbengkelan, percetakan, dan jasa.

Apa Saja Jenis-Jenis Perseroan Terbatas?

Sebagai sebuah badan usaha, PT juga terdiri atas berbagai jenis dengan definisi dan tujuan bisnis yang beragam. Jenis-jenis PT tersebut adalah:

  • PT Terbuka (Tbk): Jenis PT Terbuka adalah jenis yang sudah melakukan Initial Public Offering (IPO). Artinya, saham di dalam perusahaan sudah bersifat terbuka untuk masyarakat luas. Jenis PT ini dapat menjual saham ke masyarakat melalui pasar modal.
  • PT Tertutup: Jenis PT ini adalah kebalikan dari PT Terbuka, di mana aktivitas jual beli sahamnya tidak dibuka kepada masyarakat luas. PT Tertutup mendapatkan modal dari sumber pribadi atau kalangan tertentu, seperti keluarga atau teman.
  • PT Kosong: Jenis PT Kosong adalah bisnis yang sudah mengantongi izin usaha tetapi belum melakukan kegiatan operasional bisnis. Jenis ini didirikan untuk memenuhi kebutuhan pendirian PT yang mendesak.
  • PT Domestik: Jenis PT Domestik adalah PT yang menjalankan operasional perusahaan di dalam negeri dan wajib mengikuti segala peraturan yang berlaku di negara tersebut.
  • PT Perseorangan: Jenis PT Perseorangan hanya didirikan oleh 1 orang tanpa besaran modal minimal. Pendiri tersebut merupakan pemilik seluruh saham perusahaan dan menjadi direktur di perusahaan tersebut.
  • PT Asing: Jenis PT Asing adalah perusahaan yang didirikan di negara lain dengan mengikuti peraturan yang berlaku di negara tersebut. 

Apa Saja Syarat Mendirikan Perseroan Terbatas?

Terdapat beberapa persyaratan yang perlu dipenuhi agar mendapatkan status hukum resmi bagi bisnis Anda. Persyaratan ini dimuat dalam Pasal 109 No. 2 UU Cipta Kerja. Beberapa syarat tersebut adalah:

  • PT didirikan oleh satu orang, tetapi hanya untuk PT berskala mikro dan kecil. Jenis PT ini nantinya termasuk sebagai PT Perorangan. Sementara PT yang lebih besar termasuk sebagai PT Persekutuan Modal dengan jumlah pendiri minimal 2 orang.
  • Berkas administrasi seperti NPWP penanggung jawab PT, salinan KK penanggung jawab PT, salinan e-KTP pemegang saham, surat keterangan domisili PT yang diterbitkan oleh RW atau RT setempat, serta foto gedung tempat operasional bisnis PT berlangsung.
  • Semua pendiri PT harus mendapatkan saham saat PT didirikan.
  • PT mendapatkan status badan hukum setelah didaftarkan kepada Kementerian Hukum dan HAM dan memperoleh bukti pendaftaran.

Bagaimana Cara Mendirikan Perseroan Terbatas?

Prosedur pendirian Perseroan Terbatas mencakup beberapa langkah berikut ini:

Siapkan Nama PT

Prosedur pertama dalam pendirian Perseroan Terbatas adalah menyiapkan nama untuk perusahaan Anda. Menurut Peraturan Pemerintah No. 43 Tahun 2011, syarat penamaan untuk PT adalah:

  • Ditulis dalam huruf latin.
  • Belum dipakai secara sah oleh perseroan lain.
  • Tidak bertentangan dengan ketertiban umum dan/atau kesusilaan.
  • Tidak sama/mirip dengan nama lembaga negara apapun kecuali mendapat izin dari yang bersangkutan.
  • Tidak terdiri atas angka atau rangkaian kata, huruf atau rangkaian huruf yang tidak membentuk kata.
  • Sesuai dengan maksud, tujuan, dan kegiatan usaha perseroan.

Pembuatan Akta Pendirian PT

Proses selanjutnya adalah pembuatan Akta Pendirian PT, di mana akta ini akan dibuatkan oleh notaris. Sebelum membuat akta, diperlukan setidaknya dua nama pendiri untuk menjadi Direktur dan Komisaris PT. Selanjutnya, Anda juga perlu menentukan jangka waktu berdirinya PT serta maksud dan tujuan kegiatan usaha PT. 

Setiap pendiri wajib mengambil bagian dalam saham, di mana pengaturan seputar saham juga akan dijelaskan dalam akta ini. Akta juga mencantumkan total modal yang dimiliki beserta 25% modal yang harus disetorkan untuk pendirian PT.

Tentukan Lokasi PT

Langkah berikutnya adalah menentukan lokasi perusahaan di mana PT Anda akan beroperasi. Jika masih belum memiliki kantor fisik, Anda dapat memanfaatkan layanan virtual office yang menyediakan alamat domisili tetapi memungkinkan operasional bisnis secara online

Membuat NPWP

NPWP tidak hanya harus dimiliki oleh individu, tetapi juga perusahaan. Proses pembuatan NPWP dapat dilakukan dengan datang langsung ke Kantor Pelayanan Pajak di domisili kantor Anda ataupun secara online

Mengurus Izin Usaha PT

Pengurusan izin usaha PT dapat dilakukan secara online melalui website OSS. Pada website tersebut, Anda akan diminta untuk mengisi data seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), tanggal lahir, nomor HP, hingga alamat email. Anda juga akan diminta detail informasi terkait PT yang akan didaftarkan, seperti nama usaha, sektor bisnis, bidang, alamat perusahaan, status tempat usaha, total pekerja, hingga perkiraan hasil penjualan per tahun.

Pemberitahuan di Berita Acara Negara Republik Indonesia

Jika semua prosedur sudah dijalankan dan mendapatkan pengesahan usaha dari Kementerian Hukum dan HAM, PT yang baru didaftarkan harus diumumkan melalui Berita Acara Negara Republik Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa PT sudah sah di mata hukum dan dapat beroperasi secara resmi.

Manfaatkan Virtual Office untuk Memulai Bisnis Tanpa Perlu Repot Urusan Domisili!

Salah satu aspek yang harus dipenuhi dalam mendirikan PT adalah memiliki lokasi bisnis yang memadai. Artinya, lokasi bisnis ini haruslah jelas dan mampu mewadahi operasional sehari-hari. Selain membeli gedung kantor fisik, opsi seperti virtual office dapat dipertimbangkan sebagai alamat domisili untuk PT Anda. Dalam hal ini, layanan virtual office dari Effist Suite Office dapat menjadi jawaban terbaik untuk memenuhi persyaratan pendirian PT Anda.

Layanan virtual office kami menyediakan alamat bisnis prestisius di wilayah Jakarta Selatan. Dengan memanfaatkan layanan kami, Anda tidak hanya melengkapi syarat pendirian PT, tetapi juga meningkatkan reputasi di mata pelanggan dan mitra bisnis. Effist Suite Office juga memastikan kelancaran operasional bisnis dengan tim staf administrasi dan sekretarial yang siap membantu Anda.

Segera mulai langkah awal menuju keberhasilan bersama Effist Suite Office! Untuk informasi lebih lanjut seputar virtual office, Anda dapat menghubungi email contact@effist.com atau memesan “Book Tour”. 

Editor: Cardila Ladini