News and Article

Mulai Perkembangan Bisnis yang Sukses dengan 6 Tahap Ini!

15 April 2024

Mulai Perkembangan Bisnis yang Sukses dengan 6 Tahap Ini!

Perkembangan bisnis adalah salah satu langkah strategis yang harus dilakukan untuk memperluas dan meningkatkan kinerja bisnis. Proses ini mencakup upaya untuk mengidentifikasi peluang bisnis, mengembangkan produk atau layanan baru, serta meningkatkan efisiensi operasional. Dalam lingkungan bisnis yang semakin kompetitif, pengembangan bisnis menjadi kunci untuk meningkatkan keunggulan kompetitif.Saat ini, perkembangan bisnis di Indonesia dialami tidak hanya oleh perusahaan besar, tetapi juga UMKM yang masih merintis. Indonesia menyaksikan tren perkembangan bisnis yang kian dinamis, di mana terlihat adanya pertumbuhan ekonomi Indonesia sebanyak 5,03% di kuartal IV tahun 2023. Meskipun angka ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu yang mencapai 5,31%, perkembangan bisnis di Indonesia masih relatif tangguh dengan masih kuatnya mobilitas dan daya beli pelanggan. Sebagai bagian dari pertumbuhan ekonomi, Anda perlu mengetahui lebih lanjut tentang apa itu perkembangan bisnis serta 6 tahap untuk mengembangkan usaha secara sukses.

Apa yang Dimaksud dengan Perkembangan Bisnis?

Perkembangan bisnis, atau yang juga dikenal sebagai business development, adalah proses membuat nilai baru berjangka panjang dari pelanggan, pasar, dan hubungan bisnis. Proses ini melibatkan strategi untuk menemukan prospek baru yang dikembangkan untuk mendorong kemajuan bisnis.Aktivitas dalam proses mengembangkan bisnis meliputi riset pasar, prospeksi, lead generation, manajemen partnership, dan sebagainya. Melalui perkembangan bisnis yang efisien, perusahaan dapat meningkatkan kemampuannya dalam mencapai tujuan bisnis. Artinya, dengan bisnis yang berkembang, berbagai departemen dalam perusahaan akan bekerja sama untuk meningkatkan jangkauan bisnis. Perusahaan pun dapat memaksimalkan penjualan, produk, pelayanan pelanggan, hingga brand awareness.

Apa Perbedaan Antara Pertumbuhan Bisnis dan Perkembangan Bisnis?

Baik pertumbuhan bisnis maupun perkembangan bisnis adalah dua konsep yang saling berhubungan. Keduanya berkaitan dengan indikasi keberhasilan sebuah perusahaan. Perbedaan keduanya terletak dari proses pelaksanaannya.Pertumbuhan bisnis atau business growth adalah peningkatan pada ukuran, pangsa pasar, pendapatan, dan keuntungan perusahaan dari waktu ke waktu. Hal ini dapat dicapai melalui pertumbuhan organik dan pertumbuhan anorganik. Pertumbuhan organik mencakup ekspansi dari internal perusahaan, sementara pertumbuhan anorganik meliputi akuisisi, merger, hingga kolaborasi bisnis dengan perusahaan lain.Sedangkan perkembangan bisnis adalah proses mengidentifikasi dan mengembangkan pelanggan serta peluang bisnis baru untuk mendorong kemajuan dan keuntungan perusahaan. Strategi untuk mengembangkan perusahaan dapat berupa ekspansi ke ranah pasar baru hingga mengembangkan produk baru.

Mengapa Perkembangan Bisnis itu Penting?

Berbagai pengusaha, mulai dari pengusaha veteran hingga pebisnis pemula, mungkin mengakui bahwa mengembangkan bisnis bukanlah hal yang mudah. Namun, mengembangkan bisnis yang sukses juga menjadi target yang ingin diraih berbagai perusahaan. Salah satu alasan mengapa perkembangan bisnis penting dilakukan adalah perubahan pasar dan kebutuhan pelanggan yang kian dinamis. Perkembangan ini mendukung perusahaan untuk terus menyesuaikan diri dengan perubahan dan tetap relevan. Tanpa adanya sikap adaptasi terhadap perubahan, perusahaan berpotensi jauh tertinggal serta kehilangan pangsa pasar kepada kompetitor yang lebih inovatif dan adaptif.Alasan lainnya adalah untuk membantu perusahaan dalam meningkatkan efisiensi operasional bisnis. Perusahaan dapat mengidentifikasi area untuk menghemat budget dan meningkatkan profitabilitas. Dengan melakukan evaluasi yang terus-menerus terhadap proses bisnis, perusahaan dapat menemukan cara untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi secara signifikan.

Apa Saja Tahap Perkembangan Bisnis yang Efektif?

Strategi mengembangkan bisnis yang efektif membutuhkan beberapa tahapan penting agar dapat memberikan hasil yang positif dan memuaskan. Beberapa tahapan tersebut adalah:

Tentukan Target Bisnis

Menetapkan target bisnis yang jelas dan realistis akan memudahkan proses perkembangan bisnis. Target bisnis dapat dibuat berdasarkan parameter SMART (specific, measurable, attainable, relevant, time-related) yang artinya target tersebut haruslah bersifat spesifik, dapat diukur, dapat dicapai, relevan, dan terikat waktu. Menentukan target bisnis juga berperan dalam mempermudah pencarian peluang bisnis yang relevan. Beberapa contoh target bisnis dapat berupa meningkatkan penjualan, memasuki jenis pasar baru, target akuisisi pelanggan, hingga pengembangan produk baru. Anda juga dapat menetapkan Key Performance Indicator (KPI) yang efektif untuk melacak performa dalam mencapai target pengembangan bisnis.

Lakukan Riset Pasar

Memahami target pasar Anda adalah salah satu kunci menunjang perkembangan bisnis yang sukses. Hal ini meliputi kebutuhan, preferensi, dan perilaku pelanggan yang kian berubah. Riset memungkinkan identifikasi peluang bisnis dan jenis produk yang dapat menjawab permintaan pelanggan. Riset juga membantu perencanaan strategi marketing yang relevan dan menarik bagi target pelanggan Anda. 

Jalin Hubungan yang Kuat

Membangun relasi bisnis yang kuat adalah langkah penting dalam pengembangan bisnis yang sukses. Relasi ini tidak hanya meliputi networking dengan mitra bisnis, tetapi juga menjalin hubungan kuat dengan pelanggan Anda. Melalui hubungan yang kuat, Anda bisa mendapatkan insight atau peluang bisnis dari relasi yang belum diketahui kompetitor. Sedangkan relasi yang kuat dengan pelanggan berperan dalam meningkatkan loyalitas dan kepercayaan kepada perusahaan.

Optimalkan Pelayanan Pelanggan Anda

Selain melalui produk, pelanggan juga dapat merasa puas dengan pelayanan yang cepat tanggap. Ketika pelanggan menyampaikan pertanyaan atau keluhan, agen pelayanan pelanggan bertanggung jawab menanggapinya dengan baik, sehingga pelanggan mendapatkan pengalaman yang positif. Kepuasan pelanggan akan berdampak pada retensi pelanggan serta mempromosikan produk secara sukarela kepada orang lain. Hal ini akan mendukung kesuksesan pengembangan bisnis Anda.

Dengarkan Masukan Pelanggan

Selama proses pengembangan bisnis berlangsung, Anda mungkin menerima beberapa masukan dari pelanggan terkait produk atau layanan yang ditawarkan. Dari masukan tersebut, Anda dapat mengidentifikasi aspek yang dapat ditingkatkan atau masalah yang tidak terdeteksi sebelumnya. Hal ini juga mempermudah Anda dalam mengenali kebutuhan pelanggan dengan lebih baik serta mengukur kepuasan pelanggan terhadap produk atau layanan yang ditawarkan.

Kembangkan Strategi Marketing

Marketing adalah upaya penting untuk memperkenalkan produk dan perusahaan Anda kepada masyarakat luas. Strategi marketing yang dibuat menarik dan relevan dengan kebutuhan target pasar tentunya dapat menjangkau berbagai calon pelanggan baru. Anda dapat memanfaatkan strategi marketing secara online seperti ads, media sosial, atau website, serta secara offline melalui event

Mulai Kembangkan Bisnis Bersama Effist dan Dapatkan Virtual Office di Lokasi Prestisius!

Saat ini, merintis dan mengembangkan bisnis tidak selalu menggunakan kantor fisik sebagai pusat operasional bisnisnya. Selain kantor fisik, virtual office menawarkan solusi modern dan inovatif untuk perkembangan bisnis yang optimal. Melalui virtual office, karyawan Anda dapat merasakan fleksibilitas kerja dengan tidak terkekang kantor fisik. Dari banyaknya pilihan virtual office yang tersedia di pasaran, Effist Suite Office dapat mendukung Anda dalam merasakan manfaat dari ruang kerja virtual.Walaupun tidak beroperasi di kantor fisik, Effist Suite Office menawarkan virtual office dengan alamat bisnis prestisius di daerah Jakarta Selatan. Alamat bisnis prestisius berperan penting dalam membangun citra perusahaan di mata pelanggan, klien, hingga mitra bisnis. Layanan virtual office Effist juga dilengkapi dengan staf administrasi dan sekretaris yang handal untuk menjaga keteraturan dalam operasional bisnis. Upaya mengembangkan bisnis untuk mendorong pertumbuhan perusahaan pun menjadi semakin mudah dan efisien.Jangan ragu untuk menghubungi Effist Suite Office melalui email contact@effist.com untuk informasi lebih lanjut seputar virtual officeEditor: Cardila Ladini
Relasi Bisnis: Strategi untuk Memperkuat Pertumbuhan Bisnis

12 April 2024

Relasi Bisnis: Strategi untuk Memperkuat Pertumbuhan Bisnis

Menjalankan sebuah bisnis turut melibatkan proses interaksi dengan berbagai pihak. Setiap interaksi yang dilakukan dapat menciptakan sebuah hubungan antar dua pihak. Hubungan dan interaksi ini disebut sebagai relasi bisnis. Menjalin hubungan selama berbisnis memainkan peran krusial dalam membentuk citra perusahaan, membangun kepercayaan dengan pelanggan, dan membuka pintu menuju peluang bisnis baru. Berbagai macam pebisnis, khususnya pebisnis pemula, perlu mengetahui pentingnya membangun relasi yang positif dalam dunia bisnis. Melalui proses membentuk dan memelihara koneksi, Anda tidak hanya merasakan dampak signifikan pada perkembangan diri, tetapi juga pertumbuhan bisnis dalam jangka waktu yang lama. Pahami lebih lanjut tentang apa itu relasi bisnis, serta strategi yang bisa dilakukan untuk mengembangkan relasi Anda!

Apa yang Dimaksud dengan Relasi Bisnis?

Relasi bisnis adalah segala hubungan dan interaksi antara berbagai entitas di dunia bisnis. Entitas bisnis ini dapat berupa perusahaan lain, pelanggan, karyawan perusahaan, hingga pemangku kepentingan perusahaan. Menjalin hubungan dalam dunia bisnis sangat penting untuk memperluas koneksi dan meningkatkan peluang kerjasama. Relasi bisnis juga dapat berlangsung dalam berbagai bentuk, seperti kolaborasi hingga relasi dengan pelanggan.Salah satu tujuan dibentuknya relasi adalah untuk mempercepat tercapainya target perusahaan. Sebagai contoh, seorang pengusaha yang baru merintis usaha dapat menjalin relasi dengan sesama pengusaha untuk memperkenalkan usahanya.  Setiap bentuk relasi memiliki manfaat dan tantangan tersendiri, sehingga penting bagi kedua belah pihak untuk memahami karakteristik dan tujuan dari hubungan tersebut. 

Apa Saja Jenis Relasi dalam Dunia Bisnis?

Beberapa contoh relasi yang terjalin dalam dunia bisnis adalah sebagai berikut:
  • Relasi dengan Pelanggan: Menjalin hubungan kuat dengan pelanggan menjadi kunci mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan. Hasilnya, pelanggan akan lebih setia dan sering melakukan pembelian berulang, bahkan melakukan rekomendasi secara sukarela jika puas dengan bisnis Anda.
  • Relasi Antar Bisnis: Jenis hubungan ini melibatkan koneksi dengan sesama pebisnis, baik di industri yang sama maupun berbeda. Melalui jenis hubungan ini, Anda akan mendapatkan insight baru yang bermanfaat untuk menjalankan bisnis.
  • Relasi dengan Karyawan: Menjalin hubungan baik dengan karyawan akan menumbuhkan loyalitas dan kepercayaan kepada perusahaan. Hasilnya adalah proses kerja karyawan yang lebih produktif dan efisien.
  • Relasi dengan Media: Berbagai jenis media, mulai dari media cetak hingga media televisi, dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan bisnis. Menjalin hubungan dengan media akan mempermudah proses bisnis yang membutuhkan kolaborasi bersama media.
  • Relasi dengan Partner Bisnis: Partner bisnis dapat berupa vendor, supplier, hingga perusahaan distributor yang berperan dalam memenuhi kebutuhan perusahaan. Menjalin hubungan dengan partner bisnis akan sangat menguntungkan, mulai dari potongan harga, berbagi ilmu bisnis, hingga akses awal ke produk terbaru.

Mengapa Seorang Pengusaha Perlu Memiliki Banyak Relasi?

Membangun relasi yang baik dengan berbagai pihak akan sangat menguntungkan seorang pengusaha maupun usaha yang sedang dijalankan. Beberapa manfaat dari memiliki banyak relasi adalah:

Memperkaya Kemampuan Komunikasi

Kemampuan komunikasi yang baik adalah pondasi dalam menjalin relasi bisnis. Seorang pengusaha tentunya perlu meningkatkan kemampuan komunikasi yang baik untuk mendapatkan kepercayaan dan mempermudah kolaborasi bisnis. Seiring dengan proses menjalin relasi-relasi baru, kemampuan komunikasi akan semakin terlatih serta meningkatkan rasa percaya diri.

Mendapatkan Pengetahuan Baru

Seringkali ilmu berharga tidak didapatkan melalui teori, tetapi melalui pengalaman. Berbagai pelaku bisnis memiliki pengalaman yang beragam, sehingga banyaknya hubungan yang dibangun akan mempertemukan Anda dengan ilmu-ilmu baru dan menarik. Pengalaman tersebut dapat berasal dari berbagai relasi, mulai dari pelanggan, sesama pebisnis, hingga para pemimpin industri. 

Membantu Upaya Promosi Bisnis

Saat menjalin hubungan positif dengan relasi seperti pelanggan, mitra bisnis, hingga karyawan, besar kemungkinan bahwa relasi akan mempromosikan perusahaan Anda kepada orang lain. Promosi secara sukarela akan membuat bisnis Anda lebih mudah dikenal banyak orang baru. Cara ini juga membantu Anda dalam meraih potensi pelanggan baru yang tidak terjangkau strategi marketing.

Menemukan Peluang Bisnis Baru

Relasi yang telah dibangun dapat mempertemukan Anda dengan berbagai peluang bisnis baru yang belum diketahui kompetitor. Peluang ini akan sangat menguntungkan bagi pertumbuhan bisnis Anda. Tidak hanya itu, Anda juga berkesempatan untuk memperluas jangkauan bisnis serta customer base Anda melalui relasi bisnis.

Membantu Penyelesaian Masalah di Perusahaan

Berbagai perusahaan dapat mengalami masalah ekonomi saat menjalankan operasional bisnisnya. Relasi bisnis yang dibangun secara positif dan kuat dapat membantu perusahaan dalam mengatasi masalah tersebut. Misalnya, Anda dapat berkonsultasi dengan beberapa relasi yang dipercaya terkait masalah ekonomi yang sedang dialami. Hal ini akan membantu Anda untuk menemukan solusi yang mungkin tidak diketahui sebelumnya.

Bagaimana Cara Mengembangkan Relasi Bisnis?

Membangun relasi baru merupakan tantangan tersendiri yang dibutuhkan untuk mendukung perkembangan diri maupun pertumbuhan perusahaan. Berikut adalah beberapa strategi yang bisa Anda lakukan untuk mengembangkan relasi secara efektif:

Menjadi Diri Sendiri

Langkah pertama yang perlu dilakukan saat mengembangkan relasi adalah menjadi diri sendiri. Cara ini akan membantu Anda dalam membangun hubungan yang positif. Mendapatkan kepercayaan dari relasi bisnis juga akan menjadi lebih mudah. Hal ini dapat dilatih dengan mengembangkan kemampuan komunikasi, mendengarkan secara aktif, serta membangun kemampuan interpersonal. Anda juga bisa menciptakan lingkungan yang nyaman bagi relasi untuk menjalin koneksi secara konsisten.

Tawarkan Sesuatu yang Bernilai

Proses membangun hubungan bisnis akan lebih mudah jika mampu menawarkan sesuatu yang berharga kepada relasi Anda. Misalnya, untuk membentuk hubungan yang kuat dengan pelanggan, bisnis Anda harus mampu menjawab permintaan pelanggan. Hal ini juga berlaku saat menjalin koneksi dengan relasi-relasi lainnya. Upaya menjalin koneksi akan semakin mudah jika relasi Anda merasakan manfaat dari hubungan tersebut. 

Bangun Kepercayaan

Membentuk relasi dalam jangka panjang memerlukan kepercayaan dari kedua belah pihak. Memberikan janji kosong atau tidak menepati janji hanya akan menghancurkan kepercayaan relasi bisnis Anda. Hasilnya, koneksi yang sudah terjalin dapat merenggang bahkan hilang. Yang terpenting adalah memberikan ekspektasi yang masuk akal dan dapat dicapai kepada relasi bisnis, sehingga rasa percaya tersebut dapat tumbuh.

Meminta dan Menerapkan Feedback

Salah satu cara membangun relasi bisnis yang sehat adalah meminta feedback yang konstruktif dan menerapkannya. Baik feedback positif maupun negatif dapat berpengaruh pada pertumbuhan bisnis Anda. Misalnya, Anda dapat melakukan survey kepuasan kepada pelanggan terkait produk atau layanan perusahaan. Hal ini juga berlaku pada relasi seperti mitra bisnis atau karyawan Anda. Cara ini menunjukkan komitmen bisnis Anda untuk berkembang dengan mendengarkan feedback tersebut.

Manfaatkan Media Sosial

Media sosial seperti Linkedin, Twitter, Instagram, Facebook, dan TikTok mempermudah proses membangun relasi bisnis. Melalui media sosial, Anda dapat menjangkau lebih banyak relasi baru serta aktif berkomunikasi dengan relasi yang sudah ada. Media sosial juga dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan diri secara profesional ataupun bisnis Anda. Cara ini mampu mendatangkan relasi-relasi baru yang tertarik berkoneksi dengan Anda.

Mengikuti Acara Networking atau Organisasi

Acara seperti seminar atau training merupakan ajang untuk bertemu relasi-relasi baru secara langsung. Anda juga dapat bergabung dengan organisasi, di mana anggotanya dapat berpotensi menjadi relasi baru. Anda dapat mengikuti acara atau organisasi berdasarkan bisnis yang sedang dijalani atau hobi tertentu. 

Lakukan Komunikasi Secara Rutin

Komunikasi adalah aspek penting dalam menjalin dan menjaga relasi bisnis. Berkomunikasi secara rutin menunjukkan kepedulian Anda terhadap hubungan yang sudah dibangun. Misalnya, Anda dapat mengirimkan pesan singkat atau merencanakan pertemuan dengan kolega bisnis. 

Perluas Jaringan dan Tingkatkan Peluang Bisnis Anda di Effist Suite Office!

Menjalin relasi bisnis bukan hanya sekedar transaksi, tetapi juga memelihara hubungan positif yang dapat bertahan dalam waktu lama. Kunci agar sukses membangun relasi ini terletak pada rasa saling percaya, komunikasi, dan keuntungan bersama. Tetapi, menjalin relasi akan lebih mudah jika berada di lingkungan yang mendukung. Di sinilah peran Effist Suite Office dengan layanan Shared Desk untuk memfasilitasi proses membangun relasi Anda.Layanan Shared Desk dari Effist Suite Office memungkinkan Anda untuk berbagi ruang kerja dengan karyawan dari perusahaan lain. Lingkungan ini akan mempermudah Anda untuk menjalin koneksi serta membuka peluang menuju kolaborasi bisnis dan perspektif baru. Effist Suite Office juga dilengkapi dengan lounge, pantry, dan berlokasi dekat mall dan restoran untuk menunjang proses membangun relasi yang efektif.Tertarik memperluas jaringan Anda bersama Effist Suite Office? Jangan ragu untuk menghubungi email contact@effist.com untuk informasi lebih lanjut seputar Shared Desk.Editor: Cardila Ladini
Pentingnya Sarana dan Prasarana untuk Kesuksesan Bisnis

08 April 2024

Pentingnya Sarana dan Prasarana untuk Kesuksesan Bisnis

Tahukah Anda bahwa sarana dan prasarana kantor dapat mempengaruhi produktivitas serta efisiensi kerja karyawan? Dari fasilitas kantor hingga perangkat teknologi, pemenuhan kebutuhan tersebut dapat mempengaruhi kualitas pekerjaan yang dihasilkan. Maka dari itu, penting bagi setiap perusahaan untuk memperhatikan dan menyediakan sarana dan prasarana berkualitas baik untuk mendukung aktivitas sehari-hari.Oleh karena itu, investasi dalam pengadaan sarana dan prasarana dapat membawa manfaat jangka panjang bagi karyawan maupun perusahaan. Pahami lebih lanjut tentang pengertian sarana dan prasarana kantor serta pentingnya menyediakan sarana dan prasarana yang layak untuk karyawan Anda.

Apa yang Dimaksud dengan Sarana dan Prasarana Kantor?

Sarana dan prasarana kantor merupakan dua jenis fasilitas kantor yang saling melengkapi satu sama lain. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat untuk mencapai maksud atau tujuan. Sementara prasarana dalam KBBI adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses, seperti usaha, pembangunan, proyek, dan sebagainya. Jadi, dapat disimpulkan bahwa sarana dan prasarana adalah berbagai alat yang mewadahi proses tercapainya tujuan bisnis.Menyediakan sarana dan prasarana sangat penting untuk memudahkan kelancaran operasional bisnis. Namun, pengadaan sarana dan prasarana ini tentunya harus disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan agar dapat dimanfaatkan secara optimal. Hal ini juga bertujuan agar biaya dan waktu yang dikeluarkan untuk menyediakan sarana dan prasarana menjadi tidak sia-sia. Di samping pengadaan, perusahaan juga perlu memperhatikan pemeliharaan sarana dan prasarana kantor yang ada. Salah satu tujuan dari pemeliharaan sarana dan prasarana ini adalah untuk menjaga kondisi barang selama pemakaian serta menghindari risiko kehilangan. Pemeliharaan dapat dilakukan mulai dari pelacakan kondisi sarana dan prasarana dari waktu ke waktu, hingga mencatat semua sarana dan prasarana yang dimiliki perusahaan. 

Apa Saja yang Meliputi Sarana dan Prasarana Kantor?

Beberapa fasilitas di bawah ini adalah contoh sarana dan prasarana yang umum ada di lingkungan kerja, seperti:
  • Meja dan Kursi: Meja dan kursi ergonomis yang memperhatikan kondisi kesehatan karyawan adalah contoh sarana dan prasarana yang perlu dimiliki sebuah perusahaan.
  • Alat Tulis Kantor: Alat tulis seperti pensil, pulpen, spidol, serta alat lainnya dibutuhkan untuk menunjang aktivitas administrasi perkantoran atau aktivitas bisnis lainnya.
  • Komputer, Laptop, dan Perlengkapan Lainnya: Perangkat seperti komputer, laptop, beserta peralatan pelengkapnya adalah sarana dan prasarana untuk melaksanakan operasional sehari-hari.
  • Alat Komunikasi: Untuk memfasilitasi komunikasi internal maupun eksternal yang efisien, alat komunikasi seperti telepon dan handphone adalah sarana dan prasarana yang perlu disediakan.
  • Jaringan Internet: Jaringan internet berkecepatan tinggi adalah sarana dan prasarana yang digunakan untuk mengakses informasi hingga memfasilitasi komunikasi secara online.
  • Ruang Kantor: Ruang kantor yang didesain modern dan nyaman dibutuhkan karyawan untuk bekerja secara optimal. Ruang kantor dapat didesain secara terbuka ataupun tertutup menurut kebutuhan karyawan.
  • Ruang Rapat: Ruang rapat, sebagai salah satu sarana dan prasarana, memfasilitasi diskusi yang kondusif dengan perlengkapan seperti proyektor, papan tulis, spidol, meja, kursi, dan peralatan lainnya.
  • Area Istirahat: Sarana dan prasarana seperti area istirahat diperlukan karyawan untuk merehatkan diri dari penatnya bekerja. 
  • Kendaraan: Seringkali karyawan perlu melakukan tugas keluar kantor. Sarana dan prasarana seperti kendaraan akan diperlukan untuk memfasilitasi kegiatan luar kantor seperti ini.

Apa Pentingnya Sarana dan Prasarana Kantor untuk Perusahaan?

Perusahaan akan sulit menjalankan aktivitas bisnis tanpa sarana dan prasarana yang memadai. Berikut adalah alasan mengapa sarana dan prasarana perlu tersedia di perusahaan:

Meningkatkan Produktivitas Karyawan

Produktivitas kerja karyawan akan semakin tinggi jika menggunakan sarana dan prasarana berkualitas baik. Misal, sarana dan prasarana seperti komputer keluaran terbaru dapat mendukung performa kerja yang lebih maksimal. Contoh sarana dan prasarana lainnya adalah interior kantor yang mempengaruhi suasana saat bekerja. Jika didesain dengan baik, interior kantor juga dapat meningkatkan produktivitas kerja.

Memfasilitasi Kegiatan Operasional

Sarana dan prasarana kantor hadir untuk memfasilitasi kegiatan operasional sehari-hari. Misal, Anda dapat menggunakan sarana dan prasarana berupa ruang meeting untuk memfasilitasi diskusi dan kolaborasi dengan tim, mitra bisnis, hingga klien. Sarana dan prasarana seperti komputer hingga alat tulis juga berperan dalam menunjang kegiatan operasional yang efektif.

Mengoptimalkan Kesejahteraan Karyawan

Kesejahteraan karyawan berfokus pada kondisi kesehatan fisik, mental, dan emosional karyawan. Karyawan yang sejahtera dan bahagia cenderung lebih bersemangat saat bekerja serta memberikan hasil kerja yang lebih berkualitas. Kondisi ini dapat diwujudkan melalui sarana dan prasarana yang baik. Misalnya adalah menyediakan meja dan kursi kantor yang ergonomis untuk mengurangi risiko masalah kesehatan seperti sakit punggung atau mata lelah.

Meningkatkan Reputasi Perusahaan

Sarana dan prasarana yang modern dan canggih akan meningkatkan reputasi perusahaan di mata karyawan, mitra bisnis, klien, bahkan masyarakat. Hal ini juga menunjukkan kepedulian perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang inovatif melalui sarana dan prasarana yang layak.                                          

Miliki Sarana dan Prasarana Kantor Lengkap untuk Menunjang Aktivitas Bisnis Anda Hanya di Effist!

Tak dapat dipungkiri lagi bahwa sarana dan prasarana kantor merupakan komponen penting dalam meraih kesuksesan bisnis. Melalui sarana dan prasarana yang memadai, Anda dapat memastikan proses kerja yang efisien, sehingga berdampak pada output yang berkualitas. Namun, Anda mungkin mengalami kesulitan dalam menyediakan lingkungan kerja dengan sarana dan prasarana yang mencukupi. Effist Suite Office dapat menjadi jawaban dari permasalahan ini.Effist Suite Office, melalui layanan serviced office-nya, merupakan pilihan terbaik bagi Anda yang sedang mencari ruang kantor dengan sarana dan prasarana kantor lengkap untuk mendukung aktivitas bisnis Anda.  Serviced office yang disediakan oleh Effist Suite Office telah dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana modern dan berkualitas untuk menunjang operasional sehari-hari. Beberapa contohnya adalah internet berkecepatan tinggi, ruang kerja modern dan profesional, lounge, pantry, hingga ruang meeting. Dengan sarana dan prasarana ini, Effist siap membantu Anda meningkatkan produktivitas dan kenyamanan dalam menjalankan bisnis.Untuk informasi lebih lanjut tentang serviced office Effist Suite Office, Anda dapat menghubungi email contact@effist.com.Editor: Cardila Ladini
Panduan Praktis Mengelola Inventaris Kantor Secara Efisien

04 April 2024

Panduan Praktis Mengelola Inventaris Kantor Secara Efisien

Aspek penting dalam menjalankan perusahaan tidak hanya mencakup strategi bisnis yang mumpuni atau pelayanan pelanggan yang baik, tetapi juga pengelolaan inventaris yang sistematis. Pengelolaan yang efisien sangat penting untuk memastikan ketersediaan barang yang dimiliki. Namun, mengatur inventaris kantor bukanlah tugas yang mudah. Dari peralatan elektronik hingga kebutuhan sehari-hari seperti pena dan kertas, inventaris kantor sering kali dapat menjadi rumit dan memakan waktu jika tidak dilakukan dengan baik. Ketahui lebih lanjut seputar apa itu inventaris serta panduan praktis untuk mengelola inventaris kantor Anda.

Apa yang Dimaksud dengan Inventaris?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), inventaris adalah daftar yang memuat semua barang milik kantor (sekolah, perusahaan, kapal, dan sebagainya) untuk dipakai saat melaksanakan tugas. Dalam konteks bisnis, inventaris merujuk pada daftar stok barang yang dimiliki perusahaan untuk melakukan penjualan atau untuk menghasilkan produk. Daftar ini tidak hanya mencakup produk jadi, tetapi juga bahan mentah, produk dalam pengerjaan, hingga produk MRO (Maintenance, Repair, Operations).Secara keseluruhan, daftar inventaris mencatat segala barang yang digunakan untuk proses operasional bisnis sehari-hari. Pencatatan barang-barang ini juga dikenal sebagai inventarisasi. Inventaris menjadi hal penting karena seringkali berperan sebagai aset terbesar yang dimiliki sebuah perusahaan. Maka dari itu, pengelolaan inventarisasi yang efisien perlu dilakukan untuk mempertahankan kelancaran operasional sehari-hari. Dengan demikian, perusahaan dapat selalu menjawab kebutuhan pelanggan secara konsisten serta bersaing secara ketat dalam kompetisi bisnis.

Apa Saja yang Termasuk Inventaris Kantor?

Beberapa contoh perlengkapan kantor di bawah ini termasuk ke dalam daftar inventaris, seperti:
  • Meja dan Kursi Kantor: Meja dan kursi kantor merupakan perlengkapan dasar yang perlu dimiliki seorang karyawan untuk menciptakan lingkungan kerja yang nyaman.
  • Alat Tulis Kantor: Alat tulis seperti pensil, pulpen, buku, spidol, penghapus, dan sebagainya diperlukan untuk mencatat atau menulis hal-hal penting terkait pekerjaan.
  • Lemari Arsip: Lemari arsip dibutuhkan untuk menyimpan dokumen agar lebih terorganisir dan mudah diakses ketika dibutuhkan. 
  • Telepon dan Perangkat Komunikasi Lainnya: Perangkat seperti telepon kantor atau alat komunikasi lainnya yang dibutuhkan untuk menunjang komunikasi internal maupun eksternal. 
  • Printer, Scanner, dan Fotokopi: Perangkat seperti printer, scanner, dan mesin fotokopi  digunakan untuk mencetak, menyalin, atau memindai dokumen yang penting untuk kebutuhan administrasi perkantoran.
  • Komputer, Laptop, dan Perlengkapannya: Perangkat seperti komputer, laptop, dan perlengkapannya (monitor, CPU, charger, dan sebagainya) dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari. 

Apa Perbedaan Aset dan Inventaris?

Aset dan inventaris merupakan dua aspek yang sama-sama dimiliki perusahaan serta berkontribusi pada stabilitas dan pertumbuhan bisnis. Namun, perbedaan keduanya terletak pada fungsi serta jangka waktunya. Aset sendiri adalah item yang dimiliki dan digunakan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan atau diubah menjadi uang tunai. Jenis-jenis aset dapat berupa benda berwujud seperti bangunan atau fasilitas kantor, atau benda tak berwujud seperti hak cipta dan merek dagang. Aset merupakan investasi jangka panjang yang disimpan perusahaan untuk menghasilkan pendapatan atau untuk apresiasi modal.Sementara itu, inventaris merujuk pada stok barang yang dimiliki perusahaan untuk kemudian diolah menjadi produk yang akan dijual. Dibandingkan dengan aset, inventaris biasanya merupakan investasi jangka pendek yang digunakan untuk memenuhi permintaan pelanggan, mendukung aktivitas bisnis sehari-hari, hingga menghemat biaya penyimpanan. Dapat dikatakan bahwa semua inventaris termasuk sebagai aset, sementara tidak semua aset merupakan inventaris. Aset juga mencakup item-item yang lebih besar dan mahal dibandingkan inventaris.

Bagaimana Cara Efisien Mengatur Inventaris?

Sangat penting bagi sebuah perusahaan untuk mengelola inventaris yang dimiliki secara efisien. Hal ini bermanfaat untuk melacak jumlah barang inventaris yang ada, mulai dari inventaris sarana dan prasarana hingga stok barang, sehingga tidak terjadi kekurangan atau kelebihan. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatur inventaris Anda adalah:

Tunjuk Penanggung Jawab

Perusahaan perlu menunjuk seorang karyawan sebagai penanggung jawab untuk mengelola inventarisasi secara terorganisir. Karyawan ini harus memastikan alur keluar dan masuk barang tercatat dalam inventarisasi, sehingga tidak ada barang yang hilang dari pengawasan. Hal ini juga bertujuan untuk mengecek agar barang yang ada dapat cukup mendukung operasional bisnis yang sedang berlangsung.

Tentukan Prosedur yang Jelas

Pengaturan inventarisasi yang efisien dimulai dari prosedur stok barang yang sistematis dan terstruktur. Prosedur seperti ini akan membantu perusahaan dalam mengoptimalkan kualitas inventarisasi kantor, mendukung terpenuhinya kebutuhan pelanggan, serta menghemat biaya penyimpanan. 

Buat Klasifikasi

Memberikan klasifikasi akan mencegah barang tercecer atau berantakan. Cara ini juga akan memudahkan Anda dalam mencari dan melacak item yang dibutuhkan. Anda dapat melakukan klasifikasi dengan memberi label berdasarkan nilai, harga, atau jenis barang. Salah satu cara umum klasifikasi dalam inventarisasi adalah dengan metode ABC, di mana barang dengan kategori A adalah barang dengan tingkat penjualan tinggi yang stoknya harus selalu ada di tempat penyimpanan, hingga kategori C dengan tingkat penjualan yang relatif rendah.

Atur Area Penyimpanan 

Peletakan stok barang yang tertata rapi sesuai dengan klasifikasi dapat membantu efisiensi pengaturan inventaris menjadi lebih baik. Anda juga perlu merencanakan peletakan dengan strategis, seperti misalnya meletakkan barang yang paling sering dipakai di tempat yang mudah dicapai. Luas area penyimpanan juga perlu diperhatikan agar tidak ada ruang kosong.

Lakukan Audit Stok Barang Secara Berkala

Cara berikutnya adalah dengan melakukan audit stok secara berkala. Anda perlu membandingkan jumlah barang yang ada di tempat penyimpanan dengan jumlah yang tercatat dalam buku inventarisasi. Cara ini bertujuan untuk memastikan catatan stok barang bersifat akurat, selalu up-to-date, serta mengecek adanya kesalahan dalam inventarisasi.

Gunakan Sistem Manajemen Inventaris

Melacak dan mencatat item secara manual hanya akan membuang-buang waktu dan tenaga. Cara manual juga rentan mengalami kesalahan manusia, yang mana berpotensi menyebabkan kerugian. Untuk mencegah hal ini, Anda dapat memanfaatkan sistem software untuk manajemen inventarisasi yang mudah dan efisien. Sistem ini dapat melacak stok barang secara otomatis, mempermudah proses pengelompokkan barang, hingga menandai barang mana yang paling mahal. 

Mulai Kelola Inventaris Kantor Anda dengan Mudah dan Efisien bersama Effist!

Berbagai perusahaan, mulai dari perusahaan berskala besar hingga yang baru merintis, memerlukan pengelolaan inventarisasi yang terstruktur dan sistematis. Selain menunjuk karyawan untuk mengelola inventarisasi, Anda juga dapat memanfaatkan layanan staf administrasi berpengalaman untuk mengurus inventarisasi perusahaan. Layanan ini merupakan salah satu fasilitas yang didapatkan jika menggunakan layanan serviced office dari Effist Suite Office.Staf administrasi handal dari Effist Suite Office memudahkan Anda untuk bekerja maksimal sambil tetap melacak inventaris secara tepat dan akurat. Anda juga tidak perlu membuang waktu dan tenaga untuk merekrut staf administrasi yang mengurus inventaris perusahaan. Effist Suite Office juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas perkantoran modern yang menunjang operasional bisnis Anda.Tunggu apalagi? Rasakan kemudahan dalam mengelola inventaris Anda bersama Effist! Untuk informasi lebih lanjut seputar serviced office, segera hubungi email contact@effist.comEditor: Cardila Ladini
5 Cara Optimalkan Operasional Bisnis untuk Efisiensi Kinerja Bisnis

01 April 2024

5 Cara Optimalkan Operasional Bisnis untuk Efisiensi Kinerja Bisnis

Faktor yang menentukan kesuksesan bisnis tidak hanya berasal dari kualitas produk atau pelayanan yang optimal, tetapi juga operasional bisnis yang teratur dan efisien. Operasional bisnis memainkan peran penting dalam kesuksesan sebuah perusahaan. Dengan sistem operasional yang baik, perusahaan dapat memastikan bahwa segala proses berjalan lancar.Penerapan manajemen operasional yang baik membutuhkan strategi tepat agar memberikan hasil optimal dengan efisien. Hasilnya akan berdampak pada meningkatkan performa dan daya saing perusahaan di industri yang kompetitif. Pahami lebih lanjut tentang pengertian operasional bisnis serta cara memaksimalkan manajemen operasional di perusahaan Anda.

Apa yang Dimaksud dengan Operasional Bisnis?

Operasional bisnis adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan. Kegiatan ini juga dilakukan untuk mewujudkan target perusahaan. Karyawan turut berperan dalam mewujudkan target tersebut dengan melakukan bidang masing-masing, seperti keuangan, marketing, produksi, dan sebagainya. Setiap perusahaan, mulai dari yang berskala besar hingga kecil, memiliki sistem operasional yang berbeda. Sebagai contoh, perusahaan FMCG yang mempekerjakan 100.000 karyawan tentunya memiliki operasional bisnis yang berbeda dari bisnis UMKM berskala kecil. Operasional bisnis sebuah perusahaan dapat berubah seiring dengan pertumbuhan bisnis atau perubahan pada kondisi ekonomi. Adanya manajemen operasional muncul sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi, menghemat biaya, serta meningkatkan output perusahaan. Maka dari itu, penting untuk merancang strategi mengoptimalkan operasional bisnis demi menunjang efisiensi kinerja untuk memberikan hasil yang optimal.

Apa Saja Jenis Operasional Bisnis?

Beberapa jenis operasional berikut ini adalah pondasi penting agar perusahaan dapat berfungsi secara efektif:
  • Produksi: Jenis operasional produksi bertanggung jawab dalam menghasilkan produk yang dijual perusahaan kepada pelanggan. Produksi mencakup proses manufaktur hingga mengantarkan produk kepada pelanggan. Tujuannya adalah untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi yang bernilai tinggi di mata pelanggan.
  • Pengadaan: Operasional pengadaan berperan dalam menyediakan barang yang dibutuhkan untuk kelancaran aktivitas perusahaan sehari-hari. Barang tersebut dapat berupa barang fisik atau digital. 
  • Sumber Daya Manusia: Operasional sumber daya manusia (human resources) bertanggung jawab dalam mengelola karyawan perusahaan. Hal ini meliputi proses rekrutmen, onboarding, manajemen performa kerja, training, hingga offboarding
  • Keuangan: Operasional keuangan bertujuan untuk menangani keuangan perusahaan secara keseluruhan. Beberapa pekerjaannya adalah rencana keuangan, mengatur budget perusahaan, hingga mengelola keuangan perusahaan.
  • Marketing: Jenis operasional marketing mempromosikan layanan atau produk yang dihasilkan. Jenis operasional ini bertugas mengembangkan strategi marketing, mengelola campaign marketing, hingga memantau performa upaya marketing yang sudah dilakukan.
  • Pelayanan Pelanggan: Operasional pelayanan pelanggan bertugas untuk menjawab pertanyaan pelanggan, menangani keluhan masuk, serta membantu pelanggan saat mengalami masalah dengan produk perusahaan. 
  • IT: Operasional IT dibutuhkan untuk mengelola infrastruktur teknologi perusahaan, sehingga aktivitas bisnis sehari-hari dapat berjalan tanpa hambatan. 

Apa Tujuan Diterapkannya Operasional Bisnis dalam Perusahaan?

Secara garis besar, penerapan operasional bisnis bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan keuntungan perusahaan. Adapun tujuan lainnya dari sistem operasional ini adalah:

Meningkatkan Efisiensi

Manajemen operasional bisnis yang terorganisir berpengaruh dalam meningkatkan efisiensi perusahaan. Misalnya, alur pekerjaan yang jelas akan memudahkan alokasi pekerjaan secara merata kepada karyawan serta memantau kemajuan dalam proses kerja. Hal ini juga membantu karyawan dan perusahaan dalam mencapai kualitas yang diinginkan.

Mendorong Penjualan

Penerapan operasional bisnis yang efisien dapat menghasilkan produk atau layanan berkualitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Selain itu, peran operasional seperti marketing hadir dalam mengembangkan strategi marketing yang efektif untuk menarik lebih banyak pelanggan baru. Operasional sales juga berperan dalam memastikan proses pembelian yang memuaskan bagi pelanggan. Semua aspek ini akan berdampak pada peningkatan volume penjualan.

Mendukung Kepuasan Pelanggan

Pelanggan yang puas berpotensi menjadi pelanggan yang loyal dan menjadi pembeli berulang untuk perusahaan. Untuk mewujudkan hal ini, operasional bisnis diperlukan untuk menunjang pengalaman pelanggan yang menyenangkan, baik dari segi kualitas produk hingga pelayanan pelanggan. Operasional bisnis juga membantu perusahaan menjalin hubungan kuat dengan pelanggan.

Bagaimana Mengelola Operasional Bisnis Agar Lebih Efisien?

Mengelola manajemen operasional dengan efektif tidak hanya tentang menjalankan aktivitas perusahaan sehari-hari, tetapi juga tentang merancang strategi yang tepat dan memastikan efisiensi dalam setiap langkah. Beberapa strategi operasional yang bisa Anda terapkan adalah:

Tentukan Target Anda

Memiliki target yang realistis adalah salah satu kunci keberhasilan suatu perusahaan. Dengan adanya target, Anda dapat mengukur performa kerja yang sudah dilakukan untuk mencapai target tersebut. Setiap departemen tentunya memiliki target yang berbeda-beda. Penetapan target yang jelas juga penting untuk memotivasi karyawan saat bekerja hingga nantinya mendapat pengakuan atas kerja keras yang telah dilakukan.

Evaluasi dan Tingkatkan Operasional Bisnis

Perusahaan yang terus mengalami perkembangan perlu mengevaluasi sistem operasional yang ada secara berkala. Hal ini bertujuan agar sistem operasional dapat menunjang aktivitas perusahaan sehari-hari. Evaluasi ini juga berperan untuk menemukan ketidakefisienan pada sistem operasional yang ada. Anda dapat menggunakan analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, threat) untuk mengidentifikasi kondisi sistem operasional saat ini. Identifikasi area yang perlu ditingkatkan serta cari solusi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Gunakan Sistem Automasi

Pekerjaan yang bersifat repetitif hanya akan membuang-buang waktu jika dikerjakan secara manual. Tidak hanya itu, pekerjaan yang repetitif seringkali memicu rasa bosan, sehingga dapat menyebabkan hilangnya motivasi dan menurunnya produktivitas. Menerapkan sistem automasi untuk melaksanakan pekerjaan tersebut akan meningkatkan efisiensi operasional Anda secara signifikan. Jadi, karyawan dapat berfokus pada pekerjaan lain yang lebih penting.

Berinvestasi Pada Teknologi yang Tepat

Bisnis modern dan inovatif memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional bisnis. Saat ini, banyak pilihan teknologi tersedia untuk memenuhi kebutuhan bisnis perusahaan dalam berbagai ukuran. Teknologi ini harus membantu produktivitas karyawan dalam mengerjakan pekerjaan sehari-hari.Sebagai contoh, software seperti Slack atau Microsoft Teams digunakan untuk mempermudah komunikasi dan kolaborasi aktif antar karyawan hingga antar departemen. Contoh lainnya adalah penggunaan CRM untuk mengelola data pelanggan dan menjaga hubungan baik dengan pelanggan. Dengan demikian, operasional bisnis sehari-hari menjadi lebih efisien dengan adanya teknologi yang tepat.

Kembangkan Budaya Kerja yang Positif

Budaya kerja merujuk pada keyakinan, perilaku, atau nilai perusahaan yang mempengaruhi bagaimana karyawan dan manajemen perusahaan menangani kegiatan bisnis sehari-hari. Budaya kerja yang positif akan menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan sehat untuk karyawan, sehingga akan berdampak pula pada operasional bisnis yang produktif. 

Effist Suite Office: Solusi untuk Dukung Operasional Bisnis Perusahaan Anda

Sebagai penyedia layanan serviced office di daerah bisnis Jakarta Selatan, Effist Suite Office berkomitmen mendukung operasional bisnis yang efisien untuk pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang. Melalui Effist Suite Office, perusahaan Anda dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi tanpa harus mengorbankan kualitas layanan atau waktu. Layanan serviced office dari Effist Suite Office memberikan akses kepada fasilitas kantor modern untuk menunjang kelancaran sistem operasional. Beberapa contoh fasilitasnya adalah internet berkecepatan tinggi, ruang meeting dengan fasilitas lengkap, pantry, serta layanan sekretaris dan pembersihan kantor. Segera manfaatkan layanan serviced office dari Effist Suite Office dan rasakan perubahan positif dalam sistem operasional Anda. Untuk informasi lebih lanjut seputar serviced office, Anda dapat menghubungi email contact@effist.com.Editor: Cardila Ladini
Panduan Praktis Menyusun Notulen Rapat dengan Efisien

25 March 2024

Panduan Praktis Menyusun Notulen Rapat dengan Efisien

Rapat atau meeting adalah bagian dari aktivitas bisnis yang tidak bisa dilewatkan. Perusahaan dapat mengadakan berbagai rapat setiap harinya, baik rapat antar karyawan, rapat lintas departemen, rapat dengan klien, hingga rapat dengan mitra bisnis. Rapat juga dapat dilaksanakan secara offline maupun online. Dari berbagai jenis rapat yang ada, salah satu hal yang perlu ada dalam setiap rapat adalah keberadaan notulen rapat.Dalam pelaksanaan sebuah rapat, membuat notulen sangat penting untuk menjaga efektivitas diskusi. Hal ini disebabkan oleh peran notulen sebagai bukti tertulis mengenai pembahasan yang sudah berlangsung. Notulen memberikan referensi yang jelas dan komprehensif mengenai apa yang telah dibicarakan dan disepakati. Maka dari itu, notulen rapat perlu tersusun rapi agar mudah dipahami oleh pembacanya.Artikel ini akan membantu Anda dalam memahami apa itu notulen rapat serta cara praktis dalam menyusun notulen dengan baik dan efisien.

Apa Itu Notulen Rapat?

Melansir dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian notulen merujuk pada catatan singkat mengenai jalannya persidangan atau rapat atau meeting beserta hal yang dibicarakan dan diputuskan. Notulen digunakan dalam berbagai lingkup masyarakat, termasuk lingkup bisnis. Orang yang ditunjuk untuk mencatat notulen disebut notulis. Sebuah perusahaan dapat melakukan rapat terkait strategi bisnis, kolaborasi dengan perusahaan lain, hingga proyek pekerjaan. Dari pengertiannya, notulen terlihat serupa dengan minutes of meeting (MoM). Nyatanya, notulen merupakan versi yang lebih informal daripada MoM. Dibandingkan dengan MoM, notulen hanya digunakan untuk referensi pribadi. Maka dari itu, notulen tidak perlu mengikuti template resmi atau membutuhkan tanda tangan pihak tertentu. Namun, menyusun notulen dengan rapi juga sangat penting agar pembaca dapat memahami meeting yang telah dilaksanakan.

Apa Fungsi Ditulisnya Notulen Rapat?

Peserta rapat seringkali membutuhkan notulen untuk mengecek kembali informasi yang telah didiskusikan. Beberapa fungsi lainnya dari notulen rapat adalah:

Sebagai Pengingat

Salah satu fungsi utama notulen adalah menjadi pengingat bagi peserta meeting. Di tengah banyaknya rapat dan pekerjaan, peserta dapat melupakan detail-detail yang dibahas selama rapat. Notulen berisi pembahasan penting yang sudah dibicarakan, termasuk di antaranya keputusan yang sudah diambil, tindakan yang perlu dilakukan, hingga hal-hal penting lainnya. Jadi, tidak ada informasi yang terlewat atau terlupakan.

Sebagai Catatan untuk Peserta yang Tidak Hadir

Seringkali peserta berhalangan untuk menghadiri rapat karena suatu kesibukan. Akan tetapi, peserta yang tidak hadir tetap perlu mengetahui informasi benar dan akurat yang dibicarakan di rapat sebelumnya. Di sinilah peran notulen dalam menyediakan informasi yang telah didiskusikan dalam rapat tersebut. 

Sebagai Panduan

Pembahasan yang dicatat dalam notulen rapat juga menyertakan keputusan yang sudah diambil atau tindakan yang perlu dilakukan. Notulen juga dapat memasukkan tugas-tugas beserta penanggung jawab atas tugas tersebut. Sebagai catatan tertulis, notulen dapat menjadi panduan bagi karyawan untuk segera bergerak berdasarkan hasil rapat tersebut.

Sebagai Bukti Tertulis

Jika terjadi masalah konflik atau kesalahpahaman terkait hasil rapat, notulen sebagai catatan tertulis berperan sebagai bukti untuk memperjelas informasi yang sudah didiskusikan. Maka dari itu, notulen haruslah menyajikan informasi akurat agar dapat menyelesaikan konflik yang muncul.

Apa Saja yang Harus Dicatat dalam Notulen Rapat?

Setiap perusahaan memiliki pedoman notulen yang berbeda-beda. Akan tetapi, terdapat beberapa poin dasar yang perlu ditampilkan dalam sebuah notulen. Adapun poin-poin yang harus dicatat dalam notulen adalah:
  • Daftar Peserta Rapat: Buat daftar berisi peserta yang hadir di rapat. Kumpulkan juga nama-nama peserta yang berhalangan hadir untuk nantinya diberikan hasil notulen. 
  • Pimpinan Rapat: Pimpinan rapat adalah seseorang yang ditunjuk untuk memimpin jalannya rapat.
  • Tempat, Tanggal, Waktu Rapat: Bagian ini berisi detail tempat, tanggal, dan waktu berlangsungnya rapat. 
  • Agenda Rapat: Agenda berisi topik yang ingin dibicarakan selama rapat. 
  • Pembahasan Rapat: Bagian pembahasan berisi poin-poin penting yang dibicarakan selama rapat berjalan. Hal ini termasuk setiap keputusan yang diambil serta tindakan yang perlu dilakukan selanjutnya.

Bagaimana Cara Penyusunan Notulen Rapat yang Baik?

Notulen berperan sebagai bentuk pertanggungjawaban, transparansi informasi, hingga pemantauan progres dari sebuah meeting. Maka dari itu, notulen yang dibuat haruslah ringkas, akurat, dan komprehensif. Berikut ini adalah cara membuat notulen yang baik untuk efektivitas meeting Anda:

Siapkan Template Notulen Rapat 

Sebelum rapat dimulai, Anda perlu menyiapkan template notulen yang bisa langsung diisi begitu rapat dimulai. Hal ini akan membantu efisiensi dan kepraktisan saat pengerjaan notulen. Template tersebut berisi format yang jelas dan tersusun rapi untuk memudahkan Anda maupun pembaca hasil notulen lainnya.

Catat Kehadiran Peserta Rapat

Dalam template notulen, catat setiap peserta yang hadir dan yang tidak hadir. Anda juga dapat menambahkan detail seperti nama organisasi serta jabatan jika rapat tersebut melibatkan karyawan lintas departemen atau perusahaan lain.

Tulis Setiap Informasi Penting dengan Rapi

Bagian terpenting dalam penyusunan notulen adalah penulisan setiap informasi dengan rapi. Penulisan yang rapi tidak hanya mencakup poin-poin pembahasan, tetapi juga detail terkait rapat, seperti daftar peserta dan agenda rapat. Pastikan juga poin pembahasan bersifat ringkas dan tidak bertele-tele, tetapi berisi informasi penting yang dibicarakan saat rapat.

Kumpulkan Lembar Laporan atau Presentasi

Jika selama rapat terdapat lembar laporan atau presentasi yang disampaikan oleh peserta, Anda dapat mengumpulkannya sebagai lampiran untuk notulen. 

Baca Kembali Notulen yang Sudah Dibuat

Hal yang tidak boleh dilewatkan saat menyusun notulen adalah mengulas kembali notulen yang sudah dibuat. Pastikan semua informasi yang tercatat sudah benar dan akurat, mulai dari informasi rapat hingga poin-poin pembahasan. Demikian panduan praktis seputar penyusunan notulen rapat yang bisa Anda terapkan. Notulen yang efisien tidak hanya berfungsi sebagai catatan, tetapi juga mendokumentasikan setiap detail yang didiskusikan dalam sebuah rapat, sehingga tidak ada informasi yang terlewat. Di samping notulen, aspek lain seperti lokasi rapat juga mempengaruhi kualitas rapat yang dijalankan.Sebagai penyedia layanan meeting room di Jakarta Selatan, Effist Suite Office menawarkan berbagai paket ruang meeting yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Effist Suite Office membantu kelancaran rapat Anda dengan peralatan yang lengkap dan memadai, seperti LCD proyektor, alat tulis, papan tulis, hingga koneksi internet berkecepatan tinggi. Anda juga dapat menikmati fasilitas seperti makan siang dan coffee break untuk menunjang pertemuan bisnis yang kolaboratif.Mulai rencanakan rapat dan diskusi Anda di meeting room profesional dari Effist Suite Office! Untuk informasi lebih lanjut terkait meeting room, Anda dapat menghubungi email contact@effist.com.Editor: Cardila Ladini
Mulai Perkembangan Bisnis yang Sukses dengan 6 Tahap Ini!

15 April 2024

Mulai Perkembangan Bisnis yang Sukses dengan 6 Tahap Ini!

Perkembangan bisnis adalah salah satu langkah strategis yang harus dilakukan untuk memperluas dan meningkatkan kinerja bisnis. Proses ini mencakup upaya untuk mengidentifikasi peluang bisnis, mengembangkan produk atau layanan baru, serta meningkatkan efisiensi operasional. Dalam lingkungan bisnis yang semakin kompetitif, pengembangan bisnis menjadi kunci untuk meningkatkan keunggulan kompetitif.Saat ini, perkembangan bisnis di Indonesia dialami tidak hanya oleh perusahaan besar, tetapi juga UMKM yang masih merintis. Indonesia menyaksikan tren perkembangan bisnis yang kian dinamis, di mana terlihat adanya pertumbuhan ekonomi Indonesia sebanyak 5,03% di kuartal IV tahun 2023. Meskipun angka ini lebih rendah dibandingkan tahun lalu yang mencapai 5,31%, perkembangan bisnis di Indonesia masih relatif tangguh dengan masih kuatnya mobilitas dan daya beli pelanggan. Sebagai bagian dari pertumbuhan ekonomi, Anda perlu mengetahui lebih lanjut tentang apa itu perkembangan bisnis serta 6 tahap untuk mengembangkan usaha secara sukses.

Apa yang Dimaksud dengan Perkembangan Bisnis?

Perkembangan bisnis, atau yang juga dikenal sebagai business development, adalah proses membuat nilai baru berjangka panjang dari pelanggan, pasar, dan hubungan bisnis. Proses ini melibatkan strategi untuk menemukan prospek baru yang dikembangkan untuk mendorong kemajuan bisnis.Aktivitas dalam proses mengembangkan bisnis meliputi riset pasar, prospeksi, lead generation, manajemen partnership, dan sebagainya. Melalui perkembangan bisnis yang efisien, perusahaan dapat meningkatkan kemampuannya dalam mencapai tujuan bisnis. Artinya, dengan bisnis yang berkembang, berbagai departemen dalam perusahaan akan bekerja sama untuk meningkatkan jangkauan bisnis. Perusahaan pun dapat memaksimalkan penjualan, produk, pelayanan pelanggan, hingga brand awareness.

Apa Perbedaan Antara Pertumbuhan Bisnis dan Perkembangan Bisnis?

Baik pertumbuhan bisnis maupun perkembangan bisnis adalah dua konsep yang saling berhubungan. Keduanya berkaitan dengan indikasi keberhasilan sebuah perusahaan. Perbedaan keduanya terletak dari proses pelaksanaannya.Pertumbuhan bisnis atau business growth adalah peningkatan pada ukuran, pangsa pasar, pendapatan, dan keuntungan perusahaan dari waktu ke waktu. Hal ini dapat dicapai melalui pertumbuhan organik dan pertumbuhan anorganik. Pertumbuhan organik mencakup ekspansi dari internal perusahaan, sementara pertumbuhan anorganik meliputi akuisisi, merger, hingga kolaborasi bisnis dengan perusahaan lain.Sedangkan perkembangan bisnis adalah proses mengidentifikasi dan mengembangkan pelanggan serta peluang bisnis baru untuk mendorong kemajuan dan keuntungan perusahaan. Strategi untuk mengembangkan perusahaan dapat berupa ekspansi ke ranah pasar baru hingga mengembangkan produk baru.

Mengapa Perkembangan Bisnis itu Penting?

Berbagai pengusaha, mulai dari pengusaha veteran hingga pebisnis pemula, mungkin mengakui bahwa mengembangkan bisnis bukanlah hal yang mudah. Namun, mengembangkan bisnis yang sukses juga menjadi target yang ingin diraih berbagai perusahaan. Salah satu alasan mengapa perkembangan bisnis penting dilakukan adalah perubahan pasar dan kebutuhan pelanggan yang kian dinamis. Perkembangan ini mendukung perusahaan untuk terus menyesuaikan diri dengan perubahan dan tetap relevan. Tanpa adanya sikap adaptasi terhadap perubahan, perusahaan berpotensi jauh tertinggal serta kehilangan pangsa pasar kepada kompetitor yang lebih inovatif dan adaptif.Alasan lainnya adalah untuk membantu perusahaan dalam meningkatkan efisiensi operasional bisnis. Perusahaan dapat mengidentifikasi area untuk menghemat budget dan meningkatkan profitabilitas. Dengan melakukan evaluasi yang terus-menerus terhadap proses bisnis, perusahaan dapat menemukan cara untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi secara signifikan.

Apa Saja Tahap Perkembangan Bisnis yang Efektif?

Strategi mengembangkan bisnis yang efektif membutuhkan beberapa tahapan penting agar dapat memberikan hasil yang positif dan memuaskan. Beberapa tahapan tersebut adalah:

Tentukan Target Bisnis

Menetapkan target bisnis yang jelas dan realistis akan memudahkan proses perkembangan bisnis. Target bisnis dapat dibuat berdasarkan parameter SMART (specific, measurable, attainable, relevant, time-related) yang artinya target tersebut haruslah bersifat spesifik, dapat diukur, dapat dicapai, relevan, dan terikat waktu. Menentukan target bisnis juga berperan dalam mempermudah pencarian peluang bisnis yang relevan. Beberapa contoh target bisnis dapat berupa meningkatkan penjualan, memasuki jenis pasar baru, target akuisisi pelanggan, hingga pengembangan produk baru. Anda juga dapat menetapkan Key Performance Indicator (KPI) yang efektif untuk melacak performa dalam mencapai target pengembangan bisnis.

Lakukan Riset Pasar

Memahami target pasar Anda adalah salah satu kunci menunjang perkembangan bisnis yang sukses. Hal ini meliputi kebutuhan, preferensi, dan perilaku pelanggan yang kian berubah. Riset memungkinkan identifikasi peluang bisnis dan jenis produk yang dapat menjawab permintaan pelanggan. Riset juga membantu perencanaan strategi marketing yang relevan dan menarik bagi target pelanggan Anda. 

Jalin Hubungan yang Kuat

Membangun relasi bisnis yang kuat adalah langkah penting dalam pengembangan bisnis yang sukses. Relasi ini tidak hanya meliputi networking dengan mitra bisnis, tetapi juga menjalin hubungan kuat dengan pelanggan Anda. Melalui hubungan yang kuat, Anda bisa mendapatkan insight atau peluang bisnis dari relasi yang belum diketahui kompetitor. Sedangkan relasi yang kuat dengan pelanggan berperan dalam meningkatkan loyalitas dan kepercayaan kepada perusahaan.

Optimalkan Pelayanan Pelanggan Anda

Selain melalui produk, pelanggan juga dapat merasa puas dengan pelayanan yang cepat tanggap. Ketika pelanggan menyampaikan pertanyaan atau keluhan, agen pelayanan pelanggan bertanggung jawab menanggapinya dengan baik, sehingga pelanggan mendapatkan pengalaman yang positif. Kepuasan pelanggan akan berdampak pada retensi pelanggan serta mempromosikan produk secara sukarela kepada orang lain. Hal ini akan mendukung kesuksesan pengembangan bisnis Anda.

Dengarkan Masukan Pelanggan

Selama proses pengembangan bisnis berlangsung, Anda mungkin menerima beberapa masukan dari pelanggan terkait produk atau layanan yang ditawarkan. Dari masukan tersebut, Anda dapat mengidentifikasi aspek yang dapat ditingkatkan atau masalah yang tidak terdeteksi sebelumnya. Hal ini juga mempermudah Anda dalam mengenali kebutuhan pelanggan dengan lebih baik serta mengukur kepuasan pelanggan terhadap produk atau layanan yang ditawarkan.

Kembangkan Strategi Marketing

Marketing adalah upaya penting untuk memperkenalkan produk dan perusahaan Anda kepada masyarakat luas. Strategi marketing yang dibuat menarik dan relevan dengan kebutuhan target pasar tentunya dapat menjangkau berbagai calon pelanggan baru. Anda dapat memanfaatkan strategi marketing secara online seperti ads, media sosial, atau website, serta secara offline melalui event

Mulai Kembangkan Bisnis Bersama Effist dan Dapatkan Virtual Office di Lokasi Prestisius!

Saat ini, merintis dan mengembangkan bisnis tidak selalu menggunakan kantor fisik sebagai pusat operasional bisnisnya. Selain kantor fisik, virtual office menawarkan solusi modern dan inovatif untuk perkembangan bisnis yang optimal. Melalui virtual office, karyawan Anda dapat merasakan fleksibilitas kerja dengan tidak terkekang kantor fisik. Dari banyaknya pilihan virtual office yang tersedia di pasaran, Effist Suite Office dapat mendukung Anda dalam merasakan manfaat dari ruang kerja virtual.Walaupun tidak beroperasi di kantor fisik, Effist Suite Office menawarkan virtual office dengan alamat bisnis prestisius di daerah Jakarta Selatan. Alamat bisnis prestisius berperan penting dalam membangun citra perusahaan di mata pelanggan, klien, hingga mitra bisnis. Layanan virtual office Effist juga dilengkapi dengan staf administrasi dan sekretaris yang handal untuk menjaga keteraturan dalam operasional bisnis. Upaya mengembangkan bisnis untuk mendorong pertumbuhan perusahaan pun menjadi semakin mudah dan efisien.Jangan ragu untuk menghubungi Effist Suite Office melalui email contact@effist.com untuk informasi lebih lanjut seputar virtual officeEditor: Cardila Ladini
Relasi Bisnis: Strategi untuk Memperkuat Pertumbuhan Bisnis

12 April 2024

Relasi Bisnis: Strategi untuk Memperkuat Pertumbuhan Bisnis

Menjalankan sebuah bisnis turut melibatkan proses interaksi dengan berbagai pihak. Setiap interaksi yang dilakukan dapat menciptakan sebuah hubungan antar dua pihak. Hubungan dan interaksi ini disebut sebagai relasi bisnis. Menjalin hubungan selama berbisnis memainkan peran krusial dalam membentuk citra perusahaan, membangun kepercayaan dengan pelanggan, dan membuka pintu menuju peluang bisnis baru. Berbagai macam pebisnis, khususnya pebisnis pemula, perlu mengetahui pentingnya membangun relasi yang positif dalam dunia bisnis. Melalui proses membentuk dan memelihara koneksi, Anda tidak hanya merasakan dampak signifikan pada perkembangan diri, tetapi juga pertumbuhan bisnis dalam jangka waktu yang lama. Pahami lebih lanjut tentang apa itu relasi bisnis, serta strategi yang bisa dilakukan untuk mengembangkan relasi Anda!

Apa yang Dimaksud dengan Relasi Bisnis?

Relasi bisnis adalah segala hubungan dan interaksi antara berbagai entitas di dunia bisnis. Entitas bisnis ini dapat berupa perusahaan lain, pelanggan, karyawan perusahaan, hingga pemangku kepentingan perusahaan. Menjalin hubungan dalam dunia bisnis sangat penting untuk memperluas koneksi dan meningkatkan peluang kerjasama. Relasi bisnis juga dapat berlangsung dalam berbagai bentuk, seperti kolaborasi hingga relasi dengan pelanggan.Salah satu tujuan dibentuknya relasi adalah untuk mempercepat tercapainya target perusahaan. Sebagai contoh, seorang pengusaha yang baru merintis usaha dapat menjalin relasi dengan sesama pengusaha untuk memperkenalkan usahanya.  Setiap bentuk relasi memiliki manfaat dan tantangan tersendiri, sehingga penting bagi kedua belah pihak untuk memahami karakteristik dan tujuan dari hubungan tersebut. 

Apa Saja Jenis Relasi dalam Dunia Bisnis?

Beberapa contoh relasi yang terjalin dalam dunia bisnis adalah sebagai berikut:
  • Relasi dengan Pelanggan: Menjalin hubungan kuat dengan pelanggan menjadi kunci mendukung pertumbuhan bisnis berkelanjutan. Hasilnya, pelanggan akan lebih setia dan sering melakukan pembelian berulang, bahkan melakukan rekomendasi secara sukarela jika puas dengan bisnis Anda.
  • Relasi Antar Bisnis: Jenis hubungan ini melibatkan koneksi dengan sesama pebisnis, baik di industri yang sama maupun berbeda. Melalui jenis hubungan ini, Anda akan mendapatkan insight baru yang bermanfaat untuk menjalankan bisnis.
  • Relasi dengan Karyawan: Menjalin hubungan baik dengan karyawan akan menumbuhkan loyalitas dan kepercayaan kepada perusahaan. Hasilnya adalah proses kerja karyawan yang lebih produktif dan efisien.
  • Relasi dengan Media: Berbagai jenis media, mulai dari media cetak hingga media televisi, dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan bisnis. Menjalin hubungan dengan media akan mempermudah proses bisnis yang membutuhkan kolaborasi bersama media.
  • Relasi dengan Partner Bisnis: Partner bisnis dapat berupa vendor, supplier, hingga perusahaan distributor yang berperan dalam memenuhi kebutuhan perusahaan. Menjalin hubungan dengan partner bisnis akan sangat menguntungkan, mulai dari potongan harga, berbagi ilmu bisnis, hingga akses awal ke produk terbaru.

Mengapa Seorang Pengusaha Perlu Memiliki Banyak Relasi?

Membangun relasi yang baik dengan berbagai pihak akan sangat menguntungkan seorang pengusaha maupun usaha yang sedang dijalankan. Beberapa manfaat dari memiliki banyak relasi adalah:

Memperkaya Kemampuan Komunikasi

Kemampuan komunikasi yang baik adalah pondasi dalam menjalin relasi bisnis. Seorang pengusaha tentunya perlu meningkatkan kemampuan komunikasi yang baik untuk mendapatkan kepercayaan dan mempermudah kolaborasi bisnis. Seiring dengan proses menjalin relasi-relasi baru, kemampuan komunikasi akan semakin terlatih serta meningkatkan rasa percaya diri.

Mendapatkan Pengetahuan Baru

Seringkali ilmu berharga tidak didapatkan melalui teori, tetapi melalui pengalaman. Berbagai pelaku bisnis memiliki pengalaman yang beragam, sehingga banyaknya hubungan yang dibangun akan mempertemukan Anda dengan ilmu-ilmu baru dan menarik. Pengalaman tersebut dapat berasal dari berbagai relasi, mulai dari pelanggan, sesama pebisnis, hingga para pemimpin industri. 

Membantu Upaya Promosi Bisnis

Saat menjalin hubungan positif dengan relasi seperti pelanggan, mitra bisnis, hingga karyawan, besar kemungkinan bahwa relasi akan mempromosikan perusahaan Anda kepada orang lain. Promosi secara sukarela akan membuat bisnis Anda lebih mudah dikenal banyak orang baru. Cara ini juga membantu Anda dalam meraih potensi pelanggan baru yang tidak terjangkau strategi marketing.

Menemukan Peluang Bisnis Baru

Relasi yang telah dibangun dapat mempertemukan Anda dengan berbagai peluang bisnis baru yang belum diketahui kompetitor. Peluang ini akan sangat menguntungkan bagi pertumbuhan bisnis Anda. Tidak hanya itu, Anda juga berkesempatan untuk memperluas jangkauan bisnis serta customer base Anda melalui relasi bisnis.

Membantu Penyelesaian Masalah di Perusahaan

Berbagai perusahaan dapat mengalami masalah ekonomi saat menjalankan operasional bisnisnya. Relasi bisnis yang dibangun secara positif dan kuat dapat membantu perusahaan dalam mengatasi masalah tersebut. Misalnya, Anda dapat berkonsultasi dengan beberapa relasi yang dipercaya terkait masalah ekonomi yang sedang dialami. Hal ini akan membantu Anda untuk menemukan solusi yang mungkin tidak diketahui sebelumnya.

Bagaimana Cara Mengembangkan Relasi Bisnis?

Membangun relasi baru merupakan tantangan tersendiri yang dibutuhkan untuk mendukung perkembangan diri maupun pertumbuhan perusahaan. Berikut adalah beberapa strategi yang bisa Anda lakukan untuk mengembangkan relasi secara efektif:

Menjadi Diri Sendiri

Langkah pertama yang perlu dilakukan saat mengembangkan relasi adalah menjadi diri sendiri. Cara ini akan membantu Anda dalam membangun hubungan yang positif. Mendapatkan kepercayaan dari relasi bisnis juga akan menjadi lebih mudah. Hal ini dapat dilatih dengan mengembangkan kemampuan komunikasi, mendengarkan secara aktif, serta membangun kemampuan interpersonal. Anda juga bisa menciptakan lingkungan yang nyaman bagi relasi untuk menjalin koneksi secara konsisten.

Tawarkan Sesuatu yang Bernilai

Proses membangun hubungan bisnis akan lebih mudah jika mampu menawarkan sesuatu yang berharga kepada relasi Anda. Misalnya, untuk membentuk hubungan yang kuat dengan pelanggan, bisnis Anda harus mampu menjawab permintaan pelanggan. Hal ini juga berlaku saat menjalin koneksi dengan relasi-relasi lainnya. Upaya menjalin koneksi akan semakin mudah jika relasi Anda merasakan manfaat dari hubungan tersebut. 

Bangun Kepercayaan

Membentuk relasi dalam jangka panjang memerlukan kepercayaan dari kedua belah pihak. Memberikan janji kosong atau tidak menepati janji hanya akan menghancurkan kepercayaan relasi bisnis Anda. Hasilnya, koneksi yang sudah terjalin dapat merenggang bahkan hilang. Yang terpenting adalah memberikan ekspektasi yang masuk akal dan dapat dicapai kepada relasi bisnis, sehingga rasa percaya tersebut dapat tumbuh.

Meminta dan Menerapkan Feedback

Salah satu cara membangun relasi bisnis yang sehat adalah meminta feedback yang konstruktif dan menerapkannya. Baik feedback positif maupun negatif dapat berpengaruh pada pertumbuhan bisnis Anda. Misalnya, Anda dapat melakukan survey kepuasan kepada pelanggan terkait produk atau layanan perusahaan. Hal ini juga berlaku pada relasi seperti mitra bisnis atau karyawan Anda. Cara ini menunjukkan komitmen bisnis Anda untuk berkembang dengan mendengarkan feedback tersebut.

Manfaatkan Media Sosial

Media sosial seperti Linkedin, Twitter, Instagram, Facebook, dan TikTok mempermudah proses membangun relasi bisnis. Melalui media sosial, Anda dapat menjangkau lebih banyak relasi baru serta aktif berkomunikasi dengan relasi yang sudah ada. Media sosial juga dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan diri secara profesional ataupun bisnis Anda. Cara ini mampu mendatangkan relasi-relasi baru yang tertarik berkoneksi dengan Anda.

Mengikuti Acara Networking atau Organisasi

Acara seperti seminar atau training merupakan ajang untuk bertemu relasi-relasi baru secara langsung. Anda juga dapat bergabung dengan organisasi, di mana anggotanya dapat berpotensi menjadi relasi baru. Anda dapat mengikuti acara atau organisasi berdasarkan bisnis yang sedang dijalani atau hobi tertentu. 

Lakukan Komunikasi Secara Rutin

Komunikasi adalah aspek penting dalam menjalin dan menjaga relasi bisnis. Berkomunikasi secara rutin menunjukkan kepedulian Anda terhadap hubungan yang sudah dibangun. Misalnya, Anda dapat mengirimkan pesan singkat atau merencanakan pertemuan dengan kolega bisnis. 

Perluas Jaringan dan Tingkatkan Peluang Bisnis Anda di Effist Suite Office!

Menjalin relasi bisnis bukan hanya sekedar transaksi, tetapi juga memelihara hubungan positif yang dapat bertahan dalam waktu lama. Kunci agar sukses membangun relasi ini terletak pada rasa saling percaya, komunikasi, dan keuntungan bersama. Tetapi, menjalin relasi akan lebih mudah jika berada di lingkungan yang mendukung. Di sinilah peran Effist Suite Office dengan layanan Shared Desk untuk memfasilitasi proses membangun relasi Anda.Layanan Shared Desk dari Effist Suite Office memungkinkan Anda untuk berbagi ruang kerja dengan karyawan dari perusahaan lain. Lingkungan ini akan mempermudah Anda untuk menjalin koneksi serta membuka peluang menuju kolaborasi bisnis dan perspektif baru. Effist Suite Office juga dilengkapi dengan lounge, pantry, dan berlokasi dekat mall dan restoran untuk menunjang proses membangun relasi yang efektif.Tertarik memperluas jaringan Anda bersama Effist Suite Office? Jangan ragu untuk menghubungi email contact@effist.com untuk informasi lebih lanjut seputar Shared Desk.Editor: Cardila Ladini
Pentingnya Sarana dan Prasarana untuk Kesuksesan Bisnis

08 April 2024

Pentingnya Sarana dan Prasarana untuk Kesuksesan Bisnis

Tahukah Anda bahwa sarana dan prasarana kantor dapat mempengaruhi produktivitas serta efisiensi kerja karyawan? Dari fasilitas kantor hingga perangkat teknologi, pemenuhan kebutuhan tersebut dapat mempengaruhi kualitas pekerjaan yang dihasilkan. Maka dari itu, penting bagi setiap perusahaan untuk memperhatikan dan menyediakan sarana dan prasarana berkualitas baik untuk mendukung aktivitas sehari-hari.Oleh karena itu, investasi dalam pengadaan sarana dan prasarana dapat membawa manfaat jangka panjang bagi karyawan maupun perusahaan. Pahami lebih lanjut tentang pengertian sarana dan prasarana kantor serta pentingnya menyediakan sarana dan prasarana yang layak untuk karyawan Anda.

Apa yang Dimaksud dengan Sarana dan Prasarana Kantor?

Sarana dan prasarana kantor merupakan dua jenis fasilitas kantor yang saling melengkapi satu sama lain. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sarana adalah segala sesuatu yang dapat dipakai sebagai alat untuk mencapai maksud atau tujuan. Sementara prasarana dalam KBBI adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses, seperti usaha, pembangunan, proyek, dan sebagainya. Jadi, dapat disimpulkan bahwa sarana dan prasarana adalah berbagai alat yang mewadahi proses tercapainya tujuan bisnis.Menyediakan sarana dan prasarana sangat penting untuk memudahkan kelancaran operasional bisnis. Namun, pengadaan sarana dan prasarana ini tentunya harus disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan agar dapat dimanfaatkan secara optimal. Hal ini juga bertujuan agar biaya dan waktu yang dikeluarkan untuk menyediakan sarana dan prasarana menjadi tidak sia-sia. Di samping pengadaan, perusahaan juga perlu memperhatikan pemeliharaan sarana dan prasarana kantor yang ada. Salah satu tujuan dari pemeliharaan sarana dan prasarana ini adalah untuk menjaga kondisi barang selama pemakaian serta menghindari risiko kehilangan. Pemeliharaan dapat dilakukan mulai dari pelacakan kondisi sarana dan prasarana dari waktu ke waktu, hingga mencatat semua sarana dan prasarana yang dimiliki perusahaan. 

Apa Saja yang Meliputi Sarana dan Prasarana Kantor?

Beberapa fasilitas di bawah ini adalah contoh sarana dan prasarana yang umum ada di lingkungan kerja, seperti:
  • Meja dan Kursi: Meja dan kursi ergonomis yang memperhatikan kondisi kesehatan karyawan adalah contoh sarana dan prasarana yang perlu dimiliki sebuah perusahaan.
  • Alat Tulis Kantor: Alat tulis seperti pensil, pulpen, spidol, serta alat lainnya dibutuhkan untuk menunjang aktivitas administrasi perkantoran atau aktivitas bisnis lainnya.
  • Komputer, Laptop, dan Perlengkapan Lainnya: Perangkat seperti komputer, laptop, beserta peralatan pelengkapnya adalah sarana dan prasarana untuk melaksanakan operasional sehari-hari.
  • Alat Komunikasi: Untuk memfasilitasi komunikasi internal maupun eksternal yang efisien, alat komunikasi seperti telepon dan handphone adalah sarana dan prasarana yang perlu disediakan.
  • Jaringan Internet: Jaringan internet berkecepatan tinggi adalah sarana dan prasarana yang digunakan untuk mengakses informasi hingga memfasilitasi komunikasi secara online.
  • Ruang Kantor: Ruang kantor yang didesain modern dan nyaman dibutuhkan karyawan untuk bekerja secara optimal. Ruang kantor dapat didesain secara terbuka ataupun tertutup menurut kebutuhan karyawan.
  • Ruang Rapat: Ruang rapat, sebagai salah satu sarana dan prasarana, memfasilitasi diskusi yang kondusif dengan perlengkapan seperti proyektor, papan tulis, spidol, meja, kursi, dan peralatan lainnya.
  • Area Istirahat: Sarana dan prasarana seperti area istirahat diperlukan karyawan untuk merehatkan diri dari penatnya bekerja. 
  • Kendaraan: Seringkali karyawan perlu melakukan tugas keluar kantor. Sarana dan prasarana seperti kendaraan akan diperlukan untuk memfasilitasi kegiatan luar kantor seperti ini.

Apa Pentingnya Sarana dan Prasarana Kantor untuk Perusahaan?

Perusahaan akan sulit menjalankan aktivitas bisnis tanpa sarana dan prasarana yang memadai. Berikut adalah alasan mengapa sarana dan prasarana perlu tersedia di perusahaan:

Meningkatkan Produktivitas Karyawan

Produktivitas kerja karyawan akan semakin tinggi jika menggunakan sarana dan prasarana berkualitas baik. Misal, sarana dan prasarana seperti komputer keluaran terbaru dapat mendukung performa kerja yang lebih maksimal. Contoh sarana dan prasarana lainnya adalah interior kantor yang mempengaruhi suasana saat bekerja. Jika didesain dengan baik, interior kantor juga dapat meningkatkan produktivitas kerja.

Memfasilitasi Kegiatan Operasional

Sarana dan prasarana kantor hadir untuk memfasilitasi kegiatan operasional sehari-hari. Misal, Anda dapat menggunakan sarana dan prasarana berupa ruang meeting untuk memfasilitasi diskusi dan kolaborasi dengan tim, mitra bisnis, hingga klien. Sarana dan prasarana seperti komputer hingga alat tulis juga berperan dalam menunjang kegiatan operasional yang efektif.

Mengoptimalkan Kesejahteraan Karyawan

Kesejahteraan karyawan berfokus pada kondisi kesehatan fisik, mental, dan emosional karyawan. Karyawan yang sejahtera dan bahagia cenderung lebih bersemangat saat bekerja serta memberikan hasil kerja yang lebih berkualitas. Kondisi ini dapat diwujudkan melalui sarana dan prasarana yang baik. Misalnya adalah menyediakan meja dan kursi kantor yang ergonomis untuk mengurangi risiko masalah kesehatan seperti sakit punggung atau mata lelah.

Meningkatkan Reputasi Perusahaan

Sarana dan prasarana yang modern dan canggih akan meningkatkan reputasi perusahaan di mata karyawan, mitra bisnis, klien, bahkan masyarakat. Hal ini juga menunjukkan kepedulian perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang inovatif melalui sarana dan prasarana yang layak.                                          

Miliki Sarana dan Prasarana Kantor Lengkap untuk Menunjang Aktivitas Bisnis Anda Hanya di Effist!

Tak dapat dipungkiri lagi bahwa sarana dan prasarana kantor merupakan komponen penting dalam meraih kesuksesan bisnis. Melalui sarana dan prasarana yang memadai, Anda dapat memastikan proses kerja yang efisien, sehingga berdampak pada output yang berkualitas. Namun, Anda mungkin mengalami kesulitan dalam menyediakan lingkungan kerja dengan sarana dan prasarana yang mencukupi. Effist Suite Office dapat menjadi jawaban dari permasalahan ini.Effist Suite Office, melalui layanan serviced office-nya, merupakan pilihan terbaik bagi Anda yang sedang mencari ruang kantor dengan sarana dan prasarana kantor lengkap untuk mendukung aktivitas bisnis Anda.  Serviced office yang disediakan oleh Effist Suite Office telah dilengkapi dengan berbagai sarana dan prasarana modern dan berkualitas untuk menunjang operasional sehari-hari. Beberapa contohnya adalah internet berkecepatan tinggi, ruang kerja modern dan profesional, lounge, pantry, hingga ruang meeting. Dengan sarana dan prasarana ini, Effist siap membantu Anda meningkatkan produktivitas dan kenyamanan dalam menjalankan bisnis.Untuk informasi lebih lanjut tentang serviced office Effist Suite Office, Anda dapat menghubungi email contact@effist.com.Editor: Cardila Ladini
Panduan Praktis Mengelola Inventaris Kantor Secara Efisien

04 April 2024

Panduan Praktis Mengelola Inventaris Kantor Secara Efisien

Aspek penting dalam menjalankan perusahaan tidak hanya mencakup strategi bisnis yang mumpuni atau pelayanan pelanggan yang baik, tetapi juga pengelolaan inventaris yang sistematis. Pengelolaan yang efisien sangat penting untuk memastikan ketersediaan barang yang dimiliki. Namun, mengatur inventaris kantor bukanlah tugas yang mudah. Dari peralatan elektronik hingga kebutuhan sehari-hari seperti pena dan kertas, inventaris kantor sering kali dapat menjadi rumit dan memakan waktu jika tidak dilakukan dengan baik. Ketahui lebih lanjut seputar apa itu inventaris serta panduan praktis untuk mengelola inventaris kantor Anda.

Apa yang Dimaksud dengan Inventaris?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), inventaris adalah daftar yang memuat semua barang milik kantor (sekolah, perusahaan, kapal, dan sebagainya) untuk dipakai saat melaksanakan tugas. Dalam konteks bisnis, inventaris merujuk pada daftar stok barang yang dimiliki perusahaan untuk melakukan penjualan atau untuk menghasilkan produk. Daftar ini tidak hanya mencakup produk jadi, tetapi juga bahan mentah, produk dalam pengerjaan, hingga produk MRO (Maintenance, Repair, Operations).Secara keseluruhan, daftar inventaris mencatat segala barang yang digunakan untuk proses operasional bisnis sehari-hari. Pencatatan barang-barang ini juga dikenal sebagai inventarisasi. Inventaris menjadi hal penting karena seringkali berperan sebagai aset terbesar yang dimiliki sebuah perusahaan. Maka dari itu, pengelolaan inventarisasi yang efisien perlu dilakukan untuk mempertahankan kelancaran operasional sehari-hari. Dengan demikian, perusahaan dapat selalu menjawab kebutuhan pelanggan secara konsisten serta bersaing secara ketat dalam kompetisi bisnis.

Apa Saja yang Termasuk Inventaris Kantor?

Beberapa contoh perlengkapan kantor di bawah ini termasuk ke dalam daftar inventaris, seperti:
  • Meja dan Kursi Kantor: Meja dan kursi kantor merupakan perlengkapan dasar yang perlu dimiliki seorang karyawan untuk menciptakan lingkungan kerja yang nyaman.
  • Alat Tulis Kantor: Alat tulis seperti pensil, pulpen, buku, spidol, penghapus, dan sebagainya diperlukan untuk mencatat atau menulis hal-hal penting terkait pekerjaan.
  • Lemari Arsip: Lemari arsip dibutuhkan untuk menyimpan dokumen agar lebih terorganisir dan mudah diakses ketika dibutuhkan. 
  • Telepon dan Perangkat Komunikasi Lainnya: Perangkat seperti telepon kantor atau alat komunikasi lainnya yang dibutuhkan untuk menunjang komunikasi internal maupun eksternal. 
  • Printer, Scanner, dan Fotokopi: Perangkat seperti printer, scanner, dan mesin fotokopi  digunakan untuk mencetak, menyalin, atau memindai dokumen yang penting untuk kebutuhan administrasi perkantoran.
  • Komputer, Laptop, dan Perlengkapannya: Perangkat seperti komputer, laptop, dan perlengkapannya (monitor, CPU, charger, dan sebagainya) dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari. 

Apa Perbedaan Aset dan Inventaris?

Aset dan inventaris merupakan dua aspek yang sama-sama dimiliki perusahaan serta berkontribusi pada stabilitas dan pertumbuhan bisnis. Namun, perbedaan keduanya terletak pada fungsi serta jangka waktunya. Aset sendiri adalah item yang dimiliki dan digunakan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan atau diubah menjadi uang tunai. Jenis-jenis aset dapat berupa benda berwujud seperti bangunan atau fasilitas kantor, atau benda tak berwujud seperti hak cipta dan merek dagang. Aset merupakan investasi jangka panjang yang disimpan perusahaan untuk menghasilkan pendapatan atau untuk apresiasi modal.Sementara itu, inventaris merujuk pada stok barang yang dimiliki perusahaan untuk kemudian diolah menjadi produk yang akan dijual. Dibandingkan dengan aset, inventaris biasanya merupakan investasi jangka pendek yang digunakan untuk memenuhi permintaan pelanggan, mendukung aktivitas bisnis sehari-hari, hingga menghemat biaya penyimpanan. Dapat dikatakan bahwa semua inventaris termasuk sebagai aset, sementara tidak semua aset merupakan inventaris. Aset juga mencakup item-item yang lebih besar dan mahal dibandingkan inventaris.

Bagaimana Cara Efisien Mengatur Inventaris?

Sangat penting bagi sebuah perusahaan untuk mengelola inventaris yang dimiliki secara efisien. Hal ini bermanfaat untuk melacak jumlah barang inventaris yang ada, mulai dari inventaris sarana dan prasarana hingga stok barang, sehingga tidak terjadi kekurangan atau kelebihan. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatur inventaris Anda adalah:

Tunjuk Penanggung Jawab

Perusahaan perlu menunjuk seorang karyawan sebagai penanggung jawab untuk mengelola inventarisasi secara terorganisir. Karyawan ini harus memastikan alur keluar dan masuk barang tercatat dalam inventarisasi, sehingga tidak ada barang yang hilang dari pengawasan. Hal ini juga bertujuan untuk mengecek agar barang yang ada dapat cukup mendukung operasional bisnis yang sedang berlangsung.

Tentukan Prosedur yang Jelas

Pengaturan inventarisasi yang efisien dimulai dari prosedur stok barang yang sistematis dan terstruktur. Prosedur seperti ini akan membantu perusahaan dalam mengoptimalkan kualitas inventarisasi kantor, mendukung terpenuhinya kebutuhan pelanggan, serta menghemat biaya penyimpanan. 

Buat Klasifikasi

Memberikan klasifikasi akan mencegah barang tercecer atau berantakan. Cara ini juga akan memudahkan Anda dalam mencari dan melacak item yang dibutuhkan. Anda dapat melakukan klasifikasi dengan memberi label berdasarkan nilai, harga, atau jenis barang. Salah satu cara umum klasifikasi dalam inventarisasi adalah dengan metode ABC, di mana barang dengan kategori A adalah barang dengan tingkat penjualan tinggi yang stoknya harus selalu ada di tempat penyimpanan, hingga kategori C dengan tingkat penjualan yang relatif rendah.

Atur Area Penyimpanan 

Peletakan stok barang yang tertata rapi sesuai dengan klasifikasi dapat membantu efisiensi pengaturan inventaris menjadi lebih baik. Anda juga perlu merencanakan peletakan dengan strategis, seperti misalnya meletakkan barang yang paling sering dipakai di tempat yang mudah dicapai. Luas area penyimpanan juga perlu diperhatikan agar tidak ada ruang kosong.

Lakukan Audit Stok Barang Secara Berkala

Cara berikutnya adalah dengan melakukan audit stok secara berkala. Anda perlu membandingkan jumlah barang yang ada di tempat penyimpanan dengan jumlah yang tercatat dalam buku inventarisasi. Cara ini bertujuan untuk memastikan catatan stok barang bersifat akurat, selalu up-to-date, serta mengecek adanya kesalahan dalam inventarisasi.

Gunakan Sistem Manajemen Inventaris

Melacak dan mencatat item secara manual hanya akan membuang-buang waktu dan tenaga. Cara manual juga rentan mengalami kesalahan manusia, yang mana berpotensi menyebabkan kerugian. Untuk mencegah hal ini, Anda dapat memanfaatkan sistem software untuk manajemen inventarisasi yang mudah dan efisien. Sistem ini dapat melacak stok barang secara otomatis, mempermudah proses pengelompokkan barang, hingga menandai barang mana yang paling mahal. 

Mulai Kelola Inventaris Kantor Anda dengan Mudah dan Efisien bersama Effist!

Berbagai perusahaan, mulai dari perusahaan berskala besar hingga yang baru merintis, memerlukan pengelolaan inventarisasi yang terstruktur dan sistematis. Selain menunjuk karyawan untuk mengelola inventarisasi, Anda juga dapat memanfaatkan layanan staf administrasi berpengalaman untuk mengurus inventarisasi perusahaan. Layanan ini merupakan salah satu fasilitas yang didapatkan jika menggunakan layanan serviced office dari Effist Suite Office.Staf administrasi handal dari Effist Suite Office memudahkan Anda untuk bekerja maksimal sambil tetap melacak inventaris secara tepat dan akurat. Anda juga tidak perlu membuang waktu dan tenaga untuk merekrut staf administrasi yang mengurus inventaris perusahaan. Effist Suite Office juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas perkantoran modern yang menunjang operasional bisnis Anda.Tunggu apalagi? Rasakan kemudahan dalam mengelola inventaris Anda bersama Effist! Untuk informasi lebih lanjut seputar serviced office, segera hubungi email contact@effist.comEditor: Cardila Ladini
5 Cara Optimalkan Operasional Bisnis untuk Efisiensi Kinerja Bisnis

01 April 2024

5 Cara Optimalkan Operasional Bisnis untuk Efisiensi Kinerja Bisnis

Faktor yang menentukan kesuksesan bisnis tidak hanya berasal dari kualitas produk atau pelayanan yang optimal, tetapi juga operasional bisnis yang teratur dan efisien. Operasional bisnis memainkan peran penting dalam kesuksesan sebuah perusahaan. Dengan sistem operasional yang baik, perusahaan dapat memastikan bahwa segala proses berjalan lancar.Penerapan manajemen operasional yang baik membutuhkan strategi tepat agar memberikan hasil optimal dengan efisien. Hasilnya akan berdampak pada meningkatkan performa dan daya saing perusahaan di industri yang kompetitif. Pahami lebih lanjut tentang pengertian operasional bisnis serta cara memaksimalkan manajemen operasional di perusahaan Anda.

Apa yang Dimaksud dengan Operasional Bisnis?

Operasional bisnis adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan. Kegiatan ini juga dilakukan untuk mewujudkan target perusahaan. Karyawan turut berperan dalam mewujudkan target tersebut dengan melakukan bidang masing-masing, seperti keuangan, marketing, produksi, dan sebagainya. Setiap perusahaan, mulai dari yang berskala besar hingga kecil, memiliki sistem operasional yang berbeda. Sebagai contoh, perusahaan FMCG yang mempekerjakan 100.000 karyawan tentunya memiliki operasional bisnis yang berbeda dari bisnis UMKM berskala kecil. Operasional bisnis sebuah perusahaan dapat berubah seiring dengan pertumbuhan bisnis atau perubahan pada kondisi ekonomi. Adanya manajemen operasional muncul sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi, menghemat biaya, serta meningkatkan output perusahaan. Maka dari itu, penting untuk merancang strategi mengoptimalkan operasional bisnis demi menunjang efisiensi kinerja untuk memberikan hasil yang optimal.

Apa Saja Jenis Operasional Bisnis?

Beberapa jenis operasional berikut ini adalah pondasi penting agar perusahaan dapat berfungsi secara efektif:
  • Produksi: Jenis operasional produksi bertanggung jawab dalam menghasilkan produk yang dijual perusahaan kepada pelanggan. Produksi mencakup proses manufaktur hingga mengantarkan produk kepada pelanggan. Tujuannya adalah untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi yang bernilai tinggi di mata pelanggan.
  • Pengadaan: Operasional pengadaan berperan dalam menyediakan barang yang dibutuhkan untuk kelancaran aktivitas perusahaan sehari-hari. Barang tersebut dapat berupa barang fisik atau digital. 
  • Sumber Daya Manusia: Operasional sumber daya manusia (human resources) bertanggung jawab dalam mengelola karyawan perusahaan. Hal ini meliputi proses rekrutmen, onboarding, manajemen performa kerja, training, hingga offboarding
  • Keuangan: Operasional keuangan bertujuan untuk menangani keuangan perusahaan secara keseluruhan. Beberapa pekerjaannya adalah rencana keuangan, mengatur budget perusahaan, hingga mengelola keuangan perusahaan.
  • Marketing: Jenis operasional marketing mempromosikan layanan atau produk yang dihasilkan. Jenis operasional ini bertugas mengembangkan strategi marketing, mengelola campaign marketing, hingga memantau performa upaya marketing yang sudah dilakukan.
  • Pelayanan Pelanggan: Operasional pelayanan pelanggan bertugas untuk menjawab pertanyaan pelanggan, menangani keluhan masuk, serta membantu pelanggan saat mengalami masalah dengan produk perusahaan. 
  • IT: Operasional IT dibutuhkan untuk mengelola infrastruktur teknologi perusahaan, sehingga aktivitas bisnis sehari-hari dapat berjalan tanpa hambatan. 

Apa Tujuan Diterapkannya Operasional Bisnis dalam Perusahaan?

Secara garis besar, penerapan operasional bisnis bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan keuntungan perusahaan. Adapun tujuan lainnya dari sistem operasional ini adalah:

Meningkatkan Efisiensi

Manajemen operasional bisnis yang terorganisir berpengaruh dalam meningkatkan efisiensi perusahaan. Misalnya, alur pekerjaan yang jelas akan memudahkan alokasi pekerjaan secara merata kepada karyawan serta memantau kemajuan dalam proses kerja. Hal ini juga membantu karyawan dan perusahaan dalam mencapai kualitas yang diinginkan.

Mendorong Penjualan

Penerapan operasional bisnis yang efisien dapat menghasilkan produk atau layanan berkualitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Selain itu, peran operasional seperti marketing hadir dalam mengembangkan strategi marketing yang efektif untuk menarik lebih banyak pelanggan baru. Operasional sales juga berperan dalam memastikan proses pembelian yang memuaskan bagi pelanggan. Semua aspek ini akan berdampak pada peningkatan volume penjualan.

Mendukung Kepuasan Pelanggan

Pelanggan yang puas berpotensi menjadi pelanggan yang loyal dan menjadi pembeli berulang untuk perusahaan. Untuk mewujudkan hal ini, operasional bisnis diperlukan untuk menunjang pengalaman pelanggan yang menyenangkan, baik dari segi kualitas produk hingga pelayanan pelanggan. Operasional bisnis juga membantu perusahaan menjalin hubungan kuat dengan pelanggan.

Bagaimana Mengelola Operasional Bisnis Agar Lebih Efisien?

Mengelola manajemen operasional dengan efektif tidak hanya tentang menjalankan aktivitas perusahaan sehari-hari, tetapi juga tentang merancang strategi yang tepat dan memastikan efisiensi dalam setiap langkah. Beberapa strategi operasional yang bisa Anda terapkan adalah:

Tentukan Target Anda

Memiliki target yang realistis adalah salah satu kunci keberhasilan suatu perusahaan. Dengan adanya target, Anda dapat mengukur performa kerja yang sudah dilakukan untuk mencapai target tersebut. Setiap departemen tentunya memiliki target yang berbeda-beda. Penetapan target yang jelas juga penting untuk memotivasi karyawan saat bekerja hingga nantinya mendapat pengakuan atas kerja keras yang telah dilakukan.

Evaluasi dan Tingkatkan Operasional Bisnis

Perusahaan yang terus mengalami perkembangan perlu mengevaluasi sistem operasional yang ada secara berkala. Hal ini bertujuan agar sistem operasional dapat menunjang aktivitas perusahaan sehari-hari. Evaluasi ini juga berperan untuk menemukan ketidakefisienan pada sistem operasional yang ada. Anda dapat menggunakan analisis SWOT (strength, weakness, opportunity, threat) untuk mengidentifikasi kondisi sistem operasional saat ini. Identifikasi area yang perlu ditingkatkan serta cari solusi untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Gunakan Sistem Automasi

Pekerjaan yang bersifat repetitif hanya akan membuang-buang waktu jika dikerjakan secara manual. Tidak hanya itu, pekerjaan yang repetitif seringkali memicu rasa bosan, sehingga dapat menyebabkan hilangnya motivasi dan menurunnya produktivitas. Menerapkan sistem automasi untuk melaksanakan pekerjaan tersebut akan meningkatkan efisiensi operasional Anda secara signifikan. Jadi, karyawan dapat berfokus pada pekerjaan lain yang lebih penting.

Berinvestasi Pada Teknologi yang Tepat

Bisnis modern dan inovatif memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan efisiensi operasional bisnis. Saat ini, banyak pilihan teknologi tersedia untuk memenuhi kebutuhan bisnis perusahaan dalam berbagai ukuran. Teknologi ini harus membantu produktivitas karyawan dalam mengerjakan pekerjaan sehari-hari.Sebagai contoh, software seperti Slack atau Microsoft Teams digunakan untuk mempermudah komunikasi dan kolaborasi aktif antar karyawan hingga antar departemen. Contoh lainnya adalah penggunaan CRM untuk mengelola data pelanggan dan menjaga hubungan baik dengan pelanggan. Dengan demikian, operasional bisnis sehari-hari menjadi lebih efisien dengan adanya teknologi yang tepat.

Kembangkan Budaya Kerja yang Positif

Budaya kerja merujuk pada keyakinan, perilaku, atau nilai perusahaan yang mempengaruhi bagaimana karyawan dan manajemen perusahaan menangani kegiatan bisnis sehari-hari. Budaya kerja yang positif akan menciptakan lingkungan kerja yang nyaman dan sehat untuk karyawan, sehingga akan berdampak pula pada operasional bisnis yang produktif. 

Effist Suite Office: Solusi untuk Dukung Operasional Bisnis Perusahaan Anda

Sebagai penyedia layanan serviced office di daerah bisnis Jakarta Selatan, Effist Suite Office berkomitmen mendukung operasional bisnis yang efisien untuk pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang. Melalui Effist Suite Office, perusahaan Anda dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi tanpa harus mengorbankan kualitas layanan atau waktu. Layanan serviced office dari Effist Suite Office memberikan akses kepada fasilitas kantor modern untuk menunjang kelancaran sistem operasional. Beberapa contoh fasilitasnya adalah internet berkecepatan tinggi, ruang meeting dengan fasilitas lengkap, pantry, serta layanan sekretaris dan pembersihan kantor. Segera manfaatkan layanan serviced office dari Effist Suite Office dan rasakan perubahan positif dalam sistem operasional Anda. Untuk informasi lebih lanjut seputar serviced office, Anda dapat menghubungi email contact@effist.com.Editor: Cardila Ladini
Panduan Praktis Menyusun Notulen Rapat dengan Efisien

25 March 2024

Panduan Praktis Menyusun Notulen Rapat dengan Efisien

Rapat atau meeting adalah bagian dari aktivitas bisnis yang tidak bisa dilewatkan. Perusahaan dapat mengadakan berbagai rapat setiap harinya, baik rapat antar karyawan, rapat lintas departemen, rapat dengan klien, hingga rapat dengan mitra bisnis. Rapat juga dapat dilaksanakan secara offline maupun online. Dari berbagai jenis rapat yang ada, salah satu hal yang perlu ada dalam setiap rapat adalah keberadaan notulen rapat.Dalam pelaksanaan sebuah rapat, membuat notulen sangat penting untuk menjaga efektivitas diskusi. Hal ini disebabkan oleh peran notulen sebagai bukti tertulis mengenai pembahasan yang sudah berlangsung. Notulen memberikan referensi yang jelas dan komprehensif mengenai apa yang telah dibicarakan dan disepakati. Maka dari itu, notulen rapat perlu tersusun rapi agar mudah dipahami oleh pembacanya.Artikel ini akan membantu Anda dalam memahami apa itu notulen rapat serta cara praktis dalam menyusun notulen dengan baik dan efisien.

Apa Itu Notulen Rapat?

Melansir dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian notulen merujuk pada catatan singkat mengenai jalannya persidangan atau rapat atau meeting beserta hal yang dibicarakan dan diputuskan. Notulen digunakan dalam berbagai lingkup masyarakat, termasuk lingkup bisnis. Orang yang ditunjuk untuk mencatat notulen disebut notulis. Sebuah perusahaan dapat melakukan rapat terkait strategi bisnis, kolaborasi dengan perusahaan lain, hingga proyek pekerjaan. Dari pengertiannya, notulen terlihat serupa dengan minutes of meeting (MoM). Nyatanya, notulen merupakan versi yang lebih informal daripada MoM. Dibandingkan dengan MoM, notulen hanya digunakan untuk referensi pribadi. Maka dari itu, notulen tidak perlu mengikuti template resmi atau membutuhkan tanda tangan pihak tertentu. Namun, menyusun notulen dengan rapi juga sangat penting agar pembaca dapat memahami meeting yang telah dilaksanakan.

Apa Fungsi Ditulisnya Notulen Rapat?

Peserta rapat seringkali membutuhkan notulen untuk mengecek kembali informasi yang telah didiskusikan. Beberapa fungsi lainnya dari notulen rapat adalah:

Sebagai Pengingat

Salah satu fungsi utama notulen adalah menjadi pengingat bagi peserta meeting. Di tengah banyaknya rapat dan pekerjaan, peserta dapat melupakan detail-detail yang dibahas selama rapat. Notulen berisi pembahasan penting yang sudah dibicarakan, termasuk di antaranya keputusan yang sudah diambil, tindakan yang perlu dilakukan, hingga hal-hal penting lainnya. Jadi, tidak ada informasi yang terlewat atau terlupakan.

Sebagai Catatan untuk Peserta yang Tidak Hadir

Seringkali peserta berhalangan untuk menghadiri rapat karena suatu kesibukan. Akan tetapi, peserta yang tidak hadir tetap perlu mengetahui informasi benar dan akurat yang dibicarakan di rapat sebelumnya. Di sinilah peran notulen dalam menyediakan informasi yang telah didiskusikan dalam rapat tersebut. 

Sebagai Panduan

Pembahasan yang dicatat dalam notulen rapat juga menyertakan keputusan yang sudah diambil atau tindakan yang perlu dilakukan. Notulen juga dapat memasukkan tugas-tugas beserta penanggung jawab atas tugas tersebut. Sebagai catatan tertulis, notulen dapat menjadi panduan bagi karyawan untuk segera bergerak berdasarkan hasil rapat tersebut.

Sebagai Bukti Tertulis

Jika terjadi masalah konflik atau kesalahpahaman terkait hasil rapat, notulen sebagai catatan tertulis berperan sebagai bukti untuk memperjelas informasi yang sudah didiskusikan. Maka dari itu, notulen haruslah menyajikan informasi akurat agar dapat menyelesaikan konflik yang muncul.

Apa Saja yang Harus Dicatat dalam Notulen Rapat?

Setiap perusahaan memiliki pedoman notulen yang berbeda-beda. Akan tetapi, terdapat beberapa poin dasar yang perlu ditampilkan dalam sebuah notulen. Adapun poin-poin yang harus dicatat dalam notulen adalah:
  • Daftar Peserta Rapat: Buat daftar berisi peserta yang hadir di rapat. Kumpulkan juga nama-nama peserta yang berhalangan hadir untuk nantinya diberikan hasil notulen. 
  • Pimpinan Rapat: Pimpinan rapat adalah seseorang yang ditunjuk untuk memimpin jalannya rapat.
  • Tempat, Tanggal, Waktu Rapat: Bagian ini berisi detail tempat, tanggal, dan waktu berlangsungnya rapat. 
  • Agenda Rapat: Agenda berisi topik yang ingin dibicarakan selama rapat. 
  • Pembahasan Rapat: Bagian pembahasan berisi poin-poin penting yang dibicarakan selama rapat berjalan. Hal ini termasuk setiap keputusan yang diambil serta tindakan yang perlu dilakukan selanjutnya.

Bagaimana Cara Penyusunan Notulen Rapat yang Baik?

Notulen berperan sebagai bentuk pertanggungjawaban, transparansi informasi, hingga pemantauan progres dari sebuah meeting. Maka dari itu, notulen yang dibuat haruslah ringkas, akurat, dan komprehensif. Berikut ini adalah cara membuat notulen yang baik untuk efektivitas meeting Anda:

Siapkan Template Notulen Rapat 

Sebelum rapat dimulai, Anda perlu menyiapkan template notulen yang bisa langsung diisi begitu rapat dimulai. Hal ini akan membantu efisiensi dan kepraktisan saat pengerjaan notulen. Template tersebut berisi format yang jelas dan tersusun rapi untuk memudahkan Anda maupun pembaca hasil notulen lainnya.

Catat Kehadiran Peserta Rapat

Dalam template notulen, catat setiap peserta yang hadir dan yang tidak hadir. Anda juga dapat menambahkan detail seperti nama organisasi serta jabatan jika rapat tersebut melibatkan karyawan lintas departemen atau perusahaan lain.

Tulis Setiap Informasi Penting dengan Rapi

Bagian terpenting dalam penyusunan notulen adalah penulisan setiap informasi dengan rapi. Penulisan yang rapi tidak hanya mencakup poin-poin pembahasan, tetapi juga detail terkait rapat, seperti daftar peserta dan agenda rapat. Pastikan juga poin pembahasan bersifat ringkas dan tidak bertele-tele, tetapi berisi informasi penting yang dibicarakan saat rapat.

Kumpulkan Lembar Laporan atau Presentasi

Jika selama rapat terdapat lembar laporan atau presentasi yang disampaikan oleh peserta, Anda dapat mengumpulkannya sebagai lampiran untuk notulen. 

Baca Kembali Notulen yang Sudah Dibuat

Hal yang tidak boleh dilewatkan saat menyusun notulen adalah mengulas kembali notulen yang sudah dibuat. Pastikan semua informasi yang tercatat sudah benar dan akurat, mulai dari informasi rapat hingga poin-poin pembahasan. Demikian panduan praktis seputar penyusunan notulen rapat yang bisa Anda terapkan. Notulen yang efisien tidak hanya berfungsi sebagai catatan, tetapi juga mendokumentasikan setiap detail yang didiskusikan dalam sebuah rapat, sehingga tidak ada informasi yang terlewat. Di samping notulen, aspek lain seperti lokasi rapat juga mempengaruhi kualitas rapat yang dijalankan.Sebagai penyedia layanan meeting room di Jakarta Selatan, Effist Suite Office menawarkan berbagai paket ruang meeting yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda. Effist Suite Office membantu kelancaran rapat Anda dengan peralatan yang lengkap dan memadai, seperti LCD proyektor, alat tulis, papan tulis, hingga koneksi internet berkecepatan tinggi. Anda juga dapat menikmati fasilitas seperti makan siang dan coffee break untuk menunjang pertemuan bisnis yang kolaboratif.Mulai rencanakan rapat dan diskusi Anda di meeting room profesional dari Effist Suite Office! Untuk informasi lebih lanjut terkait meeting room, Anda dapat menghubungi email contact@effist.com.Editor: Cardila Ladini