News and Article
05 January 2026
Muftia Parasati 7 Langkah Menyusun Rencana Bisnis yang Tepat dan Efektif
Membangun bisnis yang sukses dan stabil dalam jangka panjang tidak hanya bergantung pada ide yang menarik. Rencana bisnis yang matang juga diperlukan untuk memahami tujuan yang ingin dicapai. Proposal rencana bisnis berperan sebagai fondasi untuk menilai kelayakan usaha, mengelola risiko, hingga mendapatkan bantuan pendanaan. Artikel ini akan membahas lebih lanjut tentang apa itu rencana bisnis serta cara menyusunnya dengan tepat dan efektif.
Apa Itu Rencana Bisnis?
Rencana bisnis atau business plan adalah dokumen strategis perusahaan yang menjelaskan aktivitas bisnis dan tujuan perusahaan secara mendetail. Hal ini termasuk produk atau layanan, analisis pasar, analisis kompetitor, strategi bisnis, hingga strategi marketing. Rencana bisnis juga mencakup proyeksi keuangan yang memperkirakan performa finansial perusahaan.
Manfaat rencana bisnis adalah sebagai roadmap untuk mengelola sebuah bisnis. Dokumen ini memberikan arahan jelas untuk mencapai tujuan bisnis yang diinginkan. Bagi bisnis startup yang baru merintis, business plan sangat penting untuk meyakinkan pada stakeholder seperti investor. Jadi, perusahaan startup bisa mendapatkan pendanaan yang dibutuhkan untuk berkembang.
Rencana Bisnis Berisi Apa Saja?
Menyusun rencana bisnis memerlukan pemahaman yang jelas tentang elemen di dalamnya. Dalam pembuatan rencana bisnis, beberapa contoh elemen yang perlu diperhatikan adalah:
- Executive Summary: Bagian ini merupakan ringkasan dari business plan. Executive summary mencakup pernyataan visi dan misi Anda serta produk yang akan ditawarkan.
- Deskripsi Bisnis: Bagian ini menjelaskan deskripsi bisnis, termasuk tujuan, produk, layanan, hingga customer base sasaran.
- Analisis Pasar: Bagian ini menganalisis calon pelanggan yang dituju. Hal ini termasuk demografi, lokasi geografi, maupun pain points pelanggan.
- Deskripsi Produk atau Layanan: Bagian ini digunakan untuk menjelaskan produk atau layanan perusahaan Anda secara mendetail. Contohnya adalah biaya pembuatan, masa kadaluarsa (jika ada), hingga kebutuhan apa yang dapat dipenuhi.
- Strategi Marketing dan Penjualan: Anda perlu memaparkan strategi marketing yang diperlukan untuk menjangkau calon pelanggan. Selain itu, bagian ini juga memaparkan bagaimana proses penjualan dilakukan.
- Proyeksi Keuangan: Bagian ini menjelaskan tujuan finansial perusahaan serta strategi mencapainya. Proyeksi keuangan juga mencantumkan financial statement hingga proyeksi cash flow.
7 Langkah Cara Membuat Rencana Bisnis
Proposal rencana bisnis memberikan gambaran strategi perusahaan dalam jangka panjang. Berikut adalah 7 langkah yang bisa ditempuh untuk membuat rencana bisnis:
Buat Executive Summary
Executive summary berfungsi sebagai ringkasan terhadap keseluruhan business plan. Bagian ini diletakkan di awal proposal rencana bisnis untuk menarik perhatian investor atau stakeholder lainnya. Namun, karena berupa ringkasan, Anda bisa menulis executive summary di tahap terakhir. Elemen yang dimasukkan termasuk pernyataan misi dan visi, produk atau layanan, hingga informasi dasar seputar tim perusahaan Anda.
Jelaskan Perusahaan Anda
Selanjutnya adalah menulis bagian “Deskripsi Perusahaan”. Manfaatkan bagian ini untuk memaparkan perusahaan Anda secara mendetail. Hal ini termasuk struktur perusahaan seperti model bisnis, detail founder, lokasi perusahaan, misi, hingga keunggulan yang membedakan perusahaan Anda dari kompetitor. Anda juga bisa menuliskan sedikit sejarah terbentuknya perusahaan Anda.
Jelaskan Produk atau Layanan Anda
Tahap selanjutnya adalah “Deskripsi Produk” yang menjelaskan produk atau layanan Anda secara mendetail. Bagian ini menunjukkan unique selling points atau keunikan produk Anda dibandingkan kompetitor. Tunjukkan posisi produk Anda dan bagaimana produk tersebut menyelesaikan masalah pelanggan tanpa jargon. Masukkan juga fitur, manfaat, harga, dan proses pengembangan produk.
Buat Riset Pasar
Lakukan riset menyeluruh terhadap ukuran, pertumbuhan, dan tren pasar bisnis Anda. Paparkan siapa pelanggan tujuan Anda dan kompetitor di industri yang sama. Hasil riset bertujuan untuk membuktikan adanya peluang untuk bisnis Anda. Gunakan data demografi dan perilaku pelanggan serta risiko untuk mendukung produk Anda.
Jelaskan Strategi Marketing dan Penjualan Anda
Bagaimana produk Anda akan dipasarkan dan dijual ke pelanggan? Bagian ini menjelaskan strategi marketing dan penjualan produk Anda. Jabarkan bagaimana Anda akan menjangkau pelanggan dan membangun loyalitas pelanggan. Tunjukkan potensi risiko dan rencana mitigasi untuk menyelesaikan risiko tersebut. Bagian ini mengubah insight menjadi strategi go-to-market.
Jabarkan Operasional Bisnis Anda
Selanjutnya adalah penjelasan operasional bisnis Anda. Pada bagian ini, Anda akan menjelaskan struktur bisnis Anda dan siapa saja yang bertanggung jawab. Hal ini termasuk founder, tim manajemen, board member, karyawan, dan stakeholder utama. Alat visual seperti diagram bisa digunakan untuk menggambarkan struktur manajemen Anda.
Buat Analisis dan Proyeksi Keuangan
Buat analisis dan proyeksi keuangan perusahaan Anda. Hal ini termasuk balance sheet, profit-and-loss statement, cash flow statement, dan break-even analysis. Jika Anda akan mencari bantuan pendanaan, Anda perlu menjelaskan berapa banyak dana yang Anda butuhkan dan apa yang akan dilakukan dengan dana tersebut.
Contoh Kesalahan Rencana Bisnis yang Harus Dihindari
Setiap jenis bisnis memiliki business plan yang berbeda-beda. Tanpa perencanaan yang tepat, kesalahan dapat terjadi. Beberapa contoh kesalahan dalam membuat rencana bisnis adalah:
Tidak Realistis
Kesalahan pertama adalah rencana bisnis yang tidak realistis. Hal ini terjadi ketika menunjukkan proyeksi finansial atau prediksi pertumbuhan bisnis yang terlalu optimis. Di samping terlalu optimis, business plan ini tidak didukung oleh data yang solid. Hal ini berisiko menurunkan kepercayaan investor dan stakeholder terhadap perusahaan. Rencana bisnis dinilai “terlalu bagus untuk jadi kenyataan” tanpa alasan yang logis.
Target Market yang Kurang Jelas
Kesalahan selanjutnya adalah tidak menentukan target market yang jelas. Artinya, Anda tidak secara spesifik menentukan siapa calon pelanggan Anda. Jangan berasumsi bahwa produk Anda ditujukan untuk semua orang. Hindari segmentasi asal-asalan tanpa analisis perilaku atau kebutuhan pelanggan. Kesalahan ini dapat membuat bisnis sulit bersaing karena produk tidak sesuai dengan permintaan pasar yang tepat.
Kurang Riset
Contoh kesalahan lainnya adalah kurangnya riset. Perencanaan bisnis yang tepat memerlukan data yang lengkap dan akurat. Tanpa data-data ini, pernyataan Anda di dalam rencana bisnis akan diragukan kebenarannya. Aspek seperti persaingan bisnis dan permintaan menjadi kurang akurat. Hasilnya, bisnis Anda dapat kurang sesuai dengan permintaan pasar yang sebenarnya.
Buat Diskusi Rencana Bisnis Lebih Produktif di Meeting Room Effist
Diskusi terkait rencana bisnis dapat berlangsung kondusif dan produktif jika dilakukan di ruang meeting yang tepat. Effist Suite Office hadir dengan layanan meeting room untuk memfasilitasi berbagai jenis meeting dengan beragam jumlah partisipan.
Meeting room Effist dalam mewadahi diskusi kecil berisi 4 partisipan hingga meeting berskala besar berisi 25-40 orang. Layanan meeting room kami berlokasi di area strategis Jakarta Selatan, yaitu Gandaria 8 Office Tower dan 88 Office Kota Kasablanka.
Meeting room Effist juga dilengkapi fasilitas penunjang, mulai dari internet berkecepatan tinggi, LCD proyektor, meja dan kursi ergonomis, hingga video conferencing untuk memfasilitasi meeting secara online. Kami juga menyediakan berbagai paket ruang meeting dengan benefit tambahan meliputi coffee break, lunch, catatan, mints, dan air minum untuk kenyamanan selama meeting berlangsung.
Untuk informasi lebih lanjut seputar layanan meeting room, hubungi kami melalui email contact@effist.com.
Categories
Recent Posts

Go-To-Market Strategy: Guide for Successful Product Launch
06 January 2026

7 Langkah Menyusun Rencana Bisnis yang Tepat dan Efektif
05 January 2026

Customer Trust Guide: Building Loyalty and Lasting Success
23 December 2025