News and Article

5 Tips Melakukan Negosiasi Agar Berjalan Lancar

Negosiasi adalah suatu tindakan yang sering dilakukan dalam kegiatan sehari-hari. Semua orang bernegosiasi untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan tanpa mengabaikan kepentingan masing-masing. Dunia bisnis pun tidak lepas dari kegiatan bernegosiasi. Kegiatan ini membuka kesempatan untuk berkolaborasi dengan bisnis lain hingga meraih peluang bisnis baru.

Proses bernegosiasi yang berlangsung efektif akan menghasilkan relasi bisnis yang semakin kuat, profitabilitas yang kian meningkat, hingga penyelesaian konflik. Kenali lebih lanjut tentang apa itu negosiasi serta tips ampuh dalam bernegosiasi agar berlangsung lancar.

Apa yang Dimaksud dengan Negosiasi?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian negosiasi merujuk pada proses tawar-menawar dengan jalan berunding untuk mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak dan pihak lainnya. Sebuah negosiasi dapat terjadi antara pembeli dan penjual, perusahaan dan karyawan, pengusaha dan investor, dua atau lebih perusahaan, hingga antar pihak-pihak lain yang ingin meraih kesepakatan bersama. Seringkali bernegosiasi melibatkan sikap give and take, yang artinya salah satu atau semua pihak yang terlibat harus merelakan sesuatu untuk meraih titik terang dalam diskusi yang dilakukan.

Apa Tujuan Dilakukannya Negosiasi?

Tujuan utama dilakukannya negosiasi adalah untuk mencapai kesepakatan yang sama-sama menguntungkan bagi semua pihak. Dalam dunia bisnis, negosiasi dilakukan karena kebutuhan untuk menciptakan perjanjian dan kolaborasi bisnis yang sukses. Melalui perundingan yang strategis, semua pihak yang terlibat dapat memiliki pemahaman yang sama, menyamakan tujuan mereka, dan mencapai kesepakatan yang menguntungkan bagi semua pihak. 

Negosiasi juga memiliki manfaat untuk mencegah risiko atau konflik yang mungkin muncul pada perjanjian bisnis. Hal ini dilakukan dengan mendiskusikan serta mengklarifikasi syarat dan ketentuan yang tercantum di dalam kontrak. Cara ini juga berguna untuk memperkuat efektivitas komunikasi serta relasi bisnis antar kedua pihak.

Apa Saja Jenis-jenis Negosiasi?

Jenis-jenis negosiasi terbagi menjadi 4 tipe, yaitu:

  • Negosiasi Adversarial: Pada jenis ini, kedua pihak yang terlibat secara terbuka saling berkompetisi satu sama lain karena berfokus dalam mencapai satu tujuan utama. Negosiasi adversarial seringkali berakhir dengan hasil menang atau kalah. 
  • Negosiasi Distributif: Jenis ini meliputi sikap tawar menawar untuk pembagian sumber daya yang sudah ditetapkan, seperti uang, barang, atau layanan. 
  • Negosiasi Integratif: Tipe ini menggunakan pendekatan kolaboratif di mana kedua pihak bekerja sama untuk mencapai solusi yang sama-sama menguntungkan.
  • Multiparty Negotiation: Seperti namanya, jenis ini melibatkan lebih dari dua pihak yang berdiskusi untuk mencapai persetujuan bersama. 

Hal Apa Saja yang Menjadi Kendala Saat Bernegosiasi?

Negosiasi bukanlah tindakan yang mudah dilakukan. Tidak jarang ditemukan kendala dalam bernegosiasi yang sukses. Beberapa kendala tersebut adalah:

Kurangnya Persiapan

Tanpa persiapan yang matang, Anda berisiko menjadi pihak yang dirugikan selama proses negosiasi. Tujuan dari bernegosiasi adalah untuk mencapai kesepakatan yang sama-sama menguntungkan. Tetapi, jika Anda tidak mempersiapkan diri, pihak kedua dapat memanfaatkan situasi untuk meraih keuntungan sebanyak-banyaknya. 

Pengaruh Emosi

Negosiasi yang berlangsung alot dapat membuat seseorang merasa emosional, seperti mudah marah, rasa frustasi, dan rasa benci. Situasi ini dapat mempengaruhi kemampuan dalam berkomunikasi secara efektif serta membuat keputusan yang rasional. Sikap emosional akan mengarah pada sikap defensif, agresif, atau pasif, yang tentunya berisiko menggagalkan proses negosiasi. 

Bias Kognitif

Bias kognitif merujuk pada fenomena yang mempengaruhi cara otak dalam menafsirkan informasi dan membuat keputusan berdasarkan informasi tersebut. Fenomena ini dapat berupa cara berpikir yang tidak objektif serta disebabkan oleh praduga, keyakinan pribadi, atau pengalaman pribadi. Situasi seperti bias kognitif dapat mempengaruhi pengambilan keputusan selama bernegosiasi.

Kurangnya Rasa Percaya Diri

Anda sebagai seorang negosiator mungkin merasakan kurangnya rasa percaya diri saat bernegosiasi. Kurangnya rasa percaya diri dapat menyebabkan negosiator merasa panik dan membuat keputusan tanpa berpikir panjang. Pada akhirnya, negosiasi yang dilakukan tidak memberikan hasil yang diharapkan. 

Bagaimana Tips Melakukan Negosiasi Agar Berjalan Lancar?

Berikut ini adalah beberapa contoh tips yang bisa dilakukan untuk bernegosiasi yang lancar:

Persiapkan Diri

Tindakan yang perlu dilakukan pertama kali agar negosiasi berjalan lancar adalah mempersiapkan diri. Hal ini termasuk mengumpulkan informasi dan fakta sebanyak-banyaknya terkait lawan bicara Anda, mulai dari kebutuhan, nilai, serta tujuan yang ingin dicapai.

Pemahaman yang baik terkait hal ini akan membantu Anda dalam menyusun taktik bernegosiasi yang tepat sehingga mampu menghasilkan kesepakatan yang sama-sama menguntungkan. Persiapan diri juga mencakup melatih mental, kepercayaan diri, dan kemampuan berkomunikasi agar mampu bernegosiasi dengan tenang.

Selalu Hormati Lawan Bicara 

Kepercayaan diri memang menjadi aspek penting yang perlu dimiliki selama bernegosiasi. Namun, rasa percaya diri itu juga perlu diimbangi dengan rasa hormat dan sopan kepada lawan bicara. Dalam hal ini, jangan sampai Anda terlalu banyak bicara hingga membiarkan lawan bicara tidak dapat menyampaikan bagiannya. 

Salah satu kemampuan komunikasi yang baik dalam bernegosiasi adalah komunikasi secara aktif, di mana Anda perlu mendengarkan lawan bicara secara aktif. Hal ini juga akan mengarah pada hasil perundingan yang saling menguntungkan. 

Bangun Hubungan yang Positif

Negosiasi dapat berlangsung dengan lancar jika Anda mampu menjalin hubungan yang positif dengan lawan bicara. Hubungan ini dapat terbentuk melalui sikap sopan dan hormat, kemampuan mendengarkan secara aktif, serta bersikap fleksibel dengan tawaran lawan bicara. Cara ini akan membuat lawan bicara lebih nyaman selama bernegosiasi. Hasilnya, lawan bicara akan lebih berkenan untuk berkolaborasi dan mencapai kesepakatan bersama.

Bersikap Fleksibel

Selama bernegosiasi, syarat dan ketentuan yang Anda dan lawan bicara miliki sama-sama dirundingkan untuk mencapai kesepakatan terbaik. Namun, untuk mencapai hal ini, tidak jarang dibutuhkan kompromi dari salah satu pihak atau bahkan kedua belah pihak. Maka dari itu, sangat penting untuk bersikap fleksibel dan mempertimbangkan solusi alternatif yang dapat memenuhi kepentingan kedua pihak.

Berikan Pertanyaan Terbuka

Mengajukan beberapa pertanyaan dapat membuat proses negosiasi terasa seperti percakapan. Lawan negosiasi Anda dapat mengungkapkan beberapa informasi penting yang dibutuhkan dalam proses perundingan. Pertanyaan terbuka juga dapat diajukan di awal proses negosiasi untuk mengklarifikasi kebutuhan dan ekspektasi lawan negosiasi Anda. 

Temukan Ruang Ideal untuk Kesepakatan Bisnis Anda di Effist Suite Office!

Selain memiliki kemampuan bernegosiasi dan komunikasi yang efektif, Anda juga memerlukan ruang meeting yang tepat untuk menunjang kelancaran diskusi, sehingga mampu mencapai kesepakatan yang diharapkan. Negosiasi dapat dilakukan di ruang meeting dengan fasilitas yang memadai untuk memastikan kelancaran proses perundingan. Bagi Anda yang membutuhkan ruang meeting untuk melakukan efisiensi bernegosiasi, layanan meeting room dari Effist Suite Office dapat menjadi pilihan terbaik.

Berlokasi di pusat bisnis Jakarta Selatan, Effist Suite Office menyediakan ruang meeting berkualitas untuk memfasilitasi pertemuan bisnis Anda. Terdapat berbagai jenis ruang meeting dengan fasilitas premium seperti proyektor LCD, konferensi video, hingga akses internet berkecepatan tinggi untuk mendukung kesuksesan negosiasi Anda. Tidak hanya itu, kami juga menawarkan paket ruang meeting dengan layanan coffee break atau lunch untuk memfasilitasi proses diskusi yang nyaman. 

Segera hubungi kami melalui email contact@effist.com untuk mendapatkan informasi lebih lanjut seputar layanan ruang meeting.

Editor: Cardila Ladini